Kindle VS Kobo: Mana e-Book Reader yang Lebih Oke? - MLDSPOT
  • Hobby
  • Kindle VS Kobo: Mana e-Book Reader yang Lebih Oke?

Kindle VS Kobo: Mana e-Book Reader yang Lebih Oke?

Wed, 10 July 2019
Kindle VS Kobo: Mana e-Book Reader yang Lebih Oke?

Salah satu masalah yang dihadapi para bookworms adalah terbatasnya ruang untuk menyimpan buku fisik di rumah. Mungkin ini saatnya lo mempertimbangkan untuk menggunakan e-Book reader, Urbaners. Ada 2 merek e-Book reader yang bisa dibilang paling populer saat ini, yaitu Kindle punya Amazon dan Kobo punya Rakutan. Mana yang kira-kira lebih cocok buat lo?

 

Fitur-fitur yang ditawarkan

Fitur-fitur yang ditawarkan

Untuk kategori satu ini, sepertinya Kobo sedikit lebih unggul daripada Kindle. Kobo memiliki fitur display dengan kualitas lebih bagus, memungkinkan lo untuk membaca e-Book berjam-jam tanpa membuat mata lelah. Selain itu, Kobo juga menawarkan fitur switch terpisah untuk mengatur backlight pada layar. Jadi, lo cukup swipe up untuk melakukannya. Sedangkan, pengguna Kindle harus mengakses menu tersendiri untuk bisa menggunakan fitur serupa.

 

Koleksi judul buku

Koleksi judul buku

Sudah muncul lebih dulu daripada Kobo, Kindle pun cukup unggul dalam menghadirkan “perpustakaan” online dengan judul yang lebih beragam. Nggak hanya e-Book, koleksi Kindle juga menjual audio e-Books yang bisa dibeli melalui Audible Bookstore. Namun, bukan berarti Kobo nggak memiliki koleksi yang lengkap. Bahkan Kobo sebetulnya sangat mendukung penerbit-penerbit independen sehingga mungkin ada beberapa judul buku yang nggak bakal lo temukan di Kindle.

 

Kapasitas penyimpanan

Kapasitas penyimpanan

Sebagai pencinta buku, lo pasti ingin bisa memiliki sebanyak mungkin judul buku. Jadi, kapasitas penyimpanan e-Book wajib jadi hal yang lo pertimbangkan. Untuk faktor satu ini, Kobo kembali unggul karena mendukung penggunaan SD card eksternal. Jadi, lo pun bisa men-upgrade kapasitas penyimpanan dengan lebih leluasa sehingga bakal ada lebih banyak judul buku yang bisa disimpan. Sementara itu, Kindle menawarkan kapasitas penyimpanan yang terbatas dan nggak bisa di-upgrade.

 

Format e-book yang bisa disimpan

Format e-book yang bisa disimpane-Books hadir dalam berbagai format, mulai dari yang simpel seperti .doc dan PDF sampai yang lebih kompleks seperti CBR, ePub, dan Mobi. Nah, Kobo mendukung format ePub, sedangkan Amazon menggunakan format Mobi. Sayangnya, banyak penerbit dan penulis yang merasa kesulitan mengubah teks mereka menjadi format Mobi. Mereka pun lebih memilih untuk memformatnya menjadi format ePub atau PDF. Itulah kenapa untuk masalah format e-Book ini, bisa dikatakan kalau Kobo kembali unggul.

 

Jadi, berdasarkan ulasan di atas, mana nih yang kira-kira lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan membaca lo, Urbaners?

 

 

Source: maketecheasier.com

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience