• Fashion
  • Berapa Penghasilan Fashion Blogger di Instagram?

Berapa Penghasilan Fashion Blogger di Instagram?

Wed, 26 October 2016

Berbagai perkembangan yang terjadi di era digital bukan main hebatnya. Coba lihat betapa meluasnya lapangan pekerjaan yang ada. Sekarang, banyak banget orang yang memanfaatkan berbagai platform di internet untuk mendapat penghasilan, salah satunya dengan menjadi fashion blogger di Instagram. Biasanya, mereka bakal mendapat endorse dari berbagai merek fashion. Setiap produk yang dikenakan dan di-post bakal dibayar dengan jumlah tertentu. Menarik banget, kan?

 

Tergantung dari Beberapa Hal

Baru-baru ini, media internasional Mashable berbicara dengan perwakilan agensi influencer marketing, yakni agensi yang mempertemukan brands dengan bloggers, vloggers, dan influencer. Dari obrolan tersebut, diketahui bahwa biaya untuk setiap postingan tergantung dari banyak hal. Beberapa di antaranya adalah target audiens brand, platform yang digunakan, serta tingkat engagement sang influencer dengan para follower-nya.

Melalui konten hasil kolaborasi bersama suatu brand, seorang influencer bisa mendapatkan penghasilan mulai angka US$110 (sekitar Rp 1,4 juta) hingga US$11.006 (sekitar Rp 143 juta). Ada seorang influencer dengan 1,3 juta follower di Instagram yang mendapat penghasilan sebanyak US$6,104 (sekitar Rp 79,4 juta) untuk satu postingan. Bahkan ada brand lain yang rela membayar US$20,749 (sekitar Rp 270 juta) agar seorang bintang televisi mau mem-post brand mereka ke dalam beberapa postingan.

 

Para Artis Hollywood Juga Ikutan

Sebetulnya, siapa yang disebut dengan fashion blogger atau influencer di Instagram? Well, bisa dibilang mereka adalah orang yang mempunyai followers banyak dan engagement kuat dengan followers. Bahkan Keluarga Kardashian pun termasuk salah satu di antaranya, dengan harga US$400,000 (sekitar Rp 5 miliar) untuk setiap postingan di Instagram. Biasanya, brand yang meng-hire mereka nggak jauh dari makeup, clothing, dan musik.

 

Penjualan Brand Meningkat Pesat

Keuntungan besar tersebut nggak cuma didapatkan oleh influencer, tetapi juga brand. Pada tahun 2014, sebuah online shop bernama Nordstrom.com berhasil meningkatkan penjualan hingga US$1 juta (sekitar Rp 13 miliar) setelah menggunakan jasa influencer dari fashion blogger bernama Rachel Parcell. Ada pula Christine Andrew yang meningkatkan likes hingga 107% setelah ia “tampil” di postingan Instagram milik salah satu online shop internasional, neimanmarcus.com.

Sepertinya profesi sebagai fashion blogger atau influencer di Instagram sangat menjanjikan, nih. Sebelum mengikuti jejak mereka, sebaiknya lo survei dulu gaya fashion seperti apa yang mengundang perhatian orang. Baru setelah itu fokus untuk meningkatkan followers. Semoga berhasil, ya!

 

 

Sources: Mashable.com, Cosmopolitan.com

Muklay dan Sentuhan Imajinatif pada Karya Visual

Tue, 23 June 2020
Muklay mengenakan topi merah sedang berpose tersenyum di depan lukisannya

Pria bernama Muchlis Fachri atau biasa dikenal dengan Muklay sudah aktif di dunia seni selama lebih dari 10 tahun. Lulusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta ini semakin dikenal berkat titelnya sebagai Forbes Indonesia 30 Under 30 di tahun 2020. Bukan pencapaian yang mediocre, kesuksesan Muklay berasal dari keberhasilannya dalam menemukan identitas dan ciri khasnya serta kejeliannya dalam mengobservasi tren pasar.

 

Ide Bisnis dari Karya Seni

Muklay sedang menggoreskan kuas di atas kanvas yang dipenuhi lukisan warna-warni

Sama seperti kebanyakan seniman lainnya, Muklay sudah memiliki bakat dan minat melukis sejak kecil. Tetapi, yang membuat Muklay berbeda dari seniman lainnya adalah kemampuannya untuk menjadikan minat seninya sebagai ide bisnis sedari masa SMP. Semua bermula dari kebiasaannya untuk melukis sneakers teman-temannya. Dari sana, ia bisa Rp200.000 per komisi. Uangnya dihabiskan lagi untuk membeli keperluan melukis dan sneakers baru.

Masa sekolahnya juga sampai sekarang masih jadi acuan seni bagi Muklay. Dulu, karya dari Darbotz dan Tokidoki sedang populer. Kedua gaya seni ini menggabungkan street style dengan animasi kartun, dua aspek yang terlihat jelas dalam setiap artwork Muklay.

Tetapi, itu saja nggak cukup. Menurut Muklay, memasarkan karya seni merupakan skill yang paling penting bagi seniman agar bisa mendapatkan profit. Profit ini juga yang membuat para seniman tetap aktif berkarya. “Seni bisa jadi ladang bisnis. Lo bisa bikin merchandise karena penjualannya bisa global. Kalau visual art cuman bisa dijual di kalangan tertentu, merchandise jadi wearable art yang menjangkau semua orang,” imbuh Muklay.

 

Sneakers Sebagai Sumber Inspirasi

Muklay sedang duduk di dalam studionya, terlihat koleksi sneakers

Kalau diteliti lebih dalam lagi, sebetulnya bakat seni Muklay berakar dari kecintaannya terhadap sneakers. Betul, Muklay is a sneakerhead! Studionya bahkan dipenuhi oleh koleksi sneakers warna-warni. Begitu pula dengan karya seninya, Muklay sudah sering melukis sneakers-sneakers dari brand Nike, Adidas, Vans, dan Converse.

Muklay sendiri terkenal karena kemampuannya dalam memadukan warna-warna bold, tanpa membuatnya terlihat norak. Quirky street style, deskripsi yang cocok untuk artwork Muklay. Untuk ini, Muklay sepenuhnya terinspirasi dari sneakers scene. Ia selalu membeli sneakers berdasarkan warna-warnanya, apakah kombinasi warnanya sudah tepat atau belum. Dari sini, ia pun bisa mengasah instingnya dan memasukkannya ke dalam karya-karya seni khas Muklay.

Peran sneakers juga dirasakan oleh Muklay saat ia harus bersosialisasi di kalangan seniman lainnya. Meski setiap seniman ini dibedakan berdasarkan jenis seni masing-masing, tetap saja Muklay merasa kalau kecintaannya terhadap sneakers menjadi penghubung. Sneakers dijadikan sebagai conversation starter, apalagi mengingat popularitas sneakers yang kini semakin meningkat, dinikmati oleh berbagai kalangan.

 

Melebarkan Sayap Lewat Kolaborasi

Muklay mengenakan ensemble warna-warni sedang duduk di atas bangku putih

Muklay mengungkapkan bahwa kini ia memiliki 3 model bisnis. Pertama, exhibition untuk memproduksi karya seni sebebas mungkin. Kedua, komisi sebagai sumber pendapatan utamanya. Ketiga, kolaborasi sebagai marketing tool. Melalui kolaborasi inilah nama Muklay semakin dikenal dan diperhitungkan sampai ke seluruh dunia.

Nggak main-main Bro, Muklay sudah pernah berkolaborasi bersama Uniqlo untuk desain T-shirt sekaligus menjadi ambassador brand fashion asal Jepang ini. Kemudian, karya Muklay juga sempat viral berkat grup musik RAN yang mengenakan pakaian hasil lukisan Muklay di acara penutupan Asian Games 2018 dan AMI Awards 2018.

Sementara itu, Muklay juga terus aktif berkolaborasi bersama brand lokal dan internasional lainnya, contohnya seperti Dufan, Lock&Lock, Gramedia, Xiaomi, Pepe Jeans, dan Citilink. Muklay juga ikut kolaborasi sama MLDSPOT lewat Instaclass: Live Sketch 10 Juni lalu, di mana Muklay sketch bareng bersama audiens juga. Menurutnya, seni bukanlah ajang kompetisi, melainkan ajang kolaborasi untuk bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi, terutama di kala PSBB ini #MumpungLagiDirumah.

 

 

 

 

Sources: Detik Hot, Manual, Kumparan.