Rileks dengan Batik Therapy - MLDSPOT
  • Hobby
  • Rileks dengan Batik Therapy

Rileks dengan Batik Therapy

Fri, 02 October 2015

Urbaners, kebudayaan di Indonesia itu sangat beragam, mulai dari bahasa, suku, adat dan juga pakaian. Sayangnya, kebudayaan Indonesia ini belum banyak dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia, contohnya di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat ini bahkan banyak yang belum mengenal negara “Indonesia” lho.

Tapi lo nggak usah khawatir, banyak cara dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat untuk memperkenalkan Indonesia dengan segala macam kebudayaannya. Urbaners, kebudayaan apa ya yang diperkenalkan di Amerika ini? Simak dibawah ini ya!

 

Budaya Indonesia belum dikenal di Amerika

Batik adalah salah satu kerajinan asli dari Indonesia dan itu juga sudah ditetapkan oleh UNESCO. Namun sayangnya nama batik ini belum banyak dikenal, termasuk di Amerika Serikat. Untuk mengenalkan budaya ini sangat susah sekali. Hal ini sudah dialami sama seseorang yang tinggal di Amerika Serikat  bernama Mey Hasibuan. Beliau ini bermukim di Greenville, South Carolina sudah lama sekali, namun dia belum pernah mendengar kalau ada kebudayaan asli Indonesia yang dikenal di Amerika Serikat.

Hal tersebut membuatnya gusar dan ingin sekali memperkenalkan budaya asli Indonesia ini. Pada tahun 2008, dia berkesempatan untuk mengikuti festival bernama Spartanburg International Festival. Dalam festival ini, dia memperkenalkan barang-barang daur ulang asli Indonesia. Nah, sejak saat itu dia menjadi salah satu anggota dalam International Community di Spartanburg.

 

Terbentuknya Batik Therapy

Seiring berjalannya waktu, dia mulai mengembangkan usahanya tersebut. Berkolaborasi dengan PT. Railink yang bergerak dibidang promosi ini, dia mengadakan Indonesian Batik Painting Workshop. Hal ini mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat Amerika. Lalu, perkembangan kegiatan ini karena sebelum proses latihan membatik, para peserta itu dikenalkan dengan lagu asli Indonesia. Hal ini membuat para peserta menjadi rileks, sehingga kegiatan ini akrab dengan sebutan Batik Therapy.

Kegiatan ini banyak mengundang hal yang positif, akhirnya pada Oktober 2010, Mey melegalkan kegiatan usahanya dengan nama Gallery of Indonesia. Yang Mey lakukan ini adalah langkah awal untuk memperkenalkan budaya Indonesia kalau Indonesia juga punya produk yang unik dan juga berkualitas.

Urbaners, cara memperkenalkan batik ke Amerika ini memang cara yang sangat tepat karena biar batik semakin diakui bahwa batik murni milik Indonesia. Dengan adanya perkenalan ini, masyarakat Amerika Serikat saja sudah mulai menyukai dan mencintai batik, masak lo enggak sih?

Source : www.meesha-sukira.com,  blog.goindonesia.com

 

 

Dalam bahasa jawa batik adalah menulis
Batik dalam bahasa jawa berarti menulis, sedangkan dalam bahasa inggris batik berarti menggambar kain dengan tangan

2 oktober adalah hari batik nasional
​Bertepatan dengan disahkan Batik sebagai warisan asli Indonesia oleh Unesco, akhirnya setiap 2 oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional

Ada 3 jenis batik
​Setidaknya ada 3 jenis batik, yaitu batik tulis, batik cap dan batik cetak. Namun yang terakhir bukan merupakan batik asli

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience