• Buzz
  • Begini cara bikin artwork yang keren !

Begini cara bikin artwork yang keren !

Tue, 06 January 2015

Kadang – Kadang  pas lo melihat suatu karya seni terlihat begitu rapih, dipoles dan mendekati sempurna, lo juga pasti nggak bisa bayangin gimana sih ini dibuatnya? Kaya tiba-tiba ada aja di dunia ,lo hampir nggak percaya jika suatu artwork ini dibuat dengan tangan. – malah kadang jika lo bergerak dibidang yang dekat dengan keterampilan  artistic, beberapa artwork justru membuat anda berkecil hati.

Tapi Urbaners, apalagi khususnya lo yang dekat dengan bidang ini, nggak usah khawatir. Semuanya dimulai dari nol, semua harus dimulai dari proses yang panjang, dan detail, terperinci dengan baik sampai kadang-kadang memang nggak bisa di pungkiri kalau proses ini membuat Urbaners merasa frustasi. Okay urbaners, untuk menunjukan kalau suatu karya seni adalah suatu proses, Artist Rumania yang bernama Paula Duta, yang cukup baik membiarkan kita dan dunia untuk melihat proses pengerjaan suatu artworknya, dalam video dan foto, seperti yang lo liat pasti ada ko proses lelah dan memakan banyak waktu.

Nah sekarang kalau lo piki, ini artwork yang luar biasa ini “tiba-tiba ada aja” di dunia, mendingan lo pikir lagi deh. Tapi thank God,  ada teknologi yang namanya time-lapse jadi semuanya berasa cepat.

Nih berikut video Entolomology of Locust Migratoria karyanya Paula Duta Duta.

Nah selanjutnya nih Urbaners, Goliathus Orientalis Pustulatus, atau Goliath Beetle, tidak begitu glamor, tapi langkah- langkah penting tetap diambilm kaya mengukur dan membuat garis bantu.

Duta juga share beberapa foto yang “indah tapi menakutkan” yang mengkombinasikan bentuk biologis dan mekanis, yup urbaners, mesin, semuanya dikerjakan dengan tingkat detail yang very sleek yang mencirikan hasil setiap karya – karyanya.

Langkah pertama: mewarnai dan memberikan deil ke gambar yang sudah di sketched,  banyak artis yang biasanya memulai dari mata terlebih dahulu.

Mmebuat bagian – bagian dalam pekerjaannya, Duta membuat porsi masing – masing untuk artworknya ini

…dan terus mengisi yang masih kosong, beberapa orang suka “membangun” seluruh gambar sekaligus, cuman Duta kayanya lebih suka untuk berkerja di setiap bagian sampai selesai sebelum pindah ke bagian lainnya.

Ya Urbaners, hampir selesai…

Tambahin background dan tambahin sentuhan sentuhan finishing pada mukanya.

Kombinasi yang tight pengerjaan detil yang terkontrol dan garis-garis yang looser membuat efek hidup pada gambar, mirip dengan depth of focus  di Kamera.

Details bisa di achieved  dengan membuat layer dari warna dan tekstur.

dan SELESAI !

Untuk mendapatkan hasil seperti ini, nggak mungkin selesai dalam waktu sejam atau dua jam, harus berjam-jam dedikasi untuk mengerjakan karya luar biasa seperti ini, dan juga latihan menggambar tahunan biar mendapatkan skill menggambar kaya gini. Dan Duta, seperti artis lainnya, akan terus maju dan belajar agar bisa berkembang. Jadi, kalau lo pikir lo desperate dan lo selalu berpikir lo nggak akan pernah bisa “good enough”, ingat terus, semua artist mulai dari 0, dan semua artis secara konstan bertumbuh dan berkembang, terus berusaha, dan lo pasti bisa!

 

 

Gates of Hell
Siapa sih yang memahat “Gates of Hell” ? Auguste Rodin jawabannya! Meskipun ia sering dianggap sebagai salah satu pematung terbesar, Rodin dididik secara tradisional dan  tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah seni terkemuka di Paris. Patung-patung karyanya adalah Le Penseur (Pemikir), dan Le Baiser (Ciuman).

