• Buzz
  • Tips Pakai Tinder Biar Makin Match

Tips Pakai Tinder Biar Makin Match

Fri, 18 March 2016

Sekarang, cari jodoh itu gampang. Kalau dulu cuman dari orang tua atau temen, sekarang lo bisa cari jodoh lewat aplikasi smartphone. Sebut saja salah satunya, Tinder. Aplikasi ini digunakan oleh lebih dari 50 juta orang di dunia. Tapi, dari 50 juta orang, udah ada yang nyantol belum sama lo? Kalau belum, mending lo ikutin deh beberapa tips berikut biar makin banyak orang yang match sama lo. Simak baik-baik!

Pilih foto terbaik

First impression adalah awal dari perkenalan lo lewat Tinder. Oleh karena itu, pilihlah foto yang tepat dan memperlihatkan diri lo lebih jelas. Jangan pilih foto bareng sama temen lo atau foto yang bahkan nggak kelihatan muka lo sama sekali. Hal tersebut bakal bikin orang berpikir kalau lo orang yang suka menyembunyikan sesuatu. Orang nggak akan suka dengan kelakuan seperti itu.

Gunakan caption yang tepat

Mirip-mirip Instagram sih, tapi caption yang lo berikan setidaknya menggambarkan ide lo dan apa yang lo suka secara singkat. Orang pasti ngelihat tulisan tersebut dan berpikiran ulang untuk nge-swipe kiri. Jangan pernah berikan CV lengkap lo di situ karena lo nggak sedang ngelamar pekerjaan. Jika lo benar-benar percaya diri dengan pekerjaan lo sekarang atau bahkan hobby lo, jangan ragu-ragu untuk menuliskan dengan huruf besar.

Buka obrolan dengan smooth

Kalo sudah ada yang match nih, langsung deh mulai obrolan dengan smooth. Mulai dengan kata “hey” akan sangat membantu dibandingin langsung tanya “asl plis?”. Ingat, ini bukan mIRC! Cobalah untuk menebak apa yang jadi kesukaannya untuk membuka obrolan lebih dalam.

Jadi diri sendiri

Nah, yang terakhir nih, jadi diri sendiri. Kebanyakan orang banyak yang menyembunyikan jati diri mereka ketika sedang kenalan. Jadi diri sendiri aja, lebih gampang dan lebih enak kalau mau kenalan. Tunjukkan sifat asli lo. Orang akan lebih menghargai sifat asli yang buruk ketimbang harus jadi sempurna tapi bukan jati diri mereka sendiri.

 

Sumber:
metro.co.uk
askmen.com

Kontribusi Besar Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi

Fri, 29 May 2020
Tampak seorang yang mengenakan APD dan masker N95 kelelahan sambil menggaruk kepala

Selain menghilangkan rasa bosan #MumpungLagiDirumah jika nggak perlu-perlu sekali keluar rumah, sebagian besar masyarakat Indonesia juga ikut aktif berkontribusi di tengah pandemi. Saling bahu-membahu membantu menghadapi situasi terkini. Mulai dari menggalang donasi untuk pekerja harian yang terdampak COVID-19 hingga mendonasikan APD serta masker bagi tenaga medis.

 

Galang Donasi untuk APD bagi Tenaga Medis

Seorang tenaga medis mengenakan APD lengkap

Menggalang donasi untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19 ini nggak cuma dilakukan oleh selebritis dan selebgram saja. Masyarakat umum juga ikut berpartisipasi aktif di sini. Melalui banyak gerakan baik yang dirintis instansi sosial maupun gerakan swadaya, akhirnya berhasil dikerahkan untuk prioritas kebutuhan di awal pandemi lalu, yakni APD dan masker bagi tenaga medis.

Gerakan ini menjaring massa yang cukup besar, sebut saja Jogja Lawan Corona yang bekerja sama dengan MamaJahit, lalu Sama Sama Kita Bisa yang diusung oleh komunitas kopi untuk mendukung para tenaga medis dalam bekerja agar bisa terus dalam kondisi prima. Belum lagi banyak gerakan lain yang juga hadir di beberapa daerah untuk menyokong kebutuhan medis daerah mereka.

 

Masker Kain Produksi Rumahan

Proses pembuatan masker kain produksi rumahan

Kontribusi besar lainnya yang juga nggak bisa diabaikan begitu saja dan pasti lo juga tahu berita yang satu ini, yakni bagaimana masyarakat ikut memproduksi masker kain rumahan. Dibuat dengan bahan kain, beberapa dijual dengan harga sangat murah, beberapa lainnya bahkan dibagikan secara cuma-cuma bagi para pekerja yang masih harus beraktivitas di luar rumah selama pandemi ini berlangsung.

Ini jadi respon positif atas kondisi kelangkaan masker yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dikarenakan penimbunan oleh pihak yang nggak bertanggung-jawab dan kebutuhannya yang semakin meningkat kemudian. Beberapa komunitas menjahit seperti MamaJahit tadi juga ikut berkontribusi dalam produksi masker kain ini.

 

Berbagi Sembako bagi yang Membutuhkan

Aksi terakhir ini bisa jadi lo sudah sering lihat di beberapa video yang tersebar di YouTube atau sosial media lain, di mana beberapa masyarakat yang memiliki penghasilan lebih bergotong-royong membeli sembako dalam jumlah banyak. Sembako-sembako ini yang akhirnya disumbangkan ke mereka yang membutuhkan.

Nggak sedikit juga anak-anak muda yang ikut berperan aktif dalam aksi-aksi kontributif untuk saling tolong menolong di saat-saat yang sulit seperti ini. Ini jadi ciri khas gotong royong Indonesia yang harus diapresiasi dan dibudayakan turun temurun. Tanda bahwa kita masih memiliki simpati untuk berjuang bersama mengatasi pandemi.

Buat lo yang juga ingin berpartisipasi ikut berkontribusi berarti selama pandemi ini berlangsung, jangan tunggu lagi, Bro. Lo bisa cari tahu gerakan kontribusi yang sedang dilakukan di sekitar area lo sekarang. Ingat, bantuan nggak melulu uang, lo bisa membantu dan berkontribusi dengan cara yang paling mampu lo lakukan.

 

Sources: Kompas, The Conversation, CNBC Indonesia