Hobby Belanja, Kenapa Nggak? - MLDSPOT
  • Hobby
  • Hobby Belanja, Kenapa Nggak?

Hobby Belanja, Kenapa Nggak?

Thu, 08 October 2015

Urbaners, kalau lo punya pacar, mama, kakak perempuan atau sodara perempuan lo pastinya selalu pengen banget ngajak lo belanja. Lo pasti merasa risih kan? Urbaners, dibalik rasa risih lo itu, sebenarnya ada hal positif dari hobi berbelanja yang bahkan bisa juga lo manfaatkan!

 

Belanja itu olahraga

Urbaners, kalau lo kira para wanita itu jarang olahraga itu lo sudah salah besar. Dalam perjalanan mereka memilih barang yang mereka butuhkan, mereka juga sudah berolahraga lho. Lo bakalan berkeliling mall berjam-jam, berjalan kaki seharian tapi lo nggak merasa capek kan. Inilah yang disebut dengan olahraga bagi kaum hawa. Secara nggak sadar, kalori dalam tubuh kita bakalan kebakar dengan adanya kegiatan shopping di mall berjam-jam ini.

 

Terapi stress

Dengan belanja, para wanita bisa melepaskan penat, stres akan pekerjaan, galau, nggak enak mood karena PMS ataupun sengaja belanja cuman pengen banget boost mood lo. Dengan shopping juga, lo bisa cuci mata melihat dress dan sepatu yang cantik-cantik, asal jangan sampai kebablasan ya.

 

Belajar mengontrol keuangan

Dengan berbelanja, disinilah lo dilatih untuk bersikap cerdas dan mempunyai strategi biar nggak boros. Caranya lo bisa berbelanja dengan uang tunai yang lo miliki, jangan gunakan kartu kredit ataupun gesek kartu debit lo.

 

Lebih memperhatikan diri

Berbelanja juga bisa bikin lo lebih perhatian sama diri lo sendiri. Kalau lo berbelanja kosmetik, alat kecantikan lainnya, baju dan celana baru lo bakalan bisa mengikuti trendsetter dan lo bakalan dibilang lebih cantik dan lebih up to date. Selain itu, dengan mempercantik dirimu, berarti lo sudah lebih perhatian sama diri lo sendiri.

 

Peluang penghasilan tambahan

Shopping ternyata nggak hanya menghabiskan uang melulu lho Urbaners. Lo bisa shopping sambil mencari barang-barang menarik yang mungkin disukai teman-teman lo  dan bisa menjualnya ke mereka.

Urbaners, masih nggak mau belanja nih kalau ternyata banyak banget hal positif yang bsia lo dapetin dari berbelanja ini? Lo boleh banget berbelanja asalkan nggak sampai kelewatan ya. Lo juga harus memprediksi keuangan lo dan tentukan berapa budget lo untuk berbelanja, biar lo bisa bersenang-senang dengan belanjaan lo.

 

Source: Wikimedia.org, reviste.in

 

 

Sabtu sebelum natal
​Hari paling ramai pada saat belanja adalah hari sabtu sebelum natal

Rata-rata orang berbelanja 48 jam setahun
​Rata-rata wanita akan dapat berbelanja berbelanja 48 jam 51 menit per tahun

Wanita dapat mengeluarkan uang untuk berbelanja dibandingkan untuk pergi wisata
​Ternyata wanita dapat mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan uang untuk pergi wisata

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience