Fisik vs Digital
December 27, 2016

Pada akhir tahun 2016 ini ada berita besar, majalah-majalah yang dulunya booming sekarang gulung tikar. Ada majalah Kawanku dan Chip. Kawanku adalah majalah remaja yang cukup populer di tahun 90-an dan awal 2000-an. Sedangkan Chip bisa jadi satu-satunya majalah komputer yang memberikan informasi penting mengenai komputer maupun teknologi. Total ada 8 majalah yang tutup, semuanya di bawah penerbit Kompas Gramedia.

Di era digital seperti sekarang, sangat sulit untuk terus menopang majalah fisik semata. Beberapa majalah pun tetap hidup dengan cara mau nggak mau mengeluarkan konten versi digital. Membaca majalah ataupun buku secara digital memang ada plus minus-nya. Lo nggak akan merasakan memegang buku secara fisik, menghirup aroma kertas dan sensasi membalik buku. Tetapi keuntungannya lo dengan mudah membaca dimana-mana dan akan tersimpan rapi.

Jika dilihat secara keseluruhan, polemik antara fisik dan digital ini bukan masalah medium semata. Tetapi apakah tingkat membaca di Indonesia ini bisa naik jikalau para penerbit ini menghentikan majalah cetak dan beralih ke digital? Kalau lo sendiri nih Urbaners, lebih setuju membaca lewat fisik atau digital?

SHARE

Facebook Twitter Google+