Jurus Ampuh Biar Brand dan Produk Lo Gampang Diingat: Tagline! - MLDSPOT
  • Buzz
  • Jurus Ampuh Biar Brand dan Produk Lo Gampang Diingat: Tagline!

Jurus Ampuh Biar Brand dan Produk Lo Gampang Diingat: Tagline!

Tue, 17 November 2020
tagline jadi hal yang penting buat brand marketing biar konsumen langsung paham sama apa yang lo tawarkan, bro

Kalau lo masih ingat atau kelewat membaca artikel atau bahasan soal apa itu magic words – tenang lo masih bisa baca bahasan itu di sini. Soalnya, bahasan yang sekarang – bakal terkait banget sama soal magic words.

Buat lo yang sedang mencoba berbisnis, menjual produk atau jasa yang lo punya – apakah lo sudah punya tagline agar target konsumen lo mudah mengingat apa produk atau jasa yang ditawarkan? Kalau belum, tenang bro – lo sudah berada di halaman artikel yang tepat.

Mungkin sekarang ini di antara lo masih ada yang bingung apa itu tagline. Tagline adalah seni bermain dengan kata, menyusunnya sedemikian rupa, singkat dan jelas sehingga dalam beberapa susunan kata tersebut bisa merepresentasikan brand, produk atau jasa lo seperti apa.

Kalau secara visual – mungkin dengan mudah konsumen akan paham seperti apa brand, produk atau jasa yang lo tawarkan. Tapi bagaimana bisa konsumen mengerti bagaimana deskripsi brand lo hanya dengan kata-kata?

Dengan tagline semuanya bisa bro. Misalnya gini – seperti MLDSPOT, sebagai media yang hadir dan terus konsisten untuk memberikan dan menghadirkan inspirasi di setiap harinya – kita punya tagline Get Yourself Inspired’.

Hubungannya apa? Tagline tersebut sudah merepresentasikan apa itu MLDSPOT tanpa perlu panjang lebar gue kasih tahu ke lo. Dengan tagline tersebut, lo semua paham akan ke mana untuk mendapatkan inspirasi tiap harinya, pasti ke MLDSPOT.

Apa yang bisa lo pahami secara substance dari kebutuhan mempunyai tagline? Sebuah brand, produk atau jasa yang sedang lo manage itu perlu persona, bro. Salah satu cara untuk membangun dan me-maintain persona tersebut adalah dengan melekatkannya tagline.

Yes, itu adalah salah satu tujuannya dari mempunyai tagline. Lalu bagaimana merumuskan sebuah tagline? Satu hal yang paling fundamental adalah lo benar-benar paham sekali bagaimana brand, produk atau jasa seperti apa.

Dari sini, lo bisa rumuskan dengan berbagai tujuan – atau bisa lo sesuaikan dengan berbagai jenis tagline. Nah di bahasan kali ini, agar representasi atau persona dari brand, produk atau jasa yang lo punya bisa sesuai dengan jenis tagline-nya yang ada – lo perlu tahu dulu ada apa saja jenisnya!

Daripada lo makin penasaran dan menebak-nebak sendiri – sekarang, sila simak bahasan kali sampai habis buat mengetahui selengkapnya ya bro!

 

Jenis-Jenis Tagline

tagline jadi hal yang penting buat brand marketing biar konsumen langsung paham sama apa yang lo tawarkan, bro

Credit Image: spy.com

 

Tagline yang Deskriptif

Yang paling umum adalah tagline yang hanya menerangkan apa sebenarnya produk atau brand serta jasa yang lo tawarkan. Benar-benar memberitahu secara gamblang atau jelas apa produk yang mau lo tawarkan. Misalnya, untuk produk semprot nyamuk – biasanya tagline pasti tidak jauh dari kata-kata ‘anti nyamuk’ dan sebagainya.

Betul bro, tagline bisa sesederhana ini – justru, karena bentuk atau susunan katanya yang sederhana, konsumen lo bakal makin mudah mengingat. Terlebih jika didukung dengan visual yang mumpuni – secara tidak sadar, konsumen akan paham (untuk contoh obat nyamuk) kalau ruangannya mau anti nyamuk – pasti ia membeli produk tersebut.

 

Tagline yang Spesifik sampai Superlatif

Kenapa dua jenis tagline ini bakal dibahas secara bersamaan? Karena sebenarnya secara fungsi – jenis tagline ini sama-sama merepresentasikan keunggulan dari produk yang lo punya. Misalkan, lo punya produk minuman, lo bisa saja membuat tagline seperti ‘ahlinya penyegaran’ – misalnya ya bro!

Itu sebagai contoh saja. Substance nya adalah jenis tagline ini langsung memberikan persona kalau brand atau produk serta jasa yang lo tawarkan – memang yang paling unggul, yang paling bagus di antara kompetitor yang ada.

 

Tagline yang Imperatif

Jenis tagline yang satu ini cukup berbeda dari jenis lainnya yang sudah dijelaskan di atas sebelumnya. Tagline imperatif adalah susunan kata yang membuat konsumen lo melakukan sebuah aksi. Misalnya, lo punya produk minuman, tagline nya mungkin bisa seperti ini:

  • Nikmatin Aja, Bro!
  • Bisa Santai di Manapun!

Nah tagline dengan model atau jenis ini – sebenarnya merepresentasikan si brand atau produk dan jasa yang lo tawarkan itu memang cocok atau diperuntukan sesuai dengan aksi apa yang ada di tagline. Misalnya, dengan produk minuman, dengan minuman tersebut lo bisa santai di manapun – do you get the substance?

 

Tagline yang Provokatif

Nah yang satu ini adalah tipe tagline yang banyak digunakan oleh brand yang ada di Indonesia. Memainkan emosi, perasaan, sampai memancing logika untuk berpikir terlebih dahulu adalah substance atau inti dari tagline yang satu ini.

Cukup riskan memang menggunakan tagline dengan sifat provokatif. Namun tagline ini juga adalah salah satu jenis tagline yang mudah sekali mendapatkan perhatian konsumen. Well, mesti coba bongkar pasang susunan kata kalau mau coba pakai tagline yang provokatif.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo sudah paham dan siap mencoba menyusun kata sehingga jadilah tagline untuk brand atau produk serta jasa yang lo punya?

 

Feature Image – goodmenproject.com

UI/UX Writer jadi Posisi yang Fundamental di Era Industri Digital!

Mon, 23 November 2020
ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Jika lo berkecimpung di dunia bisnis terlebih bisnis yang lo jalankan menggunakan sosial media bahkan sampai ke website, ada baiknya lo mempunyai tim yang mumpuni di masing-masing bidangnya bro. Industri bisnis 4.0 ini membuat diri lo bisa bersaing dengan siapapun dan apapun.

Terlebih jika model atau bentuk bisnis lo adalah sebuah start up. Bentukan bisnis seperti start up membutuhkan beberapa orang yang profesinya mungkin jika ditelisik, nggak semua orang akrab dengan profesinya, salah satunya adalah UI/UX Writer.

Betul bro, kata writer di profesi itu adalah memang bisa diartikan sebagai penulis. Namun bukan sembarang penulis. Jika sekarang lo malah bertanya pada diri lo apakah lo membutuhkan orang dengan profesi seperti itu, jelas jawabannya adalah butuh.

Kemajuan start up lo untuk bisa dikenal oleh banyak kalangan dan bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar lagi untuk berkembang bisa dipengaruhi oleh hasil karya dari seorang UI/UX writer. Memang profesi ini sebenarnya ngapain sih?

Di internet sendiri – masih banyak lho yang salah mengartikan siapa UI/UX writer ini. Tidak sedikit mereka di luar sana yang mengartikan profesi ini sama dengan seperti Content Strategist, Content Designer dan masih banyak istilah lainnya.

