Jangan Sampai Bisnis Lo Kena Brand Fatigue, Kenali Cara Marketing yang Baik! - MLDSPOT
  • Buzz
  • Jangan Sampai Bisnis Lo Kena Brand Fatigue, Kenali Cara Marketing yang Baik!

Jangan Sampai Bisnis Lo Kena Brand Fatigue, Kenali Cara Marketing yang Baik!

Thu, 29 April 2021
Brand Fatigue

Pernah nggak sih lo ngerasa annoying dengan iklan ataupun promosi dari sebuah produk atau brand tertentu yang membuat lo jadi merasa terganggu dan rasanya malah nggak kepengen beli atau menggunakan jasa itu sama sekali?

Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan fenomena ini merupakan brand fatigue. Perasaan ini emang wajar banget lo rasakan. Tapi masalahnya – hal ini bermasalah banget buat produk atau brand terkait.

Biar promosi lo nggak gagal dan kena brand fatigue – lebih baik lo mengetahui lebih dalam tentang hal ini dulu sebelum tau gimana cara menanganinya. Nggak usah berlarut-larut, langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Kenali dulu Brand Fatigue

Brand Fatigue

Credit image – Ball Egleston

Brand fatigue merupakan istilah yang biasa digunakan pada marketing ketika pesan yang diberikan ke calon konsumennya menjadi terlalu banyak dan akhirnya nggak ditangkap oleh calon konsumen – justru malah membuat konsumen menjadi nggak nyaman.

Fenomena yang terjadi dalam waktu yang cukup lama bagi para konsumennya ini secara nggak langsung bakal bikin brand kesulitan untuk melakukan promosi ke depannya. Dengan pesan yang terlalu banyak ini nantinya akan membuat calon konsumen atau bahkan konsumen melakukan brand switching – nantinya akan berpengaruh pada kehilangan konsumen.

Hal yang Menyebabkan Brand Fatigue

Sebelumnya, lo juga harus mengetahui dulu – kenapa sih brand fatigue bisa terjadi? Hal ini bisa dikarenakan brand kekurangan inovasi dan nggak bisa tap-in ke tren yang saat ini diminati oleh pasar. Mengingat tiap pasar punya trennya masing-masing, mungkin juga hal ini juga bisa terjadi karena tren yang digunakan untuk tren yang salah, bro!

Selain itu – karena cara marketing yang salah dengan terlalu sering promosi juga bisa jadi hal yang membuat konsumen maupun calon konsumen jadi brand switching. Karena annoying dengan promosi yang muncul – akhirnya mereka mengabaikan promosi yang ada dan jadi nggak efektif lagi.

Mengingat sekarang media sosial mengajak lo untuk jadi lebih inovatif, pastikan lo menentukan strategi marketing yang benar ya, bro!

Hindari Brand Fatigue dengan Cara Ini!

Brand Fatigue

Credit image – Brand Strategist

Salah satu pertanda munculnya brand fatigue bagi brand di media sosial saat ini adalah berkurangnya engagement rate yang dihasilkan karena marketing di platform yang salah. Untuk menghindari hal ini, lo bisa menerapkan strategi marketing yang berbeda-beda di setiap platform sosial media yang digunakan.

Untuk menghindari hal ini, lo perlu menganalisis lebih dalam mengenai promosi yang udah berhasil dijalankan oleh brand lain maupun promosi-promosi lo sebelumnya.

Selain itu, lo juga harus berfokus pada pesan yang akan disampaikan – hal ini bisa ditentukan dengan tepat kalau lo udah analisis. Mengolah konten promosi dengan pesan yang tepat pastinya akan bikin konsumen jadi lebih tertarik.

Kalo hal ini dilakukan dengan tepat, pastinya produk atau brand lo nggak akan mengalami brand fatigue deh!

Suara Konsumen juga Perlu Didengar, Bro!

Sebelum membuat konten, ada baiknya lo juga melakukan riset pasar dari para konsumen yang udah berlangganan dengan produk atau brand lo. Lakukan hal yang sama juga dengan para calon konsumen – apa sebenarnya yang mereka harapkan dari produk atau brand lo?

Dengan mendengar apa yang diminati dan diharapkan oleh konsumen, lo juga bisa membuat kepercayaan dengan mudah. Kalo hal ini dilakukan dengan baik, pastinya para konsumen nggak akan melakukan brand switching deh!

Nggak cuma itu – kalo semua hal dilakukan dengan baik, nantinya lo akan menciptakan brand loyalty pada konsumen. Wah, siapa sih yang nggak mau sih dapetin hal ini?

Karena sekarang lo udah tau hal-hal yang membuat bisnis lo terhindar dari brand fatigue, pastikan lo melakukan semua step dengan tepat ya, bro!

 

Feature image – Every Pixel

Aset Digital bisa Dilindungi, Bro: Kenalan sama NFT Crypto Ini Deh

Wed, 12 May 2021
Crypto

Lo tentunya setuju, bro, kalo aset kripto memang bisa dibilang serba bisa. Selain memiliki kegunaan sebagai alat transaksi di beberapa merchant dan instrumen investasi, aset kripto juga bisa dimanfaatkan sebagai barang koleksi.

Aset kripto tersebut biasanya berupa Non-Fungible Token (NFT) adalah jenis aset digital yang lagi populer. Dikutip Coindesk, sejak November 2017, ada sekitar 174 juta dolar AS yang dibelanjakan untuk NFT. Jumlah tersebut setara dengan Rp 2,4 triliun. Wow angka yang fantastis kan, bro?

Memangnya, apa sebenarnya yang dimaksud dengan NFT? Kalo lo mau lebih paham dengan jenis aset digital ini, mendingan lo baca artikel MLDSPOT kali ini sampai tuntas, bro!

Aset Digital yang Lagi Popular

Aset Non-fungible Token atau NFT mendadak jadi bahan pembicaraan. Penyebabnya banyak pihak yang menjual aset digitalnya dengan harga hingga miliaran rupiah. Meskipun udah ada dari tahun 2014, NFT kini semakin terkenal karena dianggap sebagai cara yang praktis buat membeli dan menjual karya seni digital.

Lalu, apa itu NFT? Well, kalo dalam ilmu ekonomi aset tersebut bisa ditukarkan dengan unit yang mudah dipertukarkan seperti uang. Tapi, apabila nggak bisa ditukar berarti objek tersebut memiliki sifat unik, bisa seperti rumah atau karya lukisan seperti Monalisa.

Sementara itu, dilansir dari laman Forbes.com, NFT adalah sebuah aset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti lukisan, seni musik, item dalam game, hingga video pendek. Aset tersebut dibeli dan dijual secara online, seringkali dibayar dengan cryptocurrency, dan umumnya dikodekan menggunakan software dasar yang serupa dengan aset crypto lainnya.

Nggak Punya Nilai Tukar

Crypto

Credit image - voi.id

Buat lo yang belum tau, satu NFT punya keunikan tersendiri dan dijual dengan harga yang berbeda, nilai sebuah aset NFT nggak bisa disamakan atau ditukarkan dengan aset NFT dan aset kripto lainnya. Aset semacam ini, bro, yang biasa disebut non-fungible (nggak bisa ditukarkan), berbeda dengan aset lainnya, seperti mata uang dollar AS, Ethereum, atau Bitcoin yang bersifat fungible.

Misalnya gini, lo jual mobil dengan harga Rp 500 juta, maka harga mobil tersebut bakal setara dengan 34.700 dolar AS (1 dolar AS = Rp 14.300) atau 18,34 Ethereum (1 Ethereum = Rp 27 juta).

Sementara itu, nilai 1 aset NFT yang dibeli dengan harga Rp 500 juta nggak bisa disamakan dengan mobil yang punya harga yang sama, uang senilai 34.700 dolar AS atau koin sebanyak 18,34 Ethereum tadi.

Kalo bisa ditarik kesimpulan, NFT adalah aset digital yang bisa dimiliki secara eksklusif oleh seseorang dengan nilai yang bervariasi tergantung orang yang menjualnya. Inilah yang membuat sebuah aset NFT biasanya dilego atau berpindah kepemilikan melalui mekanisme lelang di berbagai platform online, seperti Nifty Gateway, Valuables, Foundation, Christie's, dan lain sebagainya.

Keunikkan Kode yang Ada di NFT

Sebenarnya sama aja seperti instrumen investasi maupun aset pada umumnya, namun keunikannya NFT adalah sebuah aset digital yang bisa mewakili berbagai macam barang berwujud maupun nggak berwujud

Kode unik dalam NFT membuat tiap token sulit untuk direplikasi. Sehingga kemungkinan adanya NFT palsu jadi lebih sulit. Karena, setiap barang bisa dilacak data historisnya, mulai dari pemilik terakhir, pemilik pertama, hingga penerbitnya saat token dirilis.

Selain Itu, seri kode unik dalam NFT juga memungkinkan pegiat aset kripto, yang punya hobi koleksi barang jadi lebih mudah untuk melakukan verifikasi. Nah, perbedaan dari kode unik membuat NFT bersifat langka, dan bagi kolektor, melengkapi koleksi adalah suatu hal yang mutlak, bro.

Royalti untuk Pekerja Seni

Crypto

Credit image - voi.id

NFT memberikan kesempatan bagi pekerja seni buat dapetin royalti lebih besar. Bagi seniman, NFT bisa menghilangkan peluang munculnya pasar sekunder atau calo. Selain itu, NFT juga mengurangi jumlah pihak-pihak lain yang menjadi middleman dalam proses penjualan.

Aset digital ini nggak cuma buat gamer dan kolektor aja, tapi juga bisa digunakan oleh seniman untuk menjual karya seni mereka ke khalayak luas. Di luar itu, ada pula real estate atau developer perumahan yang pakai teknologi NFT untuk melakukan lelang rumah secara langsung ke publik.

Dengan menggunakan NFT, seniman juga bisa menerima royalti lebih besar melalui penjualan kembali. Ketika karya seni digital mereka dijual kepada pemilik baru, dari situlah pencipta karya bisa mendapat persentase keuntungan penjualan.

Meski terbilang baru, NFT adalah jenis aset digital yang udah lama diperjualbelikan oleh masyarakat.

Di tahun 2021 aja, keberadaan NFT semakin populer di kalangan investor. 

Kalo lo punya uang lebih dan suka investasi cryptocurrency, mungkin NFT bisa jadi pilihan yang tepat. Anyway, setelah baca artikel tentang NFT crypto, tentunya lo jadi lebih paham mengenai aset digital yang satu ini kan, bro?

 

 

Featured image - currency.com