• Hot Inside
  • Di Kalimantan di Temukan Spesies Kumbang Baru, Leonardo DiCaprio

Di Kalimantan di Temukan Spesies Kumbang Baru, Leonardo DiCaprio

Thu, 10 May 2018

Urbaners, pulau Kalimantan bisa disebut sebagai surga bagi kelangsungan hidup beragam flora dan fauna di Indonesia. Wilayahnya yang masih banyak memiliki hutan alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dunia untuk datang berkunjung. Nah, baru-baru ini ada spesies kumbang yang ditemukan di dekat perairan dangkal yang masih berada satu kawasan dengan air terjun Cekungan Maliau, cagar alam terpencil di Pulau Kalimantan bagian Malaysia.

Penasaran seperti apa penampakan kumbang baru tersebut? Yuk cari tahu!

Ditemukan para peneliti dari Belanda

Spesies kumbang air berjenis kelamin jantan ini ditemukan oleh sekumpulan peneliti asal Belanda dalam sebuah ekspedisi bernama Taxon Expeditions. Mereka tergabung dalam sebuah organisasi yang berfokus pada pendidikan dan penemuan keanekaragaman hayati. Organisasi ini juga biasa membantu sukarelawan yang tidak terlatih guna menemukan spesies baru.

Alasan dibalik pemilihan nama Leonardo DiCaprio

Uniknya, kumbang air berwarna hitam dengan ukuran 33 mm yang baru aja ditemukan itu dinamai G. Leonardodicaprioi. Nama ini dipilih sebab ekspedisi yang dilakukan tersebut didanai oleh The Leonardo DiCaprio Foundation, sebuah yayasan yang menaruh perhatian khusus pada kelestarian alam dunia milik aktor peraih piala Oscar tersebut.

Ekspedisi senilai 1,3 triliun rupiah

Urbaners, biaya yang harus digelontorkan aktor pemeran Jack dalam film Titanic untuk ekspedisi Kalimantan tersebut ternyata nggak main-main. Tercatat dana senilai 1,3 triliun udah dicairkan dalam bentuk hibah sejak tahun 2010 silam. Penamaan kumbang air DiCaprio tersebut udah tentu merupakan wujud apresiasi terbesar dari tim peneliti Taxon Expeditions tersebut.

Ada dua kumbang air lain

Selain menemukan kumbang air DiCaprio, ekspedisi yang dipimpin oleh Iva Njunjic ini juga menemukan dua kumbang air spesies baru lainnya. Dua spesies tersebut masing-masing diberi nama G. andrekuipersi dan G. quest. Berada di bawah genus kumbang akuatik yang sama dengan kumbang DiCaprio, Penamaan G. andrekuipersi terinspirasi dari sosok astronaut Belanda bernama Andre Kuipers.

Urbaners, eksplorasi alam di pulau Kalimantan seharusnya bisa bