Home Hobby Koil Luncurkan Komik Edisi Kedua

Koil Luncurkan Komik Edisi Kedua

Wednesday, August 30, 2017 - 15:19
Bagikan
Facebook Twitter Email

Grup band metal asal Bandung, Koil ternyata tidak hanya jago dalam bermusik. Di PopCon Asia 2017, band yang digawangi R.M. Julius Aryo Verdijantoro alias Otong (vokal), R.M. Donnijantoro (gitar), Leon Ray Legoh (drum), dan Fransiskus Xaverius Adam Joswara (Bass) ini merilis komik yang bertajuk Koil: Fallen Gods.

Koil: Fallen Gods ialah komik kedua dari band yang berdiri sejak 1993. Komik perdana mereka, Koil: Dragonian Warriors, diluncurkan tahun 2016. Komik kedua ini akan mengambil latar waktu sebelum kejadian pada komik pertama.

Latar belakangnya adalah dunia masa depan yang telah mengalami kehancuran parah akibat perang besar. Manusia yang bertahan dalam bentuk koloni-koloni yang selalu terancam oleh keberadaan orang-orang jahat dan monster alias raksasa.

"Kami enggak ingin komiknya berhenti di satu edisi. Tujuannya untuk melestarikan komik penuh aksi yang banyak adegan berkelahi dan ledakan-ledakan seperti film Barry Prima," kata Otong.

Koil yang dalam komik dikenal sebagai Prajurit Naga adalah sekelompok pengembara yang memiliki kekuatan masing-masing. Leon adalah seorang Beast Master yang pandai menjinakkan makhluk ganas, Adam seorang pakar teknologi, Doni adalah ahli strategi dan persenjataan sedangkan Otong sebagai pemimpin mereka.

Komik Koil: Fallen Gods dikerjakan Killer Komik yaitu Patra Aditya (ilustrator, penulis cerita), Indra Arista (co-writer), Yohan Alexander (background artist), Anky Prasetya (co-writer), Arif Prianto (colorist yang juga merupakan colorist untuk DC Comics) bersama Koil selaku produser eksekutif.

Patra mengungkapkan komik kedua ini tetap menceritakan fiksionalisasi empat personel Koil dalam dunia fantasi apocalypse. Namun edisi kedua ini tidak menyambung cerita pada komik pertama.

"Temanya sci-fi action. Ceritanya tidak melanjutkan edisi satu. Tapi di antara komik satu dan dua nanti akan ada jembatan yakni komik ketiga," kata Patra.

Lebih jauh Patra menjelaskan komik kedua Koil dikerjakan semala lima bulan. Lebih cepat dibanding dengan edisi pertama yang memakan waktu sekitar lima tahun. Namun demikian ia justru lebih leluasa mengembangkan cerita yang ditampilkan. Tentu dengan tetap berkonsultasi dengan Koil.

Edisi pertama komik Koil mendapat antusias begitu besar. Sebanyak 300 buku terjual di Popcon Asia 2016. Komik pertama sendiri berkisah tentang dunia yang kehilangan sosok pahlawan dan dikuasai monster jenderal jahat. Empat personel Koil datang menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia.

Bagaimana Prajurit Naga mengalahkan monster? Urbaners penasaran kan, langsung saja beli komiknya.

 

 

Source: Rollingstone.co.id, metrotvnews.com