• Hobby
  • Tenang, Buku Cetak Masih Akan Sampai Puluhan Tahun ke Depan

Tenang, Buku Cetak Masih Akan Sampai Puluhan Tahun ke Depan

Mon, 19 September 2016

Pernah kah lo mengumpulkan uang untuk beli kaset atau CD band kesayangan? Sekarang mungkin lo nggak pernah melakukan hal tersebut, karena streaming musik berbayar sudah menjamur. “Kematian” kaset dan CD ini juga membayangi buku cetak, banyaknya electronic book atau e-book yang sekarang bermunculan. Tetapi ternyata Urbaners, buku cetak ini diyakini akan masih ada sampai puluhan tahun ke depan, walaupun dominasi e-book mulai membayangi.

 

Pembaca buku turun, tetapi pembaca buku cetak tetap

Salah satu perusahaan survey terkenal di dunia Pew Research Center mengeluarkan data bahwa pembaca buku cetak dari tahun ke tahun masih nggak mengelami penurunan ataupun peningkatan. Dibandingkan dengan data tahun 2012, pada tahun 2016 ini pembaca buku cetak ini masih konstan.

Dari seluruh penduduk Amerika Serikat yang disurvey oleh Pew Research Center setidaknya ada sekitar 65% orang membaca buku cetak. Angka tahun 2016 tersebut sama dengan angka tahun 2012. Tetapi ada perkembangan cukup siginifikan untuk pembaca e-book yang naik dari 23% ke 28%.

 

Lalu kenapa orang masih membaca buku cetak?

Ada banyak sekali alasan kenapa banyak orang masih setia dengan buku cetak. Pertama karena jumlah orang yang membaca buku-buku lama jumlahnya masih cukup banyak. Buku lama ini kebanyakan masih versi cetak, jadi nggak ada versi e-booknya. Kedua yang nggak bisa ditawar lagi adalah sensasi bau kertas, membalik kertas dan berat buku yang nggak bisa ditemukan di e-book.

Bahkan ada survey lagi yang menunjukkan ternyata toko buku di dunia ini mengalami kenaikan penjualan setiap tahun. Banyak yang mengira bahwa toko buku akan tutup karena maraknya teknologi. Tetapi ternyata itu nggak mempengaruhi orang untuk membeli buku. Kalau lo gimana Urbaners, masih prefer memilih buku cetak atau membaca buku lewat tablet atau smartphone?

 

Source; theverge.com

Nyalakan Kreativitas, Pandemi COVID-19 Hadirkan Tren Fotografi Baru

Tue, 04 August 2020
Seorang fotografer dengan kaos hitam dan jam tangan memakai kamera SLR

Dampak dari pandemi COVID-19 cukup merepotkan para pekerja seni, termasuk dunia fotografi. Hebatnya, banyak fotografer yang menyulap pandemi menjadi kesempatan untuk memperluas kreativitas. Terbukti dengan maraknya virtual photoshoot yang ramai dilakukan bersama selebriti Indonesia.

Nggak hanya itu saja, sudah banyak nih tren fotografi baru yang muncul sejak pandemi. Bisa lo coba, Bro, untuk semakin memperdalam skill fotografi lo.

 

Masuk ke Google Maps dan Dunia Games

Potret hitam putih karakter di dalam game Red Dead Redemption sebagai konsep street photography

Nggak hanya fashion photography saja yang bisa dilakukan secara virtual, nyatanya para street photographers juga mulai mengasah kemampuan mereka melalui cara kreatif selama pandemi. Google Maps jadi “destinasi” pilihan mereka untuk mengabadikan potret hiruk-pikuk kota besar atau pemandangan alam di dunia sebelum pandemi. Lo cukup aktifkan mode 3D street view, potret dengan kamera andalan, dan edit sedikit untuk hasil foto yang nggak kalah keren.

Bagi lo yang juga suka bermain open world games seperti “Grand Theft Auto 5”, “Red Dead Redemption”, atau Cyberpunk 2077 yang akan segera dirilis, ambil kamera kesayangan lo sekarang dan foto jalanan-jalanan hyperrealistic di dalam games. Hasilnya nggak perlu diragukan lagi, benar-benar terlihat seperti realita.

 

Tren Porchtraits

Wanita dan pria duduk di teras depan rumah bercat biru muda sambil memegang tissue bertuliskan 2020

Bagaimana jadinya kalau subjek foto lo nggak mau memakai masker atau face shield selama proses photoshoot? Alternatifnya adalah menerapkan physical distancing dengan mengambil konsep porchtraits. Konsep unik ini menggunakan latar halaman depan rumah untuk hasil foto yang lebih hangat, cocok banget untuk mengabadikan momen kekeluargaan atau keseruan para sahabat.

Gunakan long lens agar lo bisa mengambil foto dari jarak jauh tanpa merusak resolusi foto. Cara ini juga sudah dipakai oleh banyak studio fotografi untuk mengabadikan momen bahagia para klien. Lo bisa coba sendiri di rumah, Bro!

 

Potret Tempat Kosong

Potret sebuah bandara dengan bendera Brazil, Canada, dan negara lain yang sepi pengunjung

Pandemi COVID-19 membuat banyak tempat destinasi yang biasanya selalu ramai pengunjung berubah menjadi tempat kosong. Ini adalah kesempatan emas buat lo mengambil foto-foto yang sebelumnya sulit untuk dilakukan. Nggak perlu datang subuh-subuh atau malah menyewa tempat seharian, lo bisa memanfaatkan pandemi ini untuk memotret keindahan bangunan dan jalanan di pelosok Indonesia.

Kalau lo lebih mendalami travel photography, potret berbagai destinasi wisata yang ada di sekitar lo tanpa khawatir diganggu oleh keramaian. Tren fotografi ini juga cocok bagi orang-orang yang menyukai street photography atau architectural photography.

 

Batasi dengan Kaca Jendela

Potret seorang wanita sedang merentangkan kedua tangannya di balik jendela 

Bermain dengan refleksi kaca jendela memang agak sulit, terutama bagi fotografer pemula. Tetapi kalau dilakukan dengan teknik yang baik, hasil foto tersebut akan lebih berdimensi. Lo dan subjek foto juga nggak perlu khawatir dengan paparan virus COVID-19 karena sudah dibatasi dengan kaca jendela.

Sebelum photoshoot, nilai dulu spot dalam bangunan untuk bisa menemukan sudut ruang dengan kaca jendela terbaik. Tentukan juga waktu yang tepat untuk bisa mengendalikan sinar matahari yang terpantul dari kaca jendela. Bangun ambience dengan mengatur perabot dan dekorasi di dekat jendela.

Nah, untuk lo yang sedang mencoba-coba hobi fotografi pada masa serba terbatas ini, mending ikutan MLDPHOTOJOURNAL. Kompetisi photo rally yang berhadiah voucher Blibli total jutaan rupiah. Untuk informasi lebih lengkapnya, lo bisa cek langsung Instagram @MLDSPOT!

 

 

Sources: Insider, Gensindo, Exibartstreet, Forbes, CNBC