A Fun Way to Arouse the History - MLDSPOT
  • Hobby
  • A Fun Way to Arouse the History

A Fun Way to Arouse the History

Thu, 27 August 2015

Nggak selamanya sejarah itu membosankan. Di luar buku-buku tua yang tebal dan naskah-naskah kuno yang usang, sejarah juga bisa dibangkitkan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan historical reenactment. Cara membangkitkan sejarah yang satu ini pun udah menjadi hobi yang cukup populer di benua Eropa dan Amerika. Bahkan, telah banyak grup dan forum yang terbentuk untuk menggalakkan hobi anti-mainstream ini.

Buat lo yang belum tau, historical reenactment merupakan aktivitas edukasi atau hiburan, di mana sekelompok orang bersatu untuk memperagakan suatu peristiwa historis. Peragaan tersebut bisa mengacu pada satu moment aja, atau juga bisa merujuk pada keseluruhan periode bersejarah. Jadi, lo nggak bisa melakukan kegiatan ini sendirian. Lo membutuhkan sejumlah orang yang memiliki kesukaan sejarah yang sama untuk menjalankan historical reenactment.

Biasanya, para penggiat historical reenactment disebut dengan “reenactors”. Mereka masuk ke dalam kategori yang dibedakan berdasar tingkat konsentrasi mereka terhadap keaslian sejarah itu sendiri. Secara umum, reenactors terbagi menjadi tiga kategori, yaitu farbs, mainstream, dan progressive. Ketiga kategori reenactors ini memiliki ciri khasnya masing-masing.

Misalnya, farbs atau yang juga sering dipanggil dengan “polyester soldiers” adalah kumpulan reenactors yang hanya meluangkan sedikit waktu dan uang mereka untuk mempertahankan keaslian sejarah. Sementara itu, kategori mainstream terdiri atas reenactors yang berusaha tampil autentik, namun belum sepenuhnya tampil sesuai dengan keadaan sejarah yang sebenarnya. Nah, berbeda dari kedua kategori sebelumnya, para reenactors yang tergabung dalam kategori progressive justru benar-benar melakukan penelitian secara menyeluruh demi mendapatkan penampilan yang seasli mungkin.

Kalau lo ingin melakukan historical reenacment dan bertemu dengan temen-temen reenactors dari seluruh dunia, lo bisa bergabung dalam online historical reenactment group. Udah ada banyak website yang menyediakan forum historical reenactment secara global, seperti website Histrenact. The Historical Re-enactment Website ini konsisten menyajikan informasi seputar historical reenactment sejak tahun 1994. Lebih dari sekedar menyajikan informasi, Histrenact juga bisa mempertemukan lo dengan reenactors lainnya melalui berbagai grup yang tersedia.

Berhubung historical reenactment belum hits di Indonesia, apakah lo tertarik untuk menjadi trendsetter, Urbaners?

Source : www.histrenact.co.uk, en.wikipedia.org, ilovetoronto.com

 

 

Histrenact’s Groups
Grup yang ada di website Histrenact terbagi atas periode sejarahnya. Sementara ini, lo bisa memilih untuk bergabung dalam grup Roman & Pre 400AD, Dark Age, Viking, Medieval, English Civil War, High English, Victorian, atau 20th Century.

Keaslian Pakaian
Agar pakaian tampak semirip mungkin dengan aslinya, kebanyakan pakaian yang dikenakan oleh reenactors dibuat dengan tenunan tangan atau dengan menggunakan teknik penjahitan kuno. Hal ini juga berlaku bagi perlengkapan historical reenactment lainnya.

Tipe-Tipe Historical Reenacment
Ada banyak cara untuk memeragakan kembali sebuah moment yang bersejarah. Adapun tipe-tipe historical reenactment yang paling populer adalah living history, combat demonstration, battle reenactment, tactical combat, dan commercial reenactment.

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience