• Food
  • 3 Tips Makan Puas Maksimal di Restoran All You Can Eat

3 Tips Makan Puas Maksimal di Restoran All You Can Eat

Tue, 30 July 2019
3 Tips Makan Puas Maksimal di Restoran All You Can Eat

Restoran all you can eat jadi salah satu rujukan banyak orang saat sedang ingin makan puas. Hanya dengan membayar dalam jumlah yang sudah ditentukan, lo sudah bisa menikmati seluruh makanan dan minuman yang disajikan di buffet restoran.

Namun, yang sering terjadi justru banyak orang merasa kenyang duluan, padahal mereka baru mengambil sedikit makanan. Tentunya bakal sayang banget, kan, Urbaners? Untuk itu, bagi lo yang berencana makan di restoran all you can eat, simak dulu beberapa tips ini biar lo bisa makan puas maksimal!

 

Jangan datang dengan perut kosong

Coba semuanya dalam porsi kecil

Masih banyak orang yang berpikir bahwa jika datang ke restoran all you can eat dengan perut kosong, maka mereka bisa makan lebih banyak. Apa lo juga berpikir hal yang sama, Urbaners? Nyatanya, kalau lo nggak makan apa pun selama beberapa saat, bahkan sampai merasa kelaparan, lambung justru bisa menyusut. Akibatnya, lo jadi nggak bisa makan terlalu banyak.

Jadi, sebelum berangkat ke restoran all you can eat, sebaiknya lo tetap mengisi perut dengan makanan ringan dan kaya serat. Misalnya buah-buahan atau sereal. Makanan seperti ini bisa membantu melancarkan pencernaan sehingga lo pun bisa menikmati lebih banyak makanan.

 

Prioritas ambil makanan

Jangan datang dengan perut kosong

Begitu sampai di restoran all you can eat, langsung datangi buffet dan lihat menu apa saja yang disajikan. Persempit “wilayah jajahan” lo dengan memilih makanan yang paling utama dulu biar lo nggak kehabisan dan menyesal. Biasanya, makanan yang cukup diincar adalah biasanya daging atau seafood. Dengan begini, lo bisa lebih puas makan di restoran all you can eat.

 

Coba semuanya dalam porsi kecil

Prioritas ambil makanan

Menikmati makanan mahal terlebih dulu bukan berarti lo nggak perlu mencoba menu yang lain, lho. Sebetulnya memang tergantung preferensi lo, tapi apa nggak sayang lo sudah bayar cukup mahal tanpa menikmati semua menu secara rata?

Nah, kunci agar lo bisa menikmati seluruh menu di restoran all you can eat adalah mengambilnya dalam porsi kecil. Jadi, lo bisa menghindari kekenyangan di tengah sesi makan. Selain itu, lo juga nggak bakal membuang makanan. Masalahnya, beberapa restoran all you can eat menerapkan sistem charge jika ada makanan yang sudah lo ambil tapi nggak habis dimakan.

 

Selain ketiga tips di atas, usahakan juga untuk menghindari minuman banyak kalori seperti sirup atau soda karena bisa membuat perut terasa cepat penuh. Minumlah air mineral untuk melancarkan kerongkongan. Selamat makan, Urbaners!

 

 

Sources: liputan6.com, kumparan.com

Filosofi Sosok Muhammad Aga dalam Meracik Secangkir Kopi

Tue, 07 July 2020
Muhammad Aga sedang memegang secangkir kopi

Kopi sudah jadi minuman wajib orang Indonesia. Mungkin lo juga salah satu tipe orang yang nggak bisa senyum sebelum menenggak secangkir kopi di pagi hari. Dalam dunia kopi, nama Muhammad Aga sudah nggak asing lagi di telinga, apalagi di mata. Nggak heran Bro, Aga sendiri sudah lama berkiprah sebagai barista dan pernah membintangi film “Filosofi Kopi”. Ayo kenalan dengan Muhammad Aga dan tentang filosofinya dalam mencintai kopi #MumpungLagiDirumah.

 

Dari Musik ke Biji Kopi

Muhammad Aga mengenakan setelan jas hitam dengan topi hitam

Siapa yang sangka kalau barista unggulan Indonesia ini lulusan jurusan musik di Institut Kesenian Jakarta? Sebelum akhirnya jatuh cinta dengan dunia barista, Aga benar-benar fokus dalam mengembangkan karir band Rockabilly miliknya, bahkan sudah beberapa kali manggung di luar Jakarta. Justru dari komitmennya dalam menghidupi band tersebut, Aga akhirnya bekerja paruh waktu sebagai barista di Dante Coffee Kelapa Gading.

Sepanjang tahun 2009 hingga 2012, Aga semakin mendalami teknik meracik kopi. Dimulai dengan belajar secara otodidak lewat internet, komunitas, dan workshop. Walau sekarang sibuk mengelola kedai kopi S.M.I.T.H dan Harapan Djaya, tetap saja Aga masih suka jamming session dengan teman-temanya, Bro.

 

Pentingnya Koneksi

Muhammad Aga sedang melakukan latte art dengan teknik pouring

Kalau lo bingung bagaimana caranya seorang barista bisa jadi eksis seperti Aga dan sampai masuk ke layar lebar, jawabannya adalah koneksi. Menurut Aga, kopi menghubungkannya dengan orang-orang influential yang berjasa dalam perjalanan karirnya.

Seperti pertemuannya dengan Hendri Kurniawan di sebuah kontes barista, di mana Hendri tertarik dengan kopi racikan Aga dan menjadi mentornya. “Doi adalah teman sharing gue dan yang merekomendasikan berbagai kafe ke gue. Makanya gue bisa sering pindah-pindah.”

Dari koneksinya dengan Hendri, Aga juga dipertemukan dengan Angga Dwimas Sasongko dan ikut bergabung ke proyek Filosofi Kopi. Terkesan nggak nyambung, tetapi perannya di Filosofi Kopi melambungkan nama Aga dan mempermulus karirnya. “Ujung-ujungnya proses bikin usaha sendiri bakal lebih mudah karena kenalan gue udah banyak.”

 

Mengharumkan Nama Indonesia di Jenjang Internasional

Muhammad Aga memegang piala dan seritifikat untuk partisipasinya dalam World Barista Championship 2018

Salah satu kehebatan Aga adalah prestasinya yang sudah berhasil menjadi juara berbagai kompetisi barista. Bermula sejak tahun 2012 ketika Aga menjadi juara satu Latte Art Throwdown Competition. Lanjut dengan Indonesian Barista Competition 2013 dengan posisi kelima dan memulai kiprah internasionalnya melalui ASEAN Barista Competition di posisi ketujuh.

Sampai di tahun 2018, Aga dipilih menjadi finalis dari Indonesia untuk maju dalam kompetisi World Barista Championship di Amsterdam. Bukan sekadar menyeduh kopi saja, Aga juga harus mempersiapkan setiap bahan yang dibutuhkan untuk meracik espresso, cappuccino, dan signature beverages.

Walau gagal untuk masuk ke semifinal, tetapi prestasi Aga masih sangat membanggakan untuk bisa memperlihatkan kemampuannya sebagai barista dan menunjukkan cita rasa luar biasa dari biji kopi lokal. “Tapi tidak apa-apa, setidaknya saya dapat pengalamannya, dapat ilmunya, dapat temannya, dapat banyak hal, lah.”

 

Lebih dari Secangkir Kopi

Muhammad Aga mengenakan kemeja putih sedang menuangkan kopi ke gelas

Teknik saja nggak cukup untuk bisa meracik secangkir kopi yang nikmat. Filosofi kopi dari Aga adalah untuk mengenal hingga ke akarnya. Seperti kebiasaan travelling Aga ke kebun kopi, di Indonesia dan luar negeri, sambil berbincang dengan petani kopi di sana. Dengan begitu, Aga bisa melihat permasalahan yang ada dan memberikan input-nya kepada petani kopi agar bisa memproduksi biji kopi seperti yang ia mau.

“Kopi itu, value-nya banyak, ya. Saya kenal banyak orang juga dari kopi, saya hidup dari situ.” Jadi, next time lo ngopi bareng, coba resapi pahitnya kopi dengan manisnya koneksi bersama teman-teman lo. It’s not just a cup of coffee!

 

 

 

Sources: Cleo, Kumparan, Genmuda.