Punya Bisnis Kuliner: Ini Manfaat Promosi Pakai Food Photography! - MLDSPOT
  • Food
  • Punya Bisnis Kuliner: Ini Manfaat Promosi Pakai Food Photography!

Punya Bisnis Kuliner: Ini Manfaat Promosi Pakai Food Photography!

Tue, 29 September 2020
Ini manfaat buat lo menggunakan strategi food photography buat bisnis kuliner lo

Bisnis kuliner adalah salah satu jenis bisnis yang timeless. Semua orang butuh makan, semua orang akan datang ke restoran atau kedai yang lo kelola. Walau begitu, strategi marketing mesti tetap diterapkan. Yang mengelola bisnis kuliner tidak hanya lo seorang, banyak di luar sana yang juga ikut terjun di jenis bisnis yang satu ini.

Pertanyaannya adalah bagaimana bisnis kuliner lo jadi yang beda daripada yang lain?

Kalau lo punya pertanyaan yang sama, tenang – lo tidak usah bingung karena lo sudah berada di halaman artikel yang tepat. Di bawah ini nanti – akan dibahas salah satu strategi pemasaran atau marketing dari bisnis kuliner.

Kira-kira apa strateginya? Salah satu strategi yang bisa diterapkan di bisnis kuliner lo adalah food photography. Apa itu food photography? Secara singkat dan definisi di layer pertama, food photography adalah foto-foto yang menjadikan makanan dan minuman menjadi objek utamanya.

Diatur sedemikian rupa, food photography ditujukan untuk membuat ‘ngiler’ siapapun yang melihatnya, sehingga tertarik untuk mencoba makanan atau minuman yang jadi objek foto tersebut. Lalu bagaimana ini semua akan bersinergi dengan bisnis kuliner lo?

Tenang-tenang, segala pertanyaan lo akan dijawab di bawah ini. Dari alas an mengapa harus strategi food photography sampai ke deretan manfaat yang bisa lo dapat dari strategi ini. Penasaran? Daripada menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Kenapa Mesti Food Photography?

Ini manfaat buat lo menggunakan strategi food photography buat bisnis kuliner lo

Credit Image: 3dinteractiveimaging.com

Perlu diakui peribahasa ‘dari mata turun ke hati’ ada benarnya juga, bro. Kalau untuk food photography – mungkin peribahasanya akan berubah menjadi ‘dari mata turun ke hati dan turun ke perut’ sehingga siapapun yang melihatnya menjadi tertarik dan penasaran untuk mencoba.

Akan tetapi, untuk gaining trust dari mereka yang sudah tertarik dan ingin mencobanya – begitu mereka masuk ke dalam restoran lo, apa yang mereka lihat – itulah yang mereka ekspektasikan dari menu yang sudah lo tawarkan dan tampilkan.

Fenomena ini bisa disebut juga dengan visual hunger – di mana hasil foto makanan atau minuman lo benar-benar bisa membuat siapapun yang melihatnya tergiur, dan akhirnya datang ke restoran dan memesan menu dari foto yang lo tampilkan.

Soal trik food photography – mungkin ini akan dibahas di ulasan atau artikel terpisah. Karena dibawah ini, ada beberapa manfaat buat lo yang akan menggunakan strategi ini untuk bisnis kuliner yang sedang lo jalankan.

 

Buku Menu Jadi Lebih Engaging

Ini manfaat buat lo menggunakan strategi food photography buat bisnis kuliner lo

Credit Image: canva.com

Manfaat pertama yang bisa lo dapatkan saat memilih strategi ini untuk diterapkan di bisnis kuliner lo adalah buku menu yang lo punya bisa jadi lebih engaging. Hal ini jelas terkait dengan foto-foto menu yang lo punya, bisa ditaruh di buku menu sehingga setiap orang yang melihat, tentu akan tergiur untuk mencoba memesan menu tersebut.

Penempatan fotonya tidak hanya bisa di buku menu saja, sih. Lo bisa menaruhnya di banner, poster, brosur atau postingan sosial media dan segala kebutuhan untuk pemasaran atau marketingnya. Kalau kontennya sudah oke, pasti dilirik sama banyak orang sih bro.

 

Stronger Branding Untuk Bisnis Kuliner Lo

Ini manfaat buat lo menggunakan strategi food photography buat bisnis kuliner lo

Credit Image: livejapan.com

Salah satu manfaat dari food photography adalah memperkuat persona dari brand kuliner yang sudah lo miliki dan lo bangun itu. Brand kuliner, restoran atau apapun yang terkaitnya – segala personanya bakal semakin strong kelihatannya dengan bantuan food photography tersebut.

Secara tidak langsung, food photography bisa membantu bisnis kuliner lo terkenal seperti apa yang lo mau. Persona yang dibangun bisa terlihat secara tidak langsung dari foto-foto makanan atau minuman yang keren itu.

Dari food photography – lo bisa membuat pembeda dengan brand kuliner lain yang mungkin menjual produk yang sama dengan yang lo punya. Misalnya, lo dan kompetitor sama-sama berjualan steak rumahan. Tapi dengan food photography – lo bisa membuat pembeda dengan pengaturan foto yang beda dari competitor lo tersebut.

Inilah yang nanti akan dicari oleh konsumen.

 

Building Trust!

Ini manfaat buat lo menggunakan strategi food photography buat bisnis kuliner lo

Credit Image: metropole.at

Tidak kalah penting dari manfaat lainnya – seperti yang tadi sudah disebutkan di atas kalau food photography adalah salah satu strategi yang bisa membuat konsumen berdatangan ke restoran atau kedai makanan lo.

Oleh karena itu, sekarang jadi tugas lo untuk mewujudkan ekspektasi mereka dari melihat food photography yang ada. Pastikan kualitas menu sesungguhnya bisa sesuai dengan foto yang sudah lo bangun dan lo atur.

Dari sini, konsumen akan percaya kalau menu makanan lo benar-benar indah, dan jelas benar-benar enak. Kalau sudah begini, mereka akan tahu harus ke mana kalau mereka lapar.

 

Cuan, Cuan, Cuan!

Semua hal tersebut jelas mengarah ke keuntungan bisnis kuliner yang lo jalani. Jika banyak konsumen yang datang – jelas lo bakal makin cuan karena banyak yang makan di restoran lo. Namun ingat – pastikan kualitas yang lo berikan selalu sesuai dengan ekspektasi mereka setelah melihat food photography yang lo gunakan sebagai strategi.

Wah bagaimana nih bro? Dari segala penjelasan di atas – jelas food photography jadi salah satu cara buat strategi menjalankan bisnis kuliner lo. Buat lo yang sudah penasaran, bisa lo coba nih bagaimana menerapkan food photography tersebut!

 

Feature Image – fstoppers.com

4 Fakta French Fries: Ternyata Bukan Dari Prancis, Bro!

Mon, 19 October 2020
ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

#MauLagiDimanapun even lo lagi nongkrong di café favorit atau santai saja di rumah, yang namanya cemilan memang mesti ada buat jadi penyambung obrolan. Setuju nggak sama pernyataan tadi? Kalau iya, boleh dong sebut apa cemilan yang suka jadi teman ngobrol lo!

Bicara soal cemilan, sebenarnya banyak sekali jenisnya apalagi kalau sudah terkait dengan cemilan-cemilan lokal. Mulai dari yang manis, sampai yang savory atau gurih-gurih asin, cemilan memang cocok banget buat jadi teman saat ngopi sampai ngebir.

Nah, kalau lagi nongkrong di café favorit, pilihan cemilan yang paling sering dipesan sama banyak orang adalah kentang goreng. Kenapa kentang goreng? Karena biasanya disajikan dengan kuantitas yang cukup buat nemenin lo ngobrol satu sampai dua jam, bro!

Eits, nggak hanya itu saja sih – kentang goreng di mana rasa base nya itu adalah gurih atau savory, biasanya memang cocok banget jadi teman ngopi sampai ngebir. Kalau di menu café tersebut, biasanya dijadiin bahasa Inggris dengan istilah French Fries.

Tapi, bentar-bentar, bahasanya sudah dari bahasa Inggris, tapi kenapa ada kata French di mana artinya kan negara Perancis ya bro? Tenang-tenang, nggak usah ikutan bingung karena di bawah ini, bakal ada penjelasan lebih lengkapnya.

Daripada penasaran dan menebak-nebak sendiri, langsung saja dibahas nih perihal French fries alias kentang goreng cemilan sejuta anak nongkrong!

 

Dasar Dari Sejarahnya

ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

Credit Image: thedailymeal.com

Kalau dari sejarah panjangnya bagaimana kentang jadi salah satu makanan favorit atau cemilan populer, Jo Gerard – sebagai salah satu sejarawan asal Belgia mengklaim kalau resep pertama kentang goreng sudah ada di Belgia sejak tahun 1680.

Klaim ini terhubung dengan adanya fakta kalau orang Belgia ternyata kalau sedang tidak bisa memancing karena danau atau sungai mereka beku karena musim dingin, mereka mencari sesuatu yang bisa dimakan lagi dan ketemulah dengan kentang!

Mungkin ini berhubungan juga dengan menu fish and chips bro. Di mana di menu tersebut ada olahan ikan dan olahan kentang yang saling bersanding. Menurut lo apakah semuanya berkesinambungan?

 

Terus Kenapa Bisa Dibilang French Fries?

Jadi gini bro – masih seputar sejarahnya, ya – sekitaran tahun 1862, tentara Inggris datang ke Belgia saat perang dunia pertama dan mencicipi kentang goreng di sebuah gerai bernama Max en Fritz di Kota Antwerp.

Nah, gerai yang dikelola oleh orang Belgia asli itu menawarkan menu kentang goreng di mana ternyata tentara Inggris pada suka, bro! Lalu, tentara Inggris memberi nama French lantaran orang Belgia tersebut menggunakan bahasa Perancis sebagai bahasa resminya.

Nggak sangka kalau ternyata prosesnya seperti itu ya bro? Well, tapi itu adalah fakta yang ada dan yang bisa lo ketahui terkait penamaan French fries. Lalu, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kentang goreng atau French fries ini bisa sangat populer?

 

Populer Karena Thomas Jefferson

ini alasannya kentang goreng namanya french fries!

Credit Image: smittenkitchen.com

Seiring berjalannya waktu, French fries semakin banyak disukai dan mulai tersebar ke seluruh Eropa seperti Perancis tersendiri. Nah, pada saat itu, Thomas Jefferson, yang menjabat sebagai Duta Besar Amerika untuk Perancis, sangat jatuh hati dengan menu yang satu ini.

Thomas sendiri sangat senang makan kentang goreng atau French fries yang dimasak ala Perancis. Nah, ketika ia pulang ke Amerika dan menjadi Presiden Amerika ketiga, Thomas sangat senang menjamu tamunya dengan menu French fries tersebut.

Mulai dari situ, istilah French fries tersebar di Amerika. Berbagai restoran di sana mulai menyediakan French fries di menu mereka dan mendapat respon positif dari para pelanggan mereka!

 

Fakta Dibalik Bentuknya yang Tipis

Populernya French fries di manapun membuat banyak restoran, kedai atau café membuat menu tersebut masuk ke dalam penawaran mereka. Akan tetapi, tidak terlepas dari kritik – di Amerika sendiri, ada pelanggan dari sebuah restoran yang protes karena potongan kentang gorengnya terlalu tebal.

Nah, karena dari kritik tersebut, Chef dari restoran tersebut akhirnya memotong kentang dengan bentuk yang tipis-tipis dan panjang. Dipikir bakal dikritik lagi – Chef tersebut malah mendapat pujian dan akhirnya bentuk kentang goreng yang sekarang lo suka temui adalah hasilnya revisi Chef tersebut.

Dari hasil kritik tersebutlah French fries dengan bentuk yang tipis bisa semakin populer dan bahkan mendunia hingga populer juga di Indonesia. Bayangkan bro, kalau lo makan kentang goreng dengan potongan yang tebal, bisa-bisa lo malah kekenyangan karena nyemil kentang goreng tersebut!

Wah bagaimana nih? Cukup mengejutkan ya bagaimana istilah French fries ini berasal. Sekarang lo sudah paham nih bagaimana sejarahnya. Kuy, bikin kentang goreng buat nemenin lo santai di rumah, bro!

 

Feature Image – freepik.com