• Food
  • Fancy Food Shows 2016 Tempat Trend Makanan Dunia Dibuat

Fancy Food Shows 2016 Tempat Trend Makanan Dunia Dibuat

Thu, 14 July 2016

Apa ada festival makanan terbesar selain Fancy Food Shows 2016? Nggak ada. Fancy Food Shows 2016 ini diadakan setiap tahunnya dan dihadiri 46 ribu para penggiat kuliner dari seluruh Amerika Serikat bahkan dunia. Festival yang telah dihelat pada 26 Juni sampai 28 Juni 2016 kemarin ini mampu menyedot 4000 pengunjung selama 3 hari. Selain itu ada total 180 ribu produk makanan maupun minuman yang dijual.

Nah sekarang kita nggak akan membahas bagaimana jalannya festival makanan dan minuman tersebut. Tetapi membahas apa saja makanan dan minuman yang akan booming di tahun 2016 ini. Simak ya Urbaners.

 

Pacific Pickle Works Brussizzle Sprouts

Pada tahun 2015 lalu, acar dan sayuran yang difermentasi secara higienis banyak sekali peminatnya. Makanan tersebut juga menjadi salah satu yang dicari di Fancy Food Shows 2016. The Brussizzle Sprouts ini membuat acar dan sayuran dengan nama Pacific Pickle Works, yang menjadi daya tarik sendiri. Banyak sekali orang yang rela antri berjam-jam demi mendapatkan semangkuk acar yang sangat lezat ini.

 

Rhythm Superfoods Naked Beet Chips

Lo tahu buah Bit? Buah yang bewarna ungu ini memang sangat teramat nggak terkenal. Buah Bit ini biasanya dibuat sebagai obat untuk orang diabetes, jadi wajar jika lo nggak tahu. Nah di Fancy Food Shows 2016 ini ada salah satu stan makanan yang menjual buah Bit yang dicampur dengan keripik. Namanya adalah Naked Beet Chips dari Rhythim Superfoods. Buah bit ini diyakini dapat membuat sehat dan juga melancarkan peredaran darah.

 

Beehive Cheese Company's Barely Buzzed

Selanjutnya ada minuman kopi yang dicampur dengan keju segar + espresso. Biasanya lo nggak suka espresso karena rasanya yang sangat pahit, sekarang perusahaan asal Irlandia Beehive Cheese Company ini membuat kopi espresso yang dicampur keju. Kopi yang sangat cocok diminum di pagi hari ini bakal membuat lo semangat menjalani hari.

Itu adalah beberapa makanan dan minuman yang booming di Fancy Food Shows 2016. Stan makanan mereka bertiga ini sangat banyak diburu oleh pengunjung. Kita tunggu saja peluncurannya di Indonesia ya.

 

Source: usnews.com

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.