Dress Like Ne Yo!

Wed, 31 December 2015

Ne-Yo, penyanyi dan penulis lagu yang terkenal lewat hits ‘So Sick’ ini punya transformasi gaya baru dalam berpakaian. Kalau sebelumnya, Ne-Yo lebih sering mengadopsi gaya R&B dan hip-hop, sekarang Ne-Yo punya gaya yang lebih dewasa. Intip gaya berpakaian terbaru Ne-Yo yang bisa jadi referensi menarik untuk gaya pakaian Urbaners sehari-hari.

Kunci Gaya Berpakaian Ne-Yo: Topi

Ne-Yo menempatkan topi sebagai kunci penting dari gaya berpakaiannya. Kebanyakan cowok lainnya hanya mengenakan beanie dan topi baseball, Ne-Yo malah memilih untuk menggunakan fedora yang membuat Ne-Yo bergaya 60an. Karena topi adalah bagian penting dari gayanya, Ne-Yo sampai pernah diajak berkolaborasi dengan pembuat topi tertua di Amerika, The Boltman Hat Company. Ne-Yo berkolaborasi membuat koleksi topi dengan nama brand Francis Ellargo. Hasilnya, koleksi topi Ne-Yo ini sukses dan menjadi representasi gaya modern.

Untuk bergaya seperti Ne-Yo yang Urbaners butuhkan adalah kemampuan memadukan pakaian dengan topi yang tepat. Contek bagaimana Ne-Yo memadukan pakaiannya dengan topi di inspirasi gaya Ne-Yo berikut.

Inspirasi Gaya Ne-Yo

Untuk gaya pertama, lo bisa padukan celana panjang abu-abu dengan blazer hitam. Tambahkan kemeja putih dan sepatu hitam untuk melengkapi gayamu. Jangan lupa juga pakai topi trilby hitam sebagai bagian penting dari gaya Ne-Yo. Gaya ini bisa lo pakai untuk acara semi-formal sampai formal.

Untuk gaya kedua, lo bisa memadukan waistcoat dengan celana jeans, kemeja, dan dasi. Ne-Yo kembali membawa waistcoat yang sudah terlupakan dalam gaya berpakaiannya. Vest dapat lo gunakan ketika ingin tampilan smart-casual dan bisa digunakan di siang atau malam hari. Jangan sampai lupa mengenakan topi, untuk tampilan ini lo bisa pilih driver cap denim yang akan membuat tampilanmu terlihat lebih casual.

Terkadang ada beberapa hari lo memilih untuk tampil casual dan nggak mau ribet, lo bisa contek gaya ketiga untuk tampilan yang lebih casual. Padukan baju Henley lengan panjang, celana panjang, dan sepatu sneakers. Jangan pilih paduan dengan warna mencolok, pastikan warnanya cocok untuk dipadupadankan. Lo bisa menambahkan topi yang lo rasa cocok dengan gaya ini.

Ne-Yo memang sudah terbukti bisa menciptakan hits lagu keren yang easy listening, baik ketika dia yang menulis lagunya ataupun hanya sekadar menyanyikannya. Gimanapun juga kalau soal gaya berpakaian, Ne-Yo telah berkembang ke arah yang klasik dan timeless. Terinspirasi dari Frank Sinatra, Sammy Davis Jr, dan Dean Martin, Ne-Yo bisa jadi contoh yang bagus untuk lo yang ingin mengubah gaya berpakaian ke arah yang lebih dewasa.

 

 

Ne Yo!
Shaffer Chimere Smith adalah nama asli Ne-Yo. Ne-Yo dilahirkan di Camden, Arkansas pada 18 Oktober 1979.

Inspiration : The Matrix
Nama Ne-Yo berasal dari nama tokoh di film The Matrix, Neo. Produsernya, Big D Evans, mengatakan Ne-Yo melihat musik sebagaimana Neo, dalam film The Matrix, melihat universe.

Keluarga Seniman
Ne-Yo berasal dari keluarga multi kultural, ayahnya keturunan Afrika-Amerika, sedangkan ibunya adalah paduan antara Afrika-Amerika dan keturunan Amerika-Tiongkok. Keduanya adalah musisi.

Ada 4 Hal Menarik Dibalik Istilah Vintage Fashion: Nggak Melulu Soal Retro, Bro!

Wed, 30 September 2020
berikut 4 hal yang mesti lo ketahui dibalik istilah vintage fashion

Siapa bilang kalau laki-laki tidak memperhitungkan penampilan? Supaya enak dilihat, jelas lo perlu benar-benar memperhatikan penampilan lo dengan baik. Oleh karena itu, jangan sampai ketinggalan buat mengetahui tren fashion yang sedang berjalan!

