Beda Sama Bartender: Mixologist Adalah 'Kasta' Tertinggi Buat Peracik Minuman! - MLDSPOT
  • Hobby
  • Beda Sama Bartender: Mixologist Adalah 'Kasta' Tertinggi Buat Peracik Minuman!

Beda Sama Bartender: Mixologist Adalah 'Kasta' Tertinggi Buat Peracik Minuman!

Fri, 25 September 2020
beda jauh sama bartender, ternyata ini adalah ciri-ciri dari mixologist

Mungkin selama ini kalau lo datang ke bar, yang lo tahu sosok dibalik bar dan yang meracik minuman dikenal dengan nama atau istilah bartender. Tapi, apakah lo tahu kalau bartender sebenarnya adalah orang yang hanya menjalankan menu yang sudah dibuat sebelumnya. Jadi apakah lo tahu siapa dibalik peracik menu minuman yang sebenarnya?

Bartender, memang menjadi frontman di balik meja bar yang lo kunjungi. Tapi percaya atau tidak, walau memang kelihatannya sama, bartender meracik minuman yang sudah ada di menu saja. Dia jarang untuk eksplor rasa atau cara baru untuk membuat minuman yang menarik perhatian.

Nah, bicara soal minuman dan segala hal terkait dengannya, apakah lo tahu istilah mixology? Mixology adalah ilmu yang mendalami tentang peracikan minuman, cocktail, mocktail dan berbagai jenis minuman lainnya, diperdalam di mixology.

 

beda jauh sama bartender, ternyata ini adalah ciri-ciri dari mixologist

Credit Image: lifesavvy.com

Orang-orang yang memperdalam mixology adalah orang-orang dibalik dari menu-menu cocktail yang biasa dibuat oleh bartender, bro. Mereka biasa disebut mixologist. Cukup asing ya istilah ini di telinga lo. Tidak apa-apa, karena memang istilah ini jarang digunakan di Indonesia.

Beberapa tahun terakhir ini, istilah mixologist cukup santer terdengar di sini karena tren minum di beberapa bar di Indonesia. Baik bar-bar yang ada di Jakarta, Bali dan kota-kota besar atau pelosok lainnya. Mixologist jadi sosok yang seksi untuk diperdalam.

Belajar mixology itu cukup membutuhkan waktu, bro. Banyak hal yang perlu lo ketahui untuk lebih dari sekedar menciptakan menu cocktail atau menu minuman yang enak. Mempelajari mixology lebih dari sekedar meracik minuman.

Oleh karena itu, mixologist bisa dikatakan punya kasta yang berbeda sendiri jika dilihat pekerjaannya: peracik minuman. Lalu sebenarnya, mixologist ini sosok dibalik meja bar yang seperti apa sih? Buat lo yang sama penasaran, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Mixologist: Alkohol, Budaya, dan Seni

beda jauh sama bartender, ternyata ini adalah ciri-ciri dari mixologist

Credit Image: fourseasons.com

Mungkin tiga kata di sub judul di atas ini kurang lebih bisa merepresentasikan siapa sebenarnya mixologist itu. Dre Masso, seorang mixologist dari London, Inggris – bercerita kalau seorang mixologist adalah sosok yang jauh berbeda dari bartender biasa.

Meracik minuman tidak seperti menyeduh teh. Menurut Masso, meracik minuman adalah bagian dari pengetahuan dan seni. Oleh karena itu, mixologist adalah mereka yang jauh lebih tinggi daripada sekedar bartender.

Masso sendiri menyatakan kalau seorang mixologist sangat mungkin bisa untuk jadi bartender, tapi seorang bartender – belum tentu bisa untuk jadi mixologist. Hal ini mungkin dikarenakan oleh pengetahuan yang dimiliki mixologist.

Mencampurkan minuman, mixologist sangat mengerti bagaimana bahan-bahannya, keterkaitannya dengan sejarah, budaya bahkan seni terkait pencampuran minuman tersebut. Oleh karena itu, mixologist sangat berhati-hati untuk mencampurkan minuman.

 

beda jauh sama bartender, ternyata ini adalah ciri-ciri dari mixologist

Credit Image: departures-international.com

Mixologist tahu kalau cocktail sendiri mempunyai tiga jenis bagian yang masing-masingnya punya sejarah, budaya dan seni sendiri-sendiri. Tiga jenis cocktail itu adalah The Unforgettable, Contemporary Classic, dan New Era Drinks.

Menurut Masso, masing-masing spesifikasi cocktails punya spirit atau soul tersendiri yang mestinya bisa dirasakan oleh para peminum. Dan tugas para mixologist lah yang memastikan semua hal tersebut harusnya terjadi.

Jadi minum cocktail tidak hanya sekedar minum lagi. Jika dibandingkan dengan minum kopi spesialti, sejarah, budaya dan bahkan seni dari minuman tersebut, bisa terpancarkan dan itulah tugas dari si pembuat minuman.

 

Jadi Siapakah Mixologist Ini?

Mungkin jika disimpulkan, mixologist sepertinya mirip dengan pendongeng, yang tahu persis apa yang sedang ia ceritakan, yang tahu persis apa yang sedang dibawakan. Mixologist tidak hanya sekedar meracik minuman, mereka bercerita melalui racikan tersebut.

Sehingga para pembaca, atau para peminum yang memesan cocktail dari tangan mereka, bisa mengetahui cerita menarik, sekaligus sejarah, budaya sampai seni dalam pembuatan cocktail tersebut.

Wah bagaimana nih bro? Apakah lo tertarik mendalami mixology?

 

Feature Image – masterclass.com

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience