Cerita dibalik Motor Listrik Katalis.co: Bukan Cuma Desain Futuristis, Tapi Juga Idealis - MLDSPOT
  • Hobby
  • Cerita dibalik Motor Listrik Katalis.co: Bukan Cuma Desain Futuristis, Tapi Juga Idealis

Cerita dibalik Motor Listrik Katalis.co: Bukan Cuma Desain Futuristis, Tapi Juga Idealis

Tue, 15 December 2020
Motor Listrik Futuristik Karya Anak Bangsa dari Katalis.co

Melihat motor dengan penampilan yang sudah dimodifikasi alias nggak default lagi – mungkin sudah biasa. Tapi apa jadinya ya kalau ada motor yang dari penampilannya sudah futuristik ala Cyberpunk, eco friendly dan yang jelas dibangun oleh anak bangsa – kebayang kerennya nggak sih kalau lo punya motor ini?

Motor yang bakal dibahas di artikel kali ini adalah hasil karya dari Katalis Company. Design Studios lokal ini mengeluarkan motor listrik yang futuristik. Ada dua seri yang dikeluarkan, yaitu EV. 500 dan EV. 1000.

Namanya juga motor modifikasi ya, yang pasti kalau soal penampilan, sudah no debat lagi – kalau lo mengendarai motor ini, #MauLagiDimanapun pasti lo jadi pusat perhatian. Soalnya kalau dari penampilan, motor listrik ini benar-benar unik!

Desain Ganas ala Aircraft WW II

Motor Listrik Futuristik Karya Anak Bangsa dari Katalis.co

Credit image – desginboon,com

Desain yang ganas dari Katalis ini ternyata terinspirasi dari pesawat tempur yang digunakan pas perang dunia II. Konsep yang ingin dibangun oleh Julian Palapa selaku Principal Designer dari Katalis yaitu menggabungkan P-51 Mustang dengan elemen visual jepang.

Meskipun dirilisnya cuma lewat Instagram, nggak ngehalangin hype dari rilisnya motor kece ini. Antusiasme masyarakat sama produk ini cukup tinggi bahkan sampai ke rancah internasional, bro!

Awalnya EV.500 ini memang produk yang dibuat untuk ikutan kompetisi motor listrik di Indonesia Internation Motor Show (IIMS), dengan terinspirasi dari Garuda Selis 500, Julian memberanikan untuk ngerilis motor ini di pasaran. Dengan desainnya yang gagah ini, Julian yakin motor ini bisa mendukung lifestyle masyarakat Indonesia ke depannya – bukan cuma stylish, tapi juga solutif!

 

Realisasi dari Visi Misi

Motor Listrik Futuristik Karya Anak Bangsa dari Katalis.co

Credit image – electricmotorcycles.news

Ternyata wujud dari desain retro futuristik EV.500 ini tercermin dari visi misi Katalis sendiri, bro. Dari keadaan new normal yang sekarang masih berlangsung, Joseph Sinaga selaku Head of Strategy mengutarakan kalau nantinya masyarakat akan memilih sesuatu yang bisa fit in dengan keadaan apapun, termasuk keadaan yang seperti ini bersahabat dengan lingkungannya.

Pasti lo bertanya-tanya, kenapa sih dibilang solutif? Hal ini mengacu ke fakta di mana bahan bakar konvensional adalah energi tidak terbarukan. Di luar sana, sudah banyak perusahaan sejenis yang mencari cara untuk membuat kendaraan terlepas dari energi tidak terbarukan itu.

Oleh karena itu, Joseph dan tim Katalis Co lainnya melihat ini sebagai tantangan tersendiri yang bisa dijawab dengan hasil karya mereka yang belum lama ini rilis, yaitu EV. 500 dan EV. 1000. Seperti yang lo ketahui sebelumnya kalau dua motor futuristik ini adalah motor listrik.

Namanya motor listrik – artinya lo nggak perlu lagi menggunakan bensin atau energi tidak terbarukan seperti kendaraan pada umumnya. Kalau lo mau gunakan, tinggal cas baterainya sampai penuh, barulah bisa lo kendarai. Ini artinya lo satu langkah lebih maju untuk peduli dengan lingkungan!

Seru juga bro kalau lo mau nongkrong, bercandaan lo sudah nggak gini: “bentar ya, gue isi bensin dulu” tapi berubah jadi “bentar ya bro, gue cas motor dulu” – asli keren ye?!

Terkait dengan tongkrongan, #MauLagiDimanapun teman-teman lo bakal respect sih sama motor listrik yang lo bawa ini. Well, mau bagaimana lagi – secara tampilan sudah keren, ditambah memang perannya yang bisa membantu lo peduli dengan lingkungan!

 

Ajang Tampil ke Mancanegara

Selain dari desain dan eco-friendly, nilai lebih dari motor listrik Katalis menyadarkan lo bahwa ini saatnya tunjukin local pride ke dunia internasional. Hal ini terbukti banget dari EV.1000 yang sudah berhasil tampil di galeri The Arsenale di Makau bulan Agustus lalu.

Sudah diakui secara global kalau motor listrik bakal jadi salah satu item penting di lifestyle masyarakat ke depannya. Hal ini terkait dengan penggunaannya yang mudah, ditambah mobilitasnya juga yang nggak kalah cepat dengan motor pada umumnya dan mendukung untuk menerapkan sustainable living.

Makin bangga lagi kalau ternyata produk lokal ini mampu bersaing dengan produk lainnya di level internasional. Joseph dan tim Katalis Co juga mengatakan kalau hasil karyanya ini bisa jadi acuan untuk anak muda lainnya berkarya lebih inovatif dari ini.

Mengingat karya local pride yang sampe ke mancanegara ini, lo bisa mulai mencoba karya lo sendiri untuk produksi sesuatu yang menginspirasi masyarakat luas dan menunjukkan diri lo di mancanegara, bro.

Katalis Co cuma salah satu dari sekian banyaknya karya local pride yang bisa mendunia. Sekarang, giliran lo untuk produksi Inspiring Products lo sendiri dan mulai menginspirasi banyak orang, bro. Jadi, kapan lo mau mulai?

 

Feature image – eletrcitmotorcycle.news

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience