• Buzz
  • Toilet dengan Pemandangan Terindah di Dunia

Toilet dengan Pemandangan Terindah di Dunia

Mon, 25 April 2016

Coba ngaku deh, siapa Urbaners di sini yang suka lama-lama di toilet? Entah kenapa ya, toilet tuh memang bisa jadi tempat merenung yang paling oke, Urbaners. Pas lagi nongkrong di toilet, nggak jarang kan tuh tiba-tiba muncul inspirasi buat ngelanjutin kerjaan dan proyekan lo. Nah, di lima toilet ini, lo nggak bakal sempat buat bengong, Urbaners. Soalnya, lo keburu terhipnotis sama pemandangan yang tersaji di depan mata lo.

Adalah Lonely Planet, yang bikin panduan soal toilet-toilet paling spektakuler di dunia. Coba disimak, Urbaners!

 

Pulau Toilet di Dekat Placencia, Belize

Bayangin lo jadi tokoh utama di film Castaway, terus lo terdampar di pulau ini. Ya setidaknya lo bisa merasa tenang, karena ada toilet yang berfungsi dengan baik di sini. Iya Ubaners, pulau ini disebut Pulau Toilet karena diisi dengan 1 toilet saja. Keren kan?

 

Chott el Djerid, Tunisia

Kalau lo gila Star Wars, lo pasti tahu lokasi ini. Soalnya, Chott el Djerid sempat dipakai buat syuting film Star Wars. Nah, di sini ada sebuah toilet yang katanya cukup nyaman buat lo pakai, Urbaners. Silakan keluarkan candaan “use the Force” lo di sini.

 

Sagarmatha National Park, Nepal

Di taman nasional yang letaknya ada di ketinggian 6,812 meter ini ada sebuah toilet yang bisa lo gunakan, Urbaners. Kapan lagi lo pakai toilet di tengah gunung bersalju, kan? Ini bisa jadi pengalaman yang lain daripada yang lain!

 

Barafu Camp, Tanzania

Tempat ini sangat tidak disarankan buat lo yang takut ketinggian, karena bisa-bisa lo malah jadi nggak konsen pas lagi pakai toilet. Soalnya, toilet ini ada di atas ketinggian 4,600 meter dan ada di sisi ujung Gunung Kilimanjaro. Pemandangannya? Awan yang luar biasa indah, Urbaners!

 

Haida Gwaii, British Columbia, Canada

Kalau lo lagi jalan-jalan ke Haida Gwaii, pastinya keren bikin foto di atas tebing bebatuan. Tapi di samping itu, lo juga jangan lupa cobain toiletnya yang ada di antara bebatuan itu. Ditutupi dengan bilik kayu, dan katanya sih dibersihin dua kali sehari, Urbaners.

Cukup menantang dan bikin lo penasaran nggak nih, Urbaners? Ternyata masalah toilet pun bisa jadi bahan wisata, ya. Lucu juga sih kalau lo bilang ke teman lo mau pergi wisata toilet. Yang penting, lo jangan lupa buat cuci tangan dan jaga kebersihan, ya!

 

 

 

 

Sumber: www.cnn.com, www.hypebeast.com

Inspirasi Dari Fumio Sasaki: Menjadikan Minimalis Sebagai Lifestyle!

Tue, 22 September 2020
tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Bro, apa lo tahu kalau di Jepang ada keresahan yang sepertinya bisa jadi masalah juga di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Keresahan tersebut adalah keterbatasan ruang dan lahan. Ini akan jadi masalah yang serius ketika lo suka mengumpulkan barang dan membutuhkan ruang yang lebih luas lagi.

Padahal bisa jadi rumah atau lahan yang lo punya sudah cukup luas, tapi karena banyak barang yang terus berdatangan dan ada saja yang lo beli, lo jadi merasa tinggal di rumah atau lahan yang sempit. Untuk menjawab hal ini, ada sebuah teori yang menarik, bro.

Teori yang menarik itu namanya teori minimalisme. Nah di bahasan kali ini, lo akan diajak berkenalan dengan orang Jepang yang sudah menerapkan teori ini menjadi lifestyle sehari-hari – kenalkan bro, ini Fumio Sasaki.

