• Buzz
  • Nissan Siapkan Mobil Emas Untuk Atlet yang Juara di Olimpiade Rio

Nissan Siapkan Mobil Emas Untuk Atlet yang Juara di Olimpiade Rio

Tue, 16 August 2016
Mobil Emas

Olimpade 2016 di Rio de Janiero Brazil sudah mulai pada hari jumat minggu lalu. Semua orang akan berfokus pada ajang olahraga terbesar dan tertinggi di dunia ini. Minat sponsor tentu nggak kalah derasnya, termasuk Nissan yang nggak main-main dalam mensponsori tim Great Brtain (GB). Tim GB yang terdiri dari negera Inggris, Irlandia, Wales dan Skotlandia ini mempunyai sponsor mobil Nissan yang akan mengeluarkan mobil berlapis emas untuk para atletnya yang berhasil juara atau mendapatkan medali emas di Olimpiade Rio.

Bernama Nissan a shiny gold Leaf EV

Nissan yang merupakan perusahaan mobil asal Jepang tetapi fokus penjualannya di Eropa ini wajar jika habis-habisan dalam mengeluarkan dana marketing. Berjenis Leaf EV, Nissan akan mengeluarkan total 16 mobil untuk 16 atlet yang disponsori untuk mendapatkan 16 mobil berlapis emas ini. Mobil ini memang bukan berlapis emas sungguhan, karena ini hanya permainan warna. Tetapi mobil yang hanya dibuat secara esklusif untuk Olimpiade Rio ini jika dijual akan sangat mahal harganya.

Selain itu, di bagian belakang mobil terdapat tulisan, “Rio 2016 Gold Medalist”. Yang paling penting, mobil ini adalah mobil elektrik, dan sekali charge mobil ini bisa menempuh lebih dari 100 miles atau 130 kilometer.

Nissan nggak main-main untuk Olimpiade 2016

Sejak target tim GB tercapai pada Olimpade London 2012 kemarin, Nissan langsung mengeluarkan beberapa strategi untuk mengenalkan Nissan adalah mobil SUV yang cocok untuk keluarga. Tidak hanya untuk tim GB, setidaknya Nissan sudah mengeluarkan 4200 mobil untuk operasional di Olimpiade. Diambil di situs resmi Olimpiade Rio, 4200 mobil Nissan akan lalu lalang di beberapa venue untuk melaporkan ataupun jadi transportasi para volunteer.

Nissan Leaf EV sendiri baru dikeluarkan pada tahun 2010 dan sekarang menjadi salah satu mobil elektrik terlaris di dunia.

 

Source: inhabitat.com

Oscar Didominasi oleh Pria Hanya Mitos Belaka

Thursday, February 20, 2020 - 14:36
Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Penyelenggaraan Oscar tiap tahun memang tak pernah luput dari kontroversi. Jika diperhatikan, Academy Award pernah beberapa kali dituding selalu memberi privilege kepada kalangan tertentu. Tapi ternyata, slogan tersebut hanyalah mitos belaka, Urbaners. Faktanya, semakin banyak wanita yang berhasil memenangkan Oscar.

Misalnya untuk kategori sutradara terbaik, kini sudah ada lima wanita yang pernah masuk dalam daftar nominasi. Meskipun masih ada mitos pria lebih mendominasi, kenyataannya wanita juga mulai menunjukkan taringnya dalam Oscar kali ini.

Adanya Anggapan Gender Gap

Jim Burke, Charles B. Wessler, Nick Vallelonga, Peter Farrelly, dan Brian Currie dengan bahagia merayakan atas kemenangan mereka pada Academy Awards 2019

Banyak kalangan mempercayai bahwa masih terdapat diskriminasi gender pada hampir setiap gelaran Oscar. Ini bisa dilihat dari persentase peraih penghargaan tiap tahunnya. Adanya gender gap ini membuat banyak seniman wanita enggan untuk menyerahkan karyanya kepada panitia. Sutradara Georgio Yukiko Donovan misalnya, menyebut bahwa ada kemungkinan banyak seniman wanita yang ‘kalah sebelum berperang’, karena mereka tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya.

Dengan kata lain, seniman wanita banyak yang memilih untuk nggak terlibat, karena ini berhubungan dengan biaya produksi yang nggak murah. Namun kenyataannya, Rachel Morrison berhasil menjadi wanita pertama yang masuk dalam nominasi Sinematografi terbaik. Dia nggak menyangka bisa masuk dalam daftar nominasi. Morrison sempat berkecil hati untuk masuk ke dalam nominasi, karena ia adalah seorang wanita. Tapi fakta bahwa dia dinominasikan berhasil mematahkan mitos tersebut.

 

Proses Pemilihan dan Penilaian

 

Menurut The Hollywood Reporter, tiap tahunnya, ada ribuan pemilih yang dilibatkan dalam menentukan siapa saja pemenang penghargaan. Setelah muncul tagar #oscarsowhite beberapa tahun lalu, panitia menambah jumlah pemilih dari 2.000 menjadi 8.000 orang. Saat ini, sudah ada 28% pemilih wanita yang dilibatkan, sebuah peningkatan yang cukup membanggakan.

Selain itu, Oscar juga berusaha semakin melibatkan selain keturunan kulit putih. Tahun ini, ada sebesar 13% dari total pemilih yang memiliki latar belakang Asia dan berkulit hitam.

Data Dominasi Pemenang Pria di Oscar 2020

Meskipun dari total 193 penerima nominasi Academy Awards tahun ini, 70% diantaranya adalah pria. Namun jika dilihat dari kategori individual, persentase nominee wanita pada empat kategori sudah mencapai 20%. Meskipun begitu, nggak selamanya dominasi pria terjadi. Misalnya di kategori Best Costume Design, Best Animated Short Film, dan Best Documentary Short Film. Pada tiga kategori itu, jumlah nominee pria dan wanita setara, meski cenderung lebih banyak wanita.

Menurut lo, apakah Oscar akan semakin melibatkan wanita dalam penghargaannya?

Source: Antaranews, BBC, The Guardian, DW.com.