Home Scoop Inspirasi: Hal Esensial Dalam Membuat Sebuah Maha Karya

Inspirasi: Hal Esensial Dalam Membuat Sebuah Maha Karya

Monday, July 25, 2016 - 19:19
Bagikan
Facebook Twitter Email

Di setiap usaha, pasti lo punya penyemangat tersendiri, entah itu dari lingkungan, situasi ataupun keluarga. Sesuatu yang dapat membuat lo keep moving to reach your goals, setuju nggak Urbaners? Seperti nara sumber pada acara launching MLD SPOT TV di Bandung kemarin nih. Dalam acara keren ini, terdapat empat pembicara yang tentunya sudah sangat terkenal dibidangnya, yakni Syagini Ratna Wulan dengan Seni Instalasi dan Patung,  Marchella FP, Founder Generasi 90an dan Angga Sasongko, Sutradara Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi dan Lucky Dana Aria yang sukses dengan brand jam tangan kayu ‘Matoa’. Pada kesempatan ini mereka sharing tentang apa yang menjadi inspirasi mereka sampai sekarang.

Syagini merupakan seorang seniman murni yang setiap karyanya berasal dari sebuah inspirasi ini mengaku mendapatkan inspirasi dari manapun, seperti sebuah fragment kehidupan yang membuatnya selalu melangkah mendekati apa yang diinginkan, ia juga mengaku, sebuah inspirasi dapat didapatkan dengan exploring unexplored things.Karena dengan begitu, ia bisa mengetahui atau mempelajari hal baru yang membuatnya terinspirasi dalam membuat suatu karya.

Sama seperti Syagini, Angga Sasongko juga mendapatkan inspirasi dari apa yang dialami, dilihat dan dirasakan. Angga juga bercerita sedikit tentang tiga step sebelum membuat suatu film. Pertama apakah film tersebut memiliki relevansi dengan dirinya sendiri dan orang banyak, bagaimana cara  mengemas itu semua, dan background dari cerita itu sendiri dengan cara riset. Dalam melakukan tiga hal ini, ia sering mendapatkan inspirasi tentang apapun yang dikerjakannya. Inspirasi bagi Angga Sasongko berasal dari segala aspek, bahkan, langit yang cerah atau udara yang sejuk bisa saja menjadi inspirasinya dalam berkarya.

Marchella FP yang selalu terinspirasi oleh masalah yang ada d sekitarnya. Contohnya saat mebuat buku Generasi 90an. Ia melihat sosok seseorang yang kebahagiaanya diukur dari materi, yakni gadget yang keren, sepatu mahal, mobil mewah, ataupun sesuatu yang dapat dibeli dengan uang. Sedangkan Marchella mengaku, suatu kebahagiaan bukan dari banyak atau sedikitnya materi yang kita miliki, kebahagiaan lebih sederhana dari itu. Seperti hal nya anak 1990-an yang bahagia bermain benteng ataupun karet di halaman depan rumah bersama teman-temannya, atau bermain petak umpet yang mencari teman-temannya satu persatu. Hal inilah yang menjadi salah satu inspirasi Marchella dalam membuat buku Generasi 90an,  bertujuan tidak hanya untuk nostalgia Urbaners yang tumbuh di era 90an, tetapi juga menunjukkan pada generasi sekarang bahwa kebahagiaan itu tidak harus dengan gadget atau tekhnologi tinggi, kebahagiaan bisa didapatkan dengan mudah, tergantung bagaimana mesyukurinya saja.

Berbeda dengan Lucky Dana Aria yang merupakan founder dari jam kayu Matoa mengaku terinspirasi dari banyak hal. Tetapi yang paling tidak bisa dilupakan adalah, saat ia masih ikut oleh pamannya untuk bekerja, ia selalu terinspirasi oleh sosok pamannya tersebut. Maka dari itulah Lucky selalu menganggap pamannya tersebut adalah sosok yang memiliki andil dalam kesuksesannya sekarang.  Keluarga memang tidak bisa dipungkiri dalam penyemangat diri sendiri ya, Urbaners? Selain itu, hobi membaca buku-buku biografi orang-orang sukses adalah salah satu inspirasinya dalam mengembangkan produk kerennya.

Terbukti inspirasi sesederhana apapun dapat menjadi acuan kita untuk berkarya untuk diri sendiri. So, get yourself inspired, Urbaners!