Picassso
Siapa Picasso? adalah seorang seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusioner pada abad ke-20. Jenius seni yang cakap membuat patung, grafis, keramik, kostum penari balet sampai tata panggung.

The School of Art
Sekolah design yang mencoba untuk rekonsiliasi industry manufaktur massal dengan bentuk yang estetis adalah Bauhaus. Bauhaus ditutup Nazi pada tahun 1933.

Kontribusi Besar Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi

Fri, 29 May 2020
Tampak seorang yang mengenakan APD dan masker N95 kelelahan sambil menggaruk kepala

Selain menghilangkan rasa bosan #MumpungLagiDirumah jika nggak perlu-perlu sekali keluar rumah, sebagian besar masyarakat Indonesia juga ikut aktif berkontribusi di tengah pandemi. Saling bahu-membahu membantu menghadapi situasi terkini. Mulai dari menggalang donasi untuk pekerja harian yang terdampak COVID-19 hingga mendonasikan APD serta masker bagi tenaga medis.

 

Galang Donasi untuk APD bagi Tenaga Medis

Seorang tenaga medis mengenakan APD lengkap

Menggalang donasi untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19 ini nggak cuma dilakukan oleh selebritis dan selebgram saja. Masyarakat umum juga ikut berpartisipasi aktif di sini. Melalui banyak gerakan baik yang dirintis instansi sosial maupun gerakan swadaya, akhirnya berhasil dikerahkan untuk prioritas kebutuhan di awal pandemi lalu, yakni APD dan masker bagi tenaga medis.

Gerakan ini menjaring massa yang cukup besar, sebut saja Jogja Lawan Corona yang bekerja sama dengan MamaJahit, lalu Sama Sama Kita Bisa yang diusung oleh komunitas kopi untuk mendukung para tenaga medis dalam bekerja agar bisa terus dalam kondisi prima. Belum lagi banyak gerakan lain yang juga hadir di beberapa daerah untuk menyokong kebutuhan medis daerah mereka.

 

Masker Kain Produksi Rumahan

Proses pembuatan masker kain produksi rumahan

Kontribusi besar lainnya yang juga nggak bisa diabaikan begitu saja dan pasti lo juga tahu berita yang satu ini, yakni bagaimana masyarakat ikut memproduksi masker kain rumahan. Dibuat dengan bahan kain, beberapa dijual dengan harga sangat murah, beberapa lainnya bahkan dibagikan secara cuma-cuma bagi para pekerja yang masih harus beraktivitas di luar rumah selama pandemi ini berlangsung.

Ini jadi respon positif atas kondisi kelangkaan masker yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dikarenakan penimbunan oleh pihak yang nggak bertanggung-jawab dan kebutuhannya yang semakin meningkat kemudian. Beberapa komunitas menjahit seperti MamaJahit tadi juga ikut berkontribusi dalam produksi masker kain ini.

 

Berbagi Sembako bagi yang Membutuhkan

Aksi terakhir ini bisa jadi lo sudah sering lihat di beberapa video yang tersebar di YouTube atau sosial media lain, di mana beberapa masyarakat yang memiliki penghasilan lebih bergotong-royong membeli sembako dalam jumlah banyak. Sembako-sembako ini yang akhirnya disumbangkan ke mereka yang membutuhkan.

Nggak sedikit juga anak-anak muda yang ikut berperan aktif dalam aksi-aksi kontributif untuk saling tolong menolong di saat-saat yang sulit seperti ini. Ini jadi ciri khas gotong royong Indonesia yang harus diapresiasi dan dibudayakan turun temurun. Tanda bahwa kita masih memiliki simpati untuk berjuang bersama mengatasi pandemi.

Buat lo yang juga ingin berpartisipasi ikut berkontribusi berarti selama pandemi ini berlangsung, jangan tunggu lagi, Bro. Lo bisa cari tahu gerakan kontribusi yang sedang dilakukan di sekitar area lo sekarang. Ingat, bantuan nggak melulu uang, lo bisa membantu dan berkontribusi dengan cara yang paling mampu lo lakukan.

 

Sources: Kompas, The Conversation, CNBC Indonesia