Zach King Vine Magic - MLDSPOT
  • Hobby
  • Zach King Vine Magic

Zach King Vine Magic

Thu, 16 April 2015

Udah berapa banyak media sosial yang lo gunain untuk berbagi momen hidup lo nih Urbaners? Media sosial saat ini udah jadi hiburan sendiri, dari mulai tweet galau, meme comic, share lagu kesukaan sampe bikin video-video lucu. Tempat dimana lo bisa berbagi video di media sosial adalah Youtube dan Vimeo, di media ini lo bisa upload video sampai durasi berjam-jam, seperti yang biasa kita temui video klip, video tutorial sampe durasi film yang berdurasi panjang bisa kita tonton. Di media Youtube ini juga udah banyak diciptakan video yang menjadi viewer terbanyak di dunia dan menjadi video viral.

Tapi kalo Urbaners mau tonton atau upload keseharian lo, sekarang udah ada fitur video di Instagram dan Vine. Emang sih, di sini lo ga bisa upload video berdurasi panjang, di media ini lo cuma bisa upload video dengan durasi 6 sampai 15 detik saja. Lo pasti berpikir, video sesingkat itu ga bisa ciptain video viral juga? Nyatanya, banyak orang kreatif dan imajinatif yang bisa bikin video komedi berdurasi supersingkat yang bisa di upload ke Instagram dan Vine.

Video komedi yang berkesan seperti sulap ini, pertama kali di bikin Zach King,  Zach adalah seorang filmmaker yang berasal dari Los Angeles. Kegemarannya dalam mengedit video membuat Zach mampu menggunakan trik editing quick cut menjadi lebih menarik. Dalam video bikinannya terlihat dia mengambil anak kucing hidup dari layar komputer seakan-akan seperti melakukan atraksi sulap, terus lo bisa liat juga di videonya, Zach berganti baju dalam sekejap, mengeluarkan icon-icon aplikasi dari layar ponsel, hingga membuat pemain skateboard terjatuh.

Zach pertama kali membuat video final cut king di tahun 2008. Di dalam website bernama finalcutking.com yang Zach isi dengan cara menggunakan software editing Final Cut Pro dan di share melalui situs Youtube. Saat menggunakan akun Vine, Zach mulai mengeksplore kemampuannya dalam memotong video sehingga menjadi video "sulap".

Bukan cuma video viral yang bisa di ciptakan, berkat video-video kreatifnya ini, Zach juga mendapatkan berbagai penghargaan di First Place London Film Festival tahun 2009, Vidcon Golden Poop Award di tahun 2012 dan YouTube's NextUp Creators Contest di tahun 2013. Naah, gimana Urbaners, lo udah siap bikin video "sulap" kaya gini?

 

 

 

 

Film Komedi
The Hangover adalah sebuah film komedi Amerika tahun 2009, diproduksi dan disutradarai oleh Todd Phillips dan ditulis oleh Jon Lucas serta Scott Moore. "The Hangover" sangat layak disebut sebagai salah satu film komedi modern terbaik sepanjang masa.

Meme
Kata “meme” pertama disebut oleh Dawkins, meme berasal dari kata mneme atau dari mimeme (berdasarkan bahasa Yunani yaitu mimos, "mimic"). 

Instagram Upload
Nilai fotografi atau nilai kenarsisan lewat selfie bisa terlihat jelas banget nih Urbaners, dalam satu hari pengguna Instagram di tahun 2014 lebih dari 25juta pengguna dan disetiap harinya  ada 400 juta foto yang sudah diposting ke Instagram.

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience