Setelah Banting Setir, 3 Jutawan Ini Sukses Menjadi Pebisnis Makanan - MLDSPOT
  • Hobby
  • Setelah Banting Setir, 3 Jutawan Ini Sukses Menjadi Pebisnis Makanan

Setelah Banting Setir, 3 Jutawan Ini Sukses Menjadi Pebisnis Makanan

Mon, 07 November 2016

Bekerja sebagai seorang direktur Bank, karyawan perusahaan perdagangan, maupun kepala bagian keuangan suatu perusahaan multinasional tidak membuat orang-orang ini cepat berpuas diri. Mereka justru berani membuat keputusan dengan risiko yang cukup besar untuk keluar dari pekerjaannya demi menjadi seorang pebisnis. Sebut saja, Lavinia Davolio, Hamilton Colwell, dan Paul Nasrani. Ketiga orang tersebut berhasil membuktikan pada dunia, bahwa untuk menjadi seorang pebisnis sukses, lo harus berani mengambil keputusan dan memanfaatkan peluang yang ada di sekitar lo! Biar makin termotivasi, inilah kisah 3 Jutawan yang sukses mendirikan bisnis kuliner.

 

Lavinia Davolio

Lavinia Davolio adalah seorang direktur di salah satu bank di kota London, Inggirs. Di usianya yang saat itu masih 27 tahun, Davilio optimis bahwa apa yang ia kerjakan bisa memberi kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, krisis keuangan global di tahun 2012 membuatnya ragu untuk meneruskan karirnya sebagai seorang bankir, sehingga ia pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mendirikan bisnis secara mandiri. Saat ini, ia menjalankan bisnisnya di bidang kuliner yang diberi nama Lavolio, sebuah perusahaan cokelat yang berbasis di London.

 

Hamilton Colwell

Mantan karyawan di salah satu perusahaan perdagangan JP Morgan, Hamilton Colwell terbilang cukup berani untuk meninggalkan pekerjaannya saat itu demi membangun sebuah bisnis kuliner untuk minuman sehat, yogurt. Ia yakin bahwa saat ini banyak investor yang tertarik untuk memberikan dana investasi bagi bisnis-bisnis kuliner baru yang ada di seluruh dunia. Nggak heran kalau Colwell bisa mengenalkan Maia Yogurt ke seluruh dunia dalam waktu yang cukup singkat usai ia keluar dari pekerjaan sebelumnya.

 

Paul Nasrani

Di awal tahun 2000 lalu, Paul Nasrani memilih untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai direktur keuangan dan memilih untuk fokus mengembangkan bisnis kuliner yang ia beri nama Adirondack Creamery. Perusahaan es krim itu benar-benar dibangun Paul dari nol hingga mencapai popularitasnya saat ini. Bahkan, di awal pendirian perusahaan ini, modal yang dimiliki Paul hanya cukup untuk membeli peralatan pembuat es krim bekas sebuah pabrik yang sudah lebih dulu gulung tikar. Usaha memang nggak pernah menipu hasil, kan, Urbaners.

Gimana lo masih mau jadi karyawan seumur hidup? Atau berani untuk mendirikan bisnis lo sendiri?

 

Source: fortune.com

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience