• Buzz
  • Kabel Textile Anti Ribet

Kabel Textile Anti Ribet

Wed, 07 October 2015

Kabel terbelit adalah sesuatu yang menjemukan ya Urbaners. Apalagi ketika lo mau berangkat kerja ingin dengerin lagu, tapi ngeliat kabel headset terbelit. Udah nggak ada waktu lagi buat benerin headset karena waktu udah terlalu mepet. Itu nggak hanya berlaku buat lo yang suka dengerin musik pakai headset, tetapi juga saat butuh banget ngecharge, gimana nggak kesel coba?

Sekarang, kita akan ngebahas soal kabel yang ternyata anti terbelit. Seperti apa kabel tersebut? Coba lihat penjelasannya dibawah.

 

Kabel textile anti terbelit

Namanya adalah kabel textile. Kenapa disebut kabel textile? Karena kabel tersebut lapisannya bukan terbuat dari plastik seperti kabel-kabel lainnya. Tapi lapisan kabel tesebut dari textile atau kain. Sebenarnya inovasi ini bukan pertama kalinya, di Indonesia sudah ada toko-toko yang menyediakan kabel kain ini. Tapi bentuknya bukan langsung kabel textile, tetapi lo harus melapisi secara manual.

 

Kabel textile ini memperpanjang umur kabel lo

Sudah bukan rahasia umum lagi ketika kabel charger atau kabel headset sering putus atau tiba-tibat mati karena seringnya terbelit-belit. Bukan berarti kualitas kabel charger atau kabel headset lo yang jelek, tetapi cara penggunaan lo yang salah. Walaupun bukan sepenuhnya salah, tetapi seharusnya kabel lo ini mempunyai umur yang lebih panjang.

Dengan kabel textile ini, lo bisa memperpanjang umur kabel lo, karena kabel textile ini membuat kabel lo terasa lebih kaku. Jadi lempengan yang ada di dalam kabel bisa lebih terjaga walaupun sering terbelit atau tergulung dengan kasar.

 

Sudah banyak vendor yang menjual kabel textile

Beberapa vendor dari headset ataupun charger pun ada yang memproduksi kabelnya dengan kabel textile. Walaupun tidak banyak, beberapa vendor tersebut telah mengetahui bahwa umur charger ataupun headset yang menggunakan plastik biasa akan cepat rusak.

Ada tapinya nih Urbaners, biasanya vendor yang mengeluarkan charger atau headset yang menggunakan kabel textie biasanya harganya agak mahal dibandingkan dengan plastik biasa. Tapi, milih mana Urbaners, kabel murah tapi cepat rusak? Atau kabel sedikit agak mahal tapi bertahan lama?

Source: hiconsumption.com

 

 

Fiber optic
​Kabel fiber optic adalah kabel paling kecil dan paling ringan sedunia

TV Cable
​Semua televisi terdapat kabelnya, tetapi tv kabel disebut tv kabel karena untuk mendapatkan siaran televisi harus diinput kabel fiber optic

Tv kabel dari tahun 1932
​Jika di Indonesia yang setia dengan siaran televisi menggunakan antena, di Amerika Serikat sudah memakai tv kabel dari tahun 1932 sampai sekarang

Oscar Didominasi oleh Pria Hanya Mitos Belaka

Thursday, February 20, 2020 - 14:36
Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Penyelenggaraan Oscar tiap tahun memang tak pernah luput dari kontroversi. Jika diperhatikan, Academy Award pernah beberapa kali dituding selalu memberi privilege kepada kalangan tertentu. Tapi ternyata, slogan tersebut hanyalah mitos belaka, Urbaners. Faktanya, semakin banyak wanita yang berhasil memenangkan Oscar.

Misalnya untuk kategori sutradara terbaik, kini sudah ada lima wanita yang pernah masuk dalam daftar nominasi. Meskipun masih ada mitos pria lebih mendominasi, kenyataannya wanita juga mulai menunjukkan taringnya dalam Oscar kali ini.

Adanya Anggapan Gender Gap

Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Banyak kalangan mempercayai bahwa masih terdapat diskriminasi gender pada hampir setiap gelaran Oscar. Ini bisa dilihat dari persentase peraih penghargaan tiap tahunnya. Adanya gender gap ini membuat banyak seniman wanita enggan untuk menyerahkan karyanya kepada panitia. Sutradara Georgio Yukiko Donovan misalnya, menyebut bahwa ada kemungkinan banyak seniman wanita yang ‘kalah sebelum berperang’, karena mereka tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Dengan kata lain, seniman wanita banyak yang memilih untuk nggak terlibat, karena ini berhubungan dengan biaya produksi yang nggak murah. Namun kenyataannya, Rachel Morrison berhasil menjadi wanita pertama yang masuk dalam nominasi Sinematografi terbaik. Dia nggak menyangka bisa masuk dalam daftar nominasi. Morrison sempat berkecil hati untuk masuk ke dalam nominasi, karena ia adalah seorang wanita. Tapi fakta bahwa dia dinominasikan berhasil mematahkan mitos tersebut.

 

Proses Pemilihan dan Penilaian

 

Menurut The Hollywood Reporter, tiap tahunnya, ada ribuan pemilih yang dilibatkan dalam menentukan siapa saja pemenang penghargaan. Setelah muncul tagar #oscarsowhite beberapa tahun lalu, panitia menambah jumlah pemilih dari 2.000 menjadi 8.000 orang. Saat ini, sudah ada 28% pemilih wanita yang dilibatkan, sebuah peningkatan yang cukup membanggakan.

Selain itu, Oscar juga berusaha semakin melibatkan selain keturunan kulit putih. Tahun ini, ada sebesar 13% dari total pemilih yang memiliki latar belakang Asia dan berkulit hitam.

Data Dominasi Pemenang Pria di Oscar 2020

Meskipun dari total 193 penerima nominasi Academy Awards tahun ini, 70% diantaranya adalah pria. Namun jika dilihat dari kategori individual, persentase nominee wanita pada empat kategori sudah mencapai 20%. Meskipun begitu, nggak selamanya dominasi pria terjadi. Misalnya di kategori Best Costume Design, Best Animated Short Film, dan Best Documentary Short Film. Pada tiga kategori itu, jumlah nominee pria dan wanita setara, meski cenderung lebih banyak wanita.

Menurut lo, apakah Oscar akan semakin melibatkan wanita dalam penghargaannya?

Source: Antaranews, BBC, The Guardian, DW.com.