Kalau ditelisik lebih dalam, sebenarnya yang menerapkan minimalisme tidak hanya Fumio saja, lho. Sebelumnya sudah ada Marie Kondo yang mendapatkan kebahagian dari beres-beres rumah. Nah, Fumio ini menerapkan minimalisme langsung di kehidupannya, seperti apa jadinya ya?

 

Mengeliminasi Barang yang Tidak Lagi Digunakan

tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Credit Image: kompasiana.com

Mungkin ini terjadi di hampir lo semua yang membaca artikel yang satu ini – apakah lo pernah punya ikatan batin dengan sebuah barang? Seperti sebenarnya lo sudah nggak butuh-butuh banget dengan barang itu, tapi tidak bisa lo buang begitu saja.

Misalnya barang-barang dikasih dari gebetan, pacar atau bahkan mantan – sebenarnya bisa saja barang-barang tersebut tidak terpakai dan akhirnya menumpuk begitu saja di pojok kamar. Kalau sama Fumio, ini sudah pasti dieliminasi karena sudah tidak digunakan lagi.

Menurut Fumio, mengeliminasi atau membuang barang yang tidak lagi berguna adalah salah satu cara untuk mendapakan esensi dari hidup minimalis. Kok bisa seperti itu ya? Jadi begini bro, awalnya Fumio adalah seorang laki-laki biasa yang sedang merasa tertekan di tempat pekerjaannya dan kurang percaya diri.

Lalu suatu hari, ia memutuskan untuk mengubah hidupnya dengan mengurangi barang-barang yang ia miliki. Dari pengurangan barang tersebut, ia merasa ada perubahan yang terjadi secara signifikan di dalam hidupnya. Fumio seperti merasakan kebebasan dan kedamaian sejati.

Semua hal yang ia lakukan, jika dilihat dari kuantitasnya, semua jadi lebih sedikit. Contohnya seperti berbelanja kebutuhan, ia hanya akan beli yang benar-benar akan dipakai saja. Dengan begini, ia tidak memikirkan barang lain yang sebenarnya tidak ia perlukan.

Waktu luang dari Fumio pun ia manfaatkan dengan cara bersih-bersih rumah. Dari sini, ia merasa lebih aktif, sehingga jadi memiliki waktu lebih dengan teman dan yang lainnya.

 

Menerapkan Konsep Zen

Fumio juga menerapkan konsep Zen sebagai salah satu pedoman hidupnya. Zen sendiri adalah sebuah gaya hidup sederhana yang mengutamakan keharmonisan tubuh dengan pikiran. Dengan prinsip ini, sesuatu yang tidak sempurna sengaja dibiarkan agar imajinasi yang bisa membuatnya jadi utuh.

Zen sendiri memberikan pemahaman bahwa kekosongan adalah jalan menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Ruang kosong menjadi momen di mana lo bisa mengapresiasi sesuatu yang lebih penting daripada yang lain, yaitu hidup.

 

Bisa Prioritaskan Kebutuhan

tren hidup minimalis dari Fumio Sasaki

Credit Image: liputan6.com

Seperti yang sudah sempat disebutkan sebelumnya kalau minimalisme akan membuat lo tersadarkan betul kalau kebutuhan lo sebenarnya tidak begitu banyak. Kebutuhan premier, ya – lo bisa memprioritaskan kebutuhan yang penting terlebih dahulu.

Di konsep minimalisme ini, lo tidak akan dibuat pusing dengan set fashion yang akan keluar dan lo perlu beli semua. Lo akan bisa menilai dengan sendirinya apakah lo perlu membeli barang tersebut atau tidak. Jika dirasa tidak akan lo gunakan sesuai fungsinya, mungkin lo tidak jadi beli barang itu.

Wah bagaimana nih bro? Fumio Sasaki sudah menganut gaya hidup minimalis yang cukup menarik nih lifestyle nya buat dicoba. Apakah lo ada ketertarikan untuk jadi kaya Fumio?

 

Feature Image – kreativv.com