Padahal, semua istilah yang disebutkan tadi – cukup mempunyai perbedaan yang begitu siginifikan terkait dengan UI/UX writer. Lalu sebenarnya itu profesi yang seperti apa sih? Daripada lo penasaran sendiri, sekarang sila simak bahasan kali ini sampai habis buat mengetahui selengkapnya ya!

 

Kenalan Sama UI/UX Writer!

ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Credit Image: unsplash.com

 

ui/ux writer adalah seseorang yang mampu membuat konsumen nyaman di website yang ia masuki, terlebih sampai tujuan pebisnisnya tercapai, konsumen beli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut

Credit Image: facemweb.com

Sebelum lo tahu seperti apa profesi yang satu ini, hal fundamental yang perlu lo ketahui terlebih dahulu itu adalah apa itu UI/UX. Kalau dari singkatannya UI adalah User Interface dan kalau UX adalah User Experience.

Dua hal tersebut adalah hal yang bakal dilihat pertama kali oleh konsumen jika produk atau jasa yang lo tawarkan berada di internet, berbentuk konten website dan segala hal terkait lainnya. Berbagai elemen terkait dengan UI, seperti layar, layar sentuh, keyboard bahkan sampai output suara menjadi hal yang penting di tampilan tersebut.

Kalau user experience adalah hal-hal yang bisa dialami dan dirasakan oleh konsumen begitu mereka masuk ke dalam website, sampai mereka akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau jasa yang lo tawarkan atau mereka keluar begitu saja dari website bisnis lo.

Nah, agar semua tujuannya tercapai, terlebih dari lo sebagai pebisnis, yang lo mau adalah pastinya konsumen dengan nyaman bisa berlama-lama di website yang lo punya, dan mereka sibuk memilih produk mana yang bakal dibeli, betulkan?

Supaya mereka, para konsumen lo nyaman, mudah mengerti apa yang ada di dalam website, UI/UX writer adalah orang yang bisa mengarahkan konsumen lo itu, mendapatkan kenyamanan tersebut dari kata-kata yang ia buat di dalam website.

Dibantu dengan visual yang mumpuni juga, seorang UI/UX writer punya tanggung jawab untuk membuat konsumen yang datang ke dalam website lo, mengerti apa yang lo jual baik produk atau jasa – dan akhirnya mereka membeli sesuatu di dalamnya.

Hal ini juga terkait dengan datangnya mereka kembali ke website lo karena mereka nyaman dengan segala apa yang mereka lihat dan yang mereka rasakan. This is what UI/UX writer do, bro. Membuat konsumen lo nyaman dan terus membeli produk atau jasa yang ada di dalam website tersebut.

Segala directions, baik yang ada di tombol, yang ada di banner utama, tulisan yang ada di menu utama – hampir semua elemen di dalam website yang menggunakan kata-kata – UI/UX writer lah yang bertanggung jawab.

Percaya atau nggak bro – dengan memberikan kata-kata yang tepat, pasti konsumen bakal semakin mudah mengerti dan nyaman di dalam website untuk melihat-lihat dan sampai membeli produk atau jasa yang lo tawarkan.

Memang sih UI/UX writer tidak bisa sendirian mengerjakan hal itu semua. Mesti ada designer yang membantunya menciptakan visual yang appealing juga bro. Jadi semuanya makin mudah dimengerti dan membuat siapapun yang datang ke website tersebut nyaman.

Coba refleksikan kepada diri lo sendiri, jika lo datang atau masuk ke dalam sebuah website, lalu kata-kata di dalam menu atau di manapun yang ada di website itu tidak jelas, pasti lo langsung membuang ketertarikan lo dan menutup halaman website tersebut kan?

Untuk menghindari hal tersebut, lo membutuhkan UI/UX writer yang mumpuni. So now do you get what I mean about this, hmm?

 

Feature Image – learn.g2.com