• Hobby
  • Top 5 Places To Spot A Billionaire’s Yacht

Top 5 Places To Spot A Billionaire’s Yacht

Tue, 29 September 2015

Ketika sedang berlibur di daerah – daerah pantai, lo pasti terkadang suka melihat kapal – kapal pesiar milik seorang konglomerat terparkir dengan elegan dan penuh wibawa di pelabuhan terdekat. Bukan rahasia lagi kalau kapal – kapal pesiar ini memiliki harga milyaran, malahan beberapa orang menjadikan kapal pesiarnya sebagai hotel yang biaya per-malamnya dapat melebihi biaya hotel terbaik sekalipun. Nah, ini dia tempat – tempat dimana lo bisa menjumpai kapal pesiar seorang billionaire:
 

  1. Yacht Haven Grande

    Yacht Haven Grande yang terletak di perairan Carribean sudah menjadi tempat nongkrong para selebriti, politisi, dan para pebisnis handal selama beberapa tahun. Tempat ini memang sangat cocok untuk menikmati sedikit privasi dan menikmati keindahan lautan dari segala arah. Pengunjung di charge biaya per-malam kurang lebih sebesar $1500.
     

  2. ACI Marina

    Wisata pesiar yang terletak di Costa Rica ini memiliki pesisir yang sangat indah dan elegan, dilengkapi dengan unsur – unsur sejarah yang terdapat di berbagai tempat. Pemandangan laut ini dilengkapi juga dengan pemandangan bukit – bukit yang mengelilinginya. Di sana pengunjung dapat menikmati sederetan tempat hiburan malam.
     

  3. Porto Cervo

    Porto Cervo terletak di Sardinia, yang merupakan pulau terbesar di Italy dan juga pulau terbesar di kawasan Mediterranian. Porto Cervo menjadi tempat wisata pesiar yang per-malamnya dapat menghabiskan sekitar $3.100. Namun fasilitas yang ditawarkan juga sangat memuaskan. Dari nightclub yang jumlahnya banyak, sampai pemandangan yang sangat indah bisa lo dapatkan di tempat ini.
     

  4. Marina di Portofino

    Portofino adalah desa kecil yang dulunya terkenal sebagai fishing village. Tapi sekarang desa ini lebih banyak dikunjungi oleh para konglomerat yang datang dengan kapal pesiar mereka. Lahan berlabuh di desa ini hanya cukup untuk 15 kapal pesiar yang semuanya sudah disewa oleh para konglomerat yang paling kaya.
     

  5. Ibiza Magna

    Ibiza adalah kota di Spanyol yang terkenal sebagai tempat pesta untuk para pemuda kaya dan orang – orang terkenal. Restoran trendi, nightclub dan casino akan menerima pengunjung dengan senang hati sampai pagi. Tentunya tempat ini juga menjadi tempat parkir kapal pesiar milik para konglomerat.

 

Source : www.therichest.com, www.charterworld.com , www.ristorantespinnaker.com

 

 

Original Purpose
Awalnya, kapal pesiar dibuat oleh orang – orang Belanda untuk menangkap bajak laut. Kemudian Charles II menggunakannya sebagai kendaraan pribadi, dan semenjak itu kapal pesiar dijadikan sebagai objek kemewahan. 

Wood Yacht
Awalnya kapal pesiar dibuat menggunakan bahan dasar kayu, kemudian sejak tahun 1950-an, kapal pesiar mulai dibuat dengan bahan yang berbeda – beda seperti alumunium, atau besi. 

​Docked
Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam menggunakan kapal pesiarnya. Beberapa orang senang berlayar dengan kapalnya, namun beberapa orang malah lebih menikmati kapal pesiarnya ketika sedang berlabuh. 

Sadar Atau Nggak: Game FIFA Membentuk Selera Musik Anak Muda!

Thu, 10 September 2020
Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Siapa yang nggak candu kalau sudah main FIFA? Game sepakbola yang ada di konsol seperti Playstation dan lainnya ini memang jadi game yang disenangi banyak kalangan. Wajar, sepak bola sudah jadi bahasan tersendiri bagi banyak kalangan di seluruh belahan dunia ini.

Buat lo yang bahkan sampai membanting controller karena kalah, tenang – lo tidak sendirian, mungkin banyak yang seperti lo ini. Tapi itu jadi cerita menarik tersendiri saat main game FIFA. Sedari dulu, mungkin sudah ada tipe yang menyalahkan controller kalau sedang kalah.

Selain game atau permainannya menarik, sebenarnya ada hal yang terbaca sederhana, tapi ini cukup menjadi hal yang berpengaruh terhadap diri lo, khususnya di selera musik. Percaya atau tidak, FIFA jadi salah satu game yang menentukan selera musik lo.

 

FIFA Jadi Penentu Selera Musik Lo

Game FIFA jadi salah satu penentu selera musik lo

Credit Image: ea.com

Kalau dilihat dari sejarah, nih – jika mundur kurang lebih 20 tahun ke belakang, lo bisa melihat bagaimana FIFA bisa membangkitkan semangat bermain dari soundtrack yang ada. Beberapa lagu bergenre grunge dan riff gitar yang bisa buat Joe Satriani minder – berhasil membuat lo semakin pede buat menang pertandingan, walau kadang nggak menang juga, sih.

Nah, maju setahun ketika seri atau edisi FIFA 98, beberapa soundtrack berganti sehingga mungkin pada saat itu lo jadi suka Blur karena lagu ‘woo-hoos’ yang terputar saat momen loading di FIFA 98 itu. Bentar-bentar, di sini ada yang pernah main sampai FIFA 98?

Mau satu tahun lagi ketika FIFA 99 rilis dengan cover Christian Vieri sebagai pahlawan timnas Italia, pada seri ini, genre trance-elektronika sedang oke-okenya di berbagai belahan dunia. Jadilah lo bisa dengar remix Dub Pistols Sick Junkie dari ‘Gotta Learn’ oleh Danmass.

Diikuti oleh ‘Naked and Ashamed’ dari Dyan Rhymes sampai akhirnya ke ‘The Rockafeller Skank’ dari Fatboy Slim yang super nge-beat. Deretan lagu tersebut menemani lo saat gameplay memilih pergantian kesebelasan.

Terus maju ke tahun millennial, FIFA 2000 mempertahankan sentuhan musik elektronik dari versi sebelumnya dengan adanya tambahan sentuhan pop di tahun-tahun berikutnya. Pas MTV masih jadi tontonan anak muda saat itu, lagu-lagi di chart Top of the Pops ikut mewarnai gameplay FIFA.

Seiring munculnya digital sharing platforms – lagu-lagu di FIFA terasa perubahannya. Pilihan lagu seperti ‘It’s Only Us’ dari Robbie Williams atau ‘Sell Out’ dari Reel Big Fish jadi warna tersendiri di game FIFA.

Gradasi ke musik pop ini bukan tanpa alasan dilakukan oleh developer FIFA. Hal ini terkait pesaing utama mereka, Konami yang mengeluarkan Winning Eleven untuk konsol Playstation. Tahun ke tahun, gradasi musik di FIFA semakin berwarna.

Pasalnya, di FIFA 2002, DJ Tiesto ikut andil dalam pengisian musik di game sepakbola ini. Mengagetkannya lagi ketika FIFA 2004, The Dandy Warhols, DJ Sensei, Termasuk Kings of Leon sampai Radiohead dengan lagunya ‘Myxomatosis’ ikut terisi di FIFA.

Sampai pada FIFA 2005 – perkembangan musik di dalam game tersebut cukup signifikan. Dari berbagai jenis lagu yang ada – akhirnya pilihan musik FIFA mengarah ke pop-rock, dan secara tegas meninggalkan genre elektronika yang bertahun-tahun menemani para pemainnya.

Wah bagaimana nih bro? Dari deretan perkembangan lagu yang sudah disebutkan di atas dan masuk ke dalam game FIFA, apakah lo berniat buat nostalgia lagi? Kalau iya, lo mesti berburu game dengan edisi tahun-tahun seperti itu lagi, nih!

 

Feature Image – tempo.co