Biar Tetap Apik, Ini Cara Tepat Rawat Vespa Klasik! - MLDSPOT
  • Hobby
  • Biar Tetap Apik, Ini Cara Tepat Rawat Vespa Klasik!

Biar Tetap Apik, Ini Cara Tepat Rawat Vespa Klasik!

Thu, 18 February 2021
Vespa Klasik

Setiap orang pasti punya hobi masing-masing untuk melengkapi ‘bumbu’ dalam hidup. Hobi emang bukan sebuah hal mutlak yang harus dimiliki setiap orang, tapi kayaknya kalo nggak punya hobi hidup rasanya ada yang kurang nggak sih, bro?

Kalau hobi lo sendiri apa nih? Fotografi kah, fashion enthusiast kah, atau otomotif? Kalau ketertarikan lo ada di otomotif – dan lebih spesifiknya di vespa, lo berada pada halaman artikel yang tepat!

Vespa emang identik dengan kendaraan bermotor yang udah dari dulu punya peminat yang tinggi, bahkan sampai sekarang pun masih diminati. Terlebih vespa klasik. Mau vespa klasik atau baru, sepertinya semua kendaraan harus punya cara perawatannya masing-masing.

Ngomong-ngomong soal vespa , sepertinya kendaraan otentik yang satu ini memerlukan perawatan yang cukup detil dan rutin. Hal ini jangan sampai terlewat – karena bakal berpengaruh berat pada vespa!

Apa aja hal yang harus lo lakuin biar vespa klasik lo menjadi lebih terawat? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya, bro!

Harus pake Bahan Bakar Beroktan Tinggi

Nggak sembarangan pake bahan bakar, buat lo yang punya vespa klasik ada baiknya menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Karena konon dengan menggunakan bahan bakar beroktan tinggi bisa membantu vespa lo performanya lebih bagus.

Hal ini dibuktikan karena bahan bakar beroktan rendah bisa bikin kerak dalam proses pembakaran bahan bakar dan akan berpengaruh pada performa dan tarikan vespa. Pastinya lo mengharapkan vespa lo punya performa yang terus oke dong, bro?

Pake Oli Samping dengan Kualitas Tinggi

Vespa Klasik

Credit image – Rezvilla

Selain bahan bakar, dalam kendaraan bermotor lo juga harus mempertimbangkan oli yang digunakan. Ganti oli selama sebulan sekali udah harus banget lo lakukan secara rutin, tapi pastikan juga menggunakan oli dengan kualitas tinggi.

Dengan menggunakan oli samping berkualitas tinggi, vespa klasik lo akan membakar lebih baik dan ruang bakarnya juga nggak berkerak Menyambung dengan ulasan tentang bahan bakar di atas, menggunakan oli dengan kualitas rendah juga punya dampak yang buruk buat vespa klasik lo.

Buat tau oli mana yang punya kualitas tinggi dan terbaik, lo bisa melakukan riset kecil-kecilan lewat nyari di sosial media atau nanya club temen vespa lo.

Lakukan Perawatan pada Karburator

Karburator emang udah jadi spare part penting pada kendaraan bermotor, nggak terkecuali dengan vespa klasik. Karburator emang punya peran yang penting dalam vespa klasik. Pasalnya, dari karburator inilah yang nantinya bisa mencampurkan bahan bakar dengan udara – sebelum nantinya masuk ke ruang pembakaran.

Komponen ini sering banget menimbulkan masalah pada vespa klasik – untuk itu, karburator dari vespa ini harus lo jaga dengan baik. Cara merawat karburator juga nggak susah kok!

Cukup dengan melepaskan karburator dari tempatnya dan bersihkan karburator dari kotoran atau kerak yang menyumbat aliran bensin dengan karbu cleaner atau penyemprot udara. Cara yang cukup gampang untuk bisa menghasilkan vespa klasik anti mogok kan, bro?

Aki juga Perlu Dirawat, Bro!

Vespa Klasik

Credit image – Modern Vespa

Selain karburator, komponen yang satu ini juga harus lo rawat dengan baik – karena kalo nggak, yang ada vespa lo nggak bisa jalan!

Aki punya fungsi yang penting biar vespa bisa tetap hidup dan bisa jalan. Untuk itu, kondisi aki harus terjamin performanya. Cara merawatnya juga cukup mudah – cukup membersihkan kerak atau karat yang ada di kutub aki serta lebih sering melakukan pengecekan pada ketinggian air aki, jangan sampai pas kekeringan baru sadar, panik, dan keburu mogok vespanya.

Perawatan Busi juga Penting!

Busi pada vespa punya peran sebagai ‘korek’ pada proses pembakaran. Kalau ini nggak dijaga, pastinya proses pembakaran pun jadi nggak lancar. Cara merawat busi bisa dilakukan dengan melakukan penggantian secara rutin.

Karena kalau busi nggak dirawat dengan baik, kualitas oli samping dan bensin pun akan berkurang. Listrik yang dihasilkan spul pun menjadi terlalu kecil. Jadi buat kedepannya, sering-sering ganti busi ya!

Jaga Kabel Perseneling

Vespa Klasik

Credit image - Sticky Features UK

Posisi perseneling pada vespa klasik emang beda-beda, tapi kebanyakan lokasinya berada di bagian setir kiri dimana terdapat ada tuas kopling juga. Seenggaknya, ada 2 kabel yang berlokasi di daerah situ – jadi pastikan nggak ketukar dulu ya.

Menjaga kabel perseneling juga nggak rumit, cukup lakukan penyetelan secara benar dan rutin cek kondisi dari kabel-kabel ini. Mudah banget kan?

Setelah membaca 6 cara merawat vespa dengan baik, sepertinya semua bukan hal sulit kalau lo rutin melakukan pengecekan. Jadi kuncinya untuk merawat vespa adalah – lo harus lebih peka dan perhatian ya, biar umurnya makin panjang, bro!

 

Feature image - iStock

Tips dan Trik Jadi Shutterstock Contributor: Nggak Asal Jepret, Bro!

Thu, 04 February 2021
Manfaatkan foto dan desain yang lo punya dengan menjadi Shutterstock Contributor!

Di zaman serba praktis ini, untuk menambah keahlian diri rasanya nggak perlu susah-susah lagi buat pergi ke tempat les sana-sini – semuanya udah tersedia di Internet, thanks to technology.

Salah satu keahlian yang mudah untuk dipelajari adalah belajar desain dan fotografi. Selain memiliki banyak peminat, kedua keahlian ini juga memiliki banyak peluang – salah satunya dengan menjual hasil karya lo di Shutterstock.

Sebagai salah satu situs penyedia gambar dan desain, Shutterstock juga mengajak lo untuk memanfaatkan gambar dan desain yang lo punya untuk dibagikan ke dalam Shutterstock dan dipergunakan kembali oleh orang lain dengan menjadi Shutterstock Contributor.

Tapi nggak sembarang gambar bisa masuk ke dalam Shutterstock. Untuk mengunggah foto yang lo punya di Shutterstock, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang harus lo ikuti. Di artikel ini, MLDSPOT akan membagikan tips biar foto dan gambar yang lo punya bisa jadi ladang cuan sebagai Shutterstock Contributor. Selengkapnya, simak di bawah ini ya, bro!

Bikin Foto Menjadi Trademark Visible

Manfaatkan foto dan desain yang lo punya dengan menjadi Shutterstock Contributor!

Credit image – WallpaperUp

Pengalaman beberapa Shutterstock Contributor lain yang pernah mengunggah fotonya di Shutterstock adalah permasalahan karena terdapat logo atau merk dalam foto yang diunggahnya. Misalnya foto yang diunggah adalah pemandangan gedung kota dan terlihat jelas logo perusahaan dari gedung tersebut.

Ternyata, foto sejenis itu nggak sesuai dengan ketentuan dari Shutterstock. Biar lo nggak kena peringatan dan jadi kerja dua kali – lebih baik pastikan foto yang lo unggah sudah trademark visible. Cara ini bisa dilakukan dengan mengeditnya terlebih dahulu di Photoshop dan sejenisnya dengan cara mengkloning logo atau merk yang terlihat dengan warna di sekitarnya.

Antisipasi Model Release

Salah satu permasalahan sebagai Shutterstock Contributor adalah dengan terbatasnya memperlihatkan muka orang yang terpampang jelas pada foto yang akan lo unggah. Jadi, pastikan foto yang lo unggah nggak kelihatan muka orang secara jelas ya, bro!

Tapi untuk mengakali hal ini, lo juga bisa bisa dengan menuliskan form model release yang sediakan oleh Shutterstock dan ditandatangani oleh modelnya. Agak sedikit ribet memang, tapi dengan cara ini lo akan menjadi Shutterstock Contributor dengan tenang tanpa harus takut mendapat peringatan.

Pastikan Foto Lo Ber-License Content

Permasalahan lainnya dalam mengunggah foto atau desain lo di Shutterstock adalah mengunggah konten yang ilegal dengan menampilkan potongan karya lain di dalamnya. Contohnya, foto yang lo unggah adalah orang memegang handphone dengan menampilkan film di dalamnya.

Kalau mengunggah foto sejenis itu, sebagai Shutterstock Contributor lo akan diberikan peringatan karena telah mengunggah konten yang ilegal alias tidak berizin. Foto sejenis ini nggak bisa masuk ke dalam foto editorial, jadi pastikan lo nggak mengunggah foto sejenis ini, ya – ribet ngurusnya, bro!

Hindari Foto dengan Noise, Artifacts, dan Film Grain

Manfaatkan foto dan desain yang lo punya dengan menjadi Shutterstock Contributor!

Credit image – Expert Photography

Sebagai Shutterstock Contributor, pastinya lo akan mengunggah foto yang paling bagus yang pernah lo tangkap oleh kamera lo. Tapi ada hal yang harus lo perhatikan – Shutterstock nggak akan menerima foto yang memiliki noise, artifacts, dan film grain yang tinggi.

Biasanya hal ini terjadi karena ISO pada kamera nggak diatur dengan baik, ada beberapa faktor pada pengaturan pada kamera yang membuat foto yang lo ambil jadi nggak mulus. Tapi untuk noise sendiri bisa diakali dengan menggunakan software seperti NoiseNinja, NeatImage, Noiseware, dan software sejenis lainnya.

Memiliki Titik Fokus dan Komposisi yang Jelas

Manfaatkan foto dan desain yang lo punya dengan menjadi Shutterstock Contributor!

Credit image – Nico Harold

Permasalahan lain yang banyak dialami oleh para Shutterstock Contributor adalah foto yang diunggah ditolak karena nggak punya titik fokus dan komposisi objek utama yang yang jelas. Kalau pun foto yang diunggah adalah pemandangan luas, setidaknya ada satu titik terfokus dalam foto.

Komposisi dan titik fokus akan terbentuk kalau proses pengambilan foto yang lo lakukan tepat. Paling nggak, perspektif kamera sebagai mata kedua dari yang melihat bisa terlihat dengan jelas. Tipsnya, jangan unggah foto yang lo ambil menggunakan fish eye ya!

Pastikan Size Gambar Sudah Pas

Hal paling fundamental dalam mengunggah foto di Shutterstock adalah memastikan bahwa ukuran foto yang akan lo unggah memiliki size di atas 4MP – alias harus high quality, bro!

Hal ini dilakukan agar kualitas foto yang diunggah dan dapat gunakan kembali oleh para penggunanya nanti tidak pecah ketika di zoom. Hal ini penting banget untuk lo perhatikan sebagai Shutterstock Contributor – jangan sampai dapat peringatan karena hal sepele ini ya!

Itu dia hal yang perlu lo perhatikan sebagai Shutterstock Contributor. Meskipun agak ribet, paling nggak karya yang lo miliki bisa berguna buat orang lain – plus-nya, dapet cuan pula!

Feature image - Freepik