Bicara soal tren fashion – sebenarnya, bisa dikatakan kalau tren itu hanya berputar pada satu circle yang sama. Mungkin yang jadi pembeda adalah kemajuan teknologi dalam membuat dan memproses karya fashion tersebut.

Maka dari itu, khususnya buat laki-laki ya – tren fashion sepertinya tidak jauh-jauh dari seperti apa yang sedang berjalan. Lalu pertanyaannya, buat lo yang tidak mau ambil pusing dengan tren fashion yang sedang berjalan tapi tetap ingin tampil stylish – bagaimana caranya ya?

Salah satu solusi untuk menjawab pertanyaan atau keresahan yang sudah disampaikan di atas adalah menjadikan vintage fashion kiblat penampilan lo. Vintage fashion dikenal sebagai salah satu gaya tampilan yang timeless – artinya, mau kapanpun diterapkan, pasti akan terlihat oke-oke saja.

Akan tetapi, konsep vintage fashion ini terkadang terjadi miskonsepsi dengan konsep fashion lainnya yaitu retro. Vintage fashion tidak melulu soal retro, bro – bahkan, terkadang jika ditelisik lebih dalam, vintage fashion lebih dari sekedar retro.

Nah, biar nggak salah kaprah soal konsep vintage fashion yang sebenarnya – lo bisa simak bahasan kali ini buat mengetahui selengkapnya ya!

 

Suka Pakai Barang Second

berikut 4 hal yang mesti lo ketahui dibalik istilah vintage fashion

Credit Image: revivalvintage.co.uk

Tidak semua orang ingin menyimpan semua pakaian yang dimilikinya. Pasti ada momen di mana seseorang tersebut menjual atau bahkan memberikan sebagian dari koleksi pakaiannya. Nah, konsep vintage fashion ini salah satunya menganut membeli barang bekas.

Barang bekas, pakaian yang masih bisa dikenakan, tentu jadi salah satu style tersendiri jika memang benar-benar bisa memadupadankannya. Bahkan, pakaian second tersebut kerap untuk dimodifikasi lagi sehingga inilah yang membuat konsep vintage fashion semakin kuat.

Walaupun branded – atau berasal dari brand atau merk terkenal, namun kondisinya sudah bekas atau second – ini yang menjadikan vintage fashion lebih berkarakter. Untuk memilih pakaian bekasnya saja ada seninya tersendiri. Terkadang, seni itu disebut dengan istilah thrifting.

 

Vintage Juga Bukan Antik

Pada umumnya ya, item-item fashion hanya digunakan sampai batas waktu tiga tahun saja. Tapi dengan sistem atau konsep thrifting – tidak menutup kemungkinan kalau lo bisa menemukan item-item yang sudah lama sekali tapi kondisinya masih bagus.

Nah, cukup beda untuk dengan konsep antik, ya. Walau mirip dengan vintage fashion – tapi jelas berbeda dengan antique fashion bro. Hal ini dikarenakan oleh aksen dari masing-masing fashion itu sendiri.

Antik biasanya menganut paham-paham berpakaian di abad-abad 17-18. Nah, kalau vintage sendiri, baru mulai di abad 19-20 ini. Jadi jika ada yang bilang sama – mungkin beberapa aksennya iya, tapi jelas sebenarnya berbeda.

 

Nggak Selalu Dari Thrifting

berikut 4 hal yang mesti lo ketahui dibalik istilah vintage fashion

Credit Image: hipwee.com

Walau cukup sulit mendapatkannya selain dari thriftingvintage fashion sebenarnya juga tidak melulu soal mencari baju atau pakaian-pakaian di thrift shop sih. Bisa saja lo mendapatkan item-item tersebut dari peninggalan-peninggalan keluarga lo.

Dan lo bisa mengakomodir atau bisa memadupadankan hal tersebut menjadi penampilan yang menarik. Hal ini bisa masuk ke penilaian vintage fashion, lho.

 

Ada Nilai Sejarahnya

berikut 4 hal yang mesti lo ketahui dibalik istilah vintage fashion

Credit Image: carlthompson.co.uk

Nah ini yang lumayan penting, bro – salah satu hal yang kental sekali dengan vintage fashion adalah nilai sejarah dari item fashion tersebut. Ini bakal jadi salah satu penilaian terpenting dari vintage fashion sih – di mana nilai estetika sejarahnya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penampilan atau bentukan dari item fashion itu sendiri.

Wah bagaimana nih bro? Dari deretan penjelasan yang sudah disampaikan di atas – apakah lo sudah paham bagaimana dengan konsep vintage fashion? Kalau lo sudah paham, lo bisa menerapkannya dengan baik ya!

 

Feature Image – revivalvintage.co.uk