Tony Hawk Pro Skater 1& 2 akan Dibuat Kembali dalam Versi 4K HDR - MLDSPOT
  • Hobby
  • Tony Hawk Pro Skater 1& 2 akan Dibuat Kembali dalam Versi 4K HDR

Tony Hawk Pro Skater 1& 2 akan Dibuat Kembali dalam Versi 4K HDR

Wed, 20 May 2020
Seorang skater dengan jumper biru dalam Tony Hawk Pro Skater terbaru

Vicarious Visions akhirnya membuat pengumuman tentang garapan game mereka, Tony Hawk Pro 1&2 yang telah di-remake. Pengumuman ini disambut meriah oleh para pecinta game karena digadang-gadang akan hadir dengan kualitas grafik 4K yang tentunya lebih keren daripada versi yang sebelumnya. Ditambah lagi ada banyak kejutan fitur lain di dalam gameplay-nya. Buat lo pecinta game skateboard, nggak boleh melewatkan game yang satu ini #MumpungLagiDirumah.

 

Rilis di Bulan September

Salah satu tampilan dari Tony Hawk Pro Skater dari Vicarious Visions

Tony Hawk Pro Skater 1&2 ini sudah dibuat kembali oleh Vicarious Visions, sebuah studio yang pernah melakukan remaster game keren lainnya, seperti tiga game pertama Crash Bandicoot dari Crash Bandicoot N. Sane Trilogy yang dirilis tahun 2017 lalu. Mereka juga sedang mengembangkan koleksi game Tony Hawk yang baru ini.

Rencananya akan segera dirilis pada tanggal 4 September 2020 ini. Game ini akan segera siap buat lo mainkan di PlayStation4, Windows PC, dan Xbox One. Siap-siap untuk cita rasa dan sentuhan baru di versi remake dari Tony Hawk Pro Skater ini.

 

Didominasi Soundtrack Asli

Tampilan Tony Hawk Pro Skater remastered dimana seorang skater sedang melakukan trik

Dalam versi remaster ini, akan ada original level, pro skater level, dan trick level dari Tony Hawk Pro Skater. Trik-trik dalam game ini termasuk trik the revert, lip tricks, dan wall plant. Tentunya jadi lebih asik buat lo mainkan. Jadi, nggak hanya grafiknya saja yang jadi lebih berkualitas, konten game-nya juga jadi lebih seru.

Di versi terbaru ini juga akan disertakan dengan dominasi soundtrack asli dan beberapa lagu dari penyanyi terkenal lain. Seperti satu lagu dari Dead Kennedys, “Police Truck” juga akan lo dengar mengalun di salah satu set play game Tony Hawk Pro Skater ini. Beberapa lainnya ada “Goldfinger”, “Bad Religion”, “Millencolin”, dan masih banyak lagi.

 

Tutorial Experience yang Lebih Baik

Seorang skater lengkap dengan gear sedang bersiap meluncur dalam tampilan Tony Hawk Pro terbaru

Para penanti setianya juga diberi tahu untuk bersiap-siap karena pengalaman tutorial yang akan disajikan di versi remaster ini akan lebih baik daripada versi sebelumnya. Jadi, buat lo yang belum pernah memainkan Tony Hawk Pro Skater versi terdahulu, lo nggak perlu khawatir. Lo dijamin bisa menyesuaikan dengan cepat di versi yang terbaru ini.

Untuk game remaster Tony Hawk Pro Skater 1&2, akan dibanderol dengan harga Rp593.000. Sementara versi digital deluxe dengan konten unik dan gear khusus di dalam game ini diberi harga Rp741.000. Selain itu, game ini juga disiapkan dalam versi collectors edition dengan harga yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp1,5 juta dengan konten istimewa dan deck Birdhouse yang diproduksi secara terbatas.

Lo bisa menambah daftar panjang games seru lainnya yang layak buat dimasukkan ke anggaran lo tahun ini. Rilisan dari Vicarious Visions ini juga patut masuk hitungan game yang ditunggu-tunggu. Apalagi secara genre cukup berbeda dari beberapa game kebanyakan. Buat lo yang suka skate dan game tetapi nggak bisa keluar buat main, game ini bisa jadi pilihan sempurna.

 

 

 

Sources: Polygon,  TheVerge, EuroGame

Bukan Jenis Genre, Ini Arti dari Band Indie Indonesia yang Sebenarnya!

Wed, 17 March 2021
Band Indie Indonesia

Gaya musik sekarang ini emang beragam banget, kalo kemarin sempet ngebahas Indonesian City Pop sama Irama Nusantara dan genre Lo-Fi yang sekarang juga banyak peminatnya, ada satu genre – yang sebenarnya juga bukan genre, yang saat ini banyak diminati, yaitu Indie!

Semakin banyaknya muncul band indie Indonesia membuat para penikmat musik awam menganggap bahwa indie merupakan sebuah genre. Nyatanya, indie bukan genre ataupun gaya musik, bro!

Identik dengan musik dan lagu yang easy listening dan memiliki lirik yang kreatif, musik Indie memnghadirkan Terus kenapa kehadiran band indie Indonesia bisa membawa pemahaman kalau Indie merupakan sebuah genre? Langsung aja simak ulasan selengkapnya di bawah ini, bro!

Mengenal Arti Indie yang Sebenarnya

Band Indie Indonesia

Credit image – Careers in Music

Sebelum dikenal sebagai sebuah genre, Indie sebenarnya memiliki arti independen – atau sesuatu yang bersifat mandiri, bebas, atau bahkan ‘merdeka’. Indie dalam musik digambarkan sebagai sesuatu yang dilakukan sendiri, bebas, tanpa ada gangguan dari pihak lain yang mencoba mengatur proses produksi.

Hal ini dilakukan oleh seorang musisi atau band indie Indonesia biasanya memilih jalan ini untuk berkarya dengan bebas tanpa adanya label yang menaungi. Para musisi indie biasanya membiayai semua pengeluaran secara independen – mulai dari biaya produksi, pemasaran sampai distribusinya.

Sebutan indie  awalnya digunakan untuk membedakan antara musisi independen dengan musisi lain yang terikat label. Hal itu dilakukan untuk menekan bahwa musisi indie berada di label rekaman independennya sendiri dan lebih bebas mengekspresikan gaya musiknya ataupun dalam membuat suatu karya. 

Indie Bukan Genre, Bro!

Band Indie Indonesia

Credit image - Spotify

Pemahaman bahwa genre merupakan sebuah genre masih banyak dinilai salah oleh banyak orang. Seperti yang udah disebutkan di atas – jelas indie bukan sebuah genre, melainkan gerakan mandiri dari musisi untuk menciptakan karyanya.

Namun kata indie dapat menjadi tambahan deskriptif untuk sebuah genre, misalnya memberikan pemahaman dari perbedaan antara aspek musik dan aspek bisnis dalam musik. Misalnya: indie-rock, indie-pop, indie-rap, dan sebagainya. Tambahan deskriptif ini juga digunakan oleh platform musik Spotify untuk membuat playlist dari musisi-musisi Indie Indonesia – dengan judul IndieNesia.

Nggak heran lagu-lagu karya musisi indie terbilang unik dan beda dengan lagu kebanyakan – atau lagu-lagu yang biasa ada di peringkat Top 40. Hal inilah yang juga mendorong sebagian orang menganggap indie sebagai sebuah genre musik.

Idealisme Musisi dan Band Indie Indonesia

Tren musisi indie di Indonesia udah berkembang sejak era 80-an. Saat itu kemunculannya identik dengan musik punk-rock yang bergerak tanpa ada bantuan dari major label dan memproduksi musik dan karyanya sendiri tanpa terikat regulasi yang ada saat itu.

Hingga pada era 90-an, istilah indie berkembang menggantikan istilah underground. Saat ini, cukup banyak band-band indie bermunculan, menggambarkan bahwa indie memang terus berkembang di Indonesia. Seperti Sore, The S.I.G.I.T, Danilla Riyadi, dan lain-lain yang musiknya pasti udah sering lo denger.

Pastinya untuk bertahan di industri musik dengan cara yang mandiri ini terbilang susah-susah-gampang, karena biasanya hasil karya yang dipublikasikan akan lewat teman terdekat terlebih dulu dan melakukan konser sederhana ke kota-kota di Indonesia.

Tapi fenomena banyaknya musisi indie saat ini berhasil menghadirkan warna baru dalam industri musik Indonesia dan membuktikan bahwa dengan produksi dan promosi mandiri dapat bertahan di Industri musik.

Pergeseran Makna dari ‘Indie’

Band Indie Indonesia

Credit image – Outfit Styles

Pergeseran makna indie sendiri semakin jauh – nggak cuma dalam hal musik, tapi juga ke dalam gaya hidup. Seperti banyaknya orang yang menjadikan indie sebagai fashion. Pasti lo juga pernah denger kan kata-kata yang bilang; “style lo Indie banget, bro!”

Hal ini berangkat dari stigma musik indie merupakan sebuah genre dan identik dengan sore, senja, kopi, dan hal sebagainya. Padahal, indie nggak ada hubungannya dengan hal-hal tersebut!

Semua hanya menjadi stigma di masyarakat dan menganggap indie sebagai sesuatu yang menunjukan eksistensi diri – padahal sebenarnya nggak paham apa indie yang sebenarnya.

Sekarang lo udah paham kan – kalau indie itu bukan genre lagu, cuman emang gaya musik yang ditampilkan sama musisi indie emang berbeda dari musik-musik dari genre musik kebanyakan.

Kalau lo lebih suka denger yang mana nih, bro? mengingat lo lagi berkunjung ke MLDSPOT, udah jelas kalau lo penikmat jazz, kan?

 

Feature image – BlackXperience