Lego Jeep yang Lebih Mahal dari Jeep Sungguhan - MLDSPOT
  • Hobby
  • Lego Jeep yang Lebih Mahal dari Jeep Sungguhan

Lego Jeep yang Lebih Mahal dari Jeep Sungguhan

Wed, 03 June 2015

Dapat dipastikan, Lego bukan lagi sekedar mainan untuk anak-anak. Lego udah termasuk dalam barang koleksi yang berharga karena setiap model Lego memiliki keunggulan yang memang layak untuk diburu. Nggak heran, para pencinta Lego selalu berusaha untuk memperbaharui daftar koleksi mereka dengan model-model Lego yang unik.

Nah, berbicara tentang model Lego yang unik, saat ini terdapat salah satu model Lego yang sangat menggemparkan di dunia maya. Lego yang dimaksud bukanlah model Lego terbaru, bukan juga rakitan Lego tercanggih. Namun, Lego tersebut begitu langka dan memiliki nilai historis yang tinggi.

Lego fenomenal yang sedang ramai dibicarakan ini adalah model Lego Jeep 330 produksi tahun 1968. Lego tersebut udah ada di U.S., bahkan sebelum Lego Group membuka toko pertamanya di Enfield, Connecticut, U.S., pada tahun 1973. Cerita perjalanan Lego Jeep 330 ini memang menarik, membuatnya lengkap dengan nilai sejarah yang nggak dimiliki oleh model-model Lego lainnya.

Awalnya, Lego Jeep 330 hanya dijual di pasar Eropa karena mereka masih membutuhkan lisensi dan distribution partner untuk bisa menembus pasar U.S. Saat itulah, perusahaan Samsonite hadir untuk membantu penjualan set Lego Jeep 330 versi Eropa dan set Lego Jeep 330 versi U.S. di wilayah Amerika Utara. Hal ini menjadikan Lego Jeep 330 sebagai Lego pertama yang ada di U.S.

Kehadiran mendadak Lego Jeep 330 di situs eBay tentu mengejutkan banyak pihak. Model Lego klasik yang masih terbungkus dalam kemasan rapi itu dibanderol dengan harga $1,049. Nominal angka itu bahkan melebihi mobil Jeep Cherokee sungguhan yang diproduksi pada tahun 1990. Mengingat begitu langka dan berharganya Lego Jeep 330, mungkin empat deret angka dalam hitungan U.S. Dollar tersebut masih bisa dimaklumi. Harga yang terbilang fantastis untuk sebuah model Lego itu pun nggak menghambat aksi pemburuan para kolektor Lego dari seluruh dunia.

Lego Jeep 330 memang punya keunggulan dalam hal sejarah, keunikan, dan kualitas. Memiliki Lego Jeep 330 dalam daftar koleksi tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Well, apakah lo bakal bergabung dengan kolektor Lego kelas dunia lainnya untuk mendapatkan model Lego Jeep 330 yang fenomenal ini, Urbaners?

Source : news.boldride.com, o.aolcdn.com, autoblog.com

 

 

Set Lego Jeep 330 versi Eropa
Model Lego Jeep 330 yang dijual dalam situs eBay itu merupakan set Lego Jeep 330 versi Eropa asli. Satu set Lego Jeep 330 versi Eropa itu terdiri atas 65 pieces dan dibawa ke U.S. oleh perusahaan Samsonite.

Minifigure Lego Terlangka
Selain model Lego Jeep 330, ada pula model minifigure Lego yang terbilang sangat langka di dunia. Salah satunya adalah minifigure Series 10: Mr. Gold Exclusive yang dihargai sekitar $500 sampai $1,100.

Lego Fun Facts
Umumnya, minifigure Lego memiliki “kulit” berwarna kuning karena warna kuning dianggap sebagai warna terbaik untuk mewakili semua ras dan etnis. Desainer Lego juga jarang memberikan gambar hidung pada produknya.

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience