Drawing in the air with 3Doodler - MLDSPOT
  • Hobby
  • Drawing in the air with 3Doodler

Drawing in the air with 3Doodler

Sun, 30 November 2014

Adakah urbaners yang suka corat-coret dikertas waktu lagi bosen atau sedang menelepon? istilah kerennya “Doodling”. Biasanya kalau sedang meeting atau ikut seminar, kita sering bosen dan mulai melamun sambil corat-coret apa yang kita lamunkan, misalnya kita ingin liburan ke Bali, kita tiba-tiba menggambar pesawat, pulau bali atau papan surfing.

Kalau biasanya lo cuma bisa corat-coret di kertas, sekarang lo bisa bikin coretanmu tadi menjadi bentuk 3 dimensi. Dengan 3Doodler, lo bisa membuat aneka bentuk 3 dimensi secara langsung dengan goresan tangan lo. Alat ini merupakan 3D printing pen pertama didunia, pena ajaib ini diciptakan oleh 2 orang cowok bernama Peter Dilworth dan Maxwell Bogue dari Amerika Serikat.

Cara kerja pena ini mudah dan gak ribet, lo tidak butuh computer atau software apapun untuk mewujudkan angan kreatif lo. Dengan ABS plastic yang banyak dipakai 3D printers, 3Doodler bikin kamu bisa bikin gambar di udara atau di atas sesuatu, dan yang kamu gambar langsung ‘menjelma’ menjadi barang. Gimana alat ini bekerja? Ternyata saat 3Doodler dipakai untuk menggambar, alat ini mengeluarkan plastik panas yang dengan sangat cepat membeku dan menjadi padat, kemudian jadi struktur yang stabil dan kuat.

Saat ini, 3Doodler sudah masuk ke generasi kedua dengan munculnya 3Doodler 2.0. Kelebihan dari generasi kedua pena ajaib ini antara lain adalah bentuknya yang 75% lebih ramping daripada keluaran pertama, lebih ringan dan juga lebih kuat karena casingnya terbuat dari alumunium.

 

 

3D Printing
Teknologi untuk membuat obyek 3 dimensi ini dimulai pada tahun 1986 dimana ada seseorang bernama Charles W. Hull yang memiliki hak paten untuk teknologi stereolithography (SLA). Teknologi ini adalah teknik pertama untuk 3D printing.

3D Printing Uses
Awalnya teknologi 3D printing ini dugunakan untuk membuat prototype bagi kepentingan luar angkasa, perusahaan otomotif, serta membantu bedah kedokteran seperti membuat rangka tulang yang mirip dengan aslinya.

Coffe Printing
Di Taiwan, lo bisa memesan secangkir kopi dengan wajah lo tercetak diatasnya. Ya, sebuah alat printer canggih akan mencetak foto lo di atas kopi yang lo pesan, selain itu lo juga bisa menambah tulisan di atas busa kopi tersebut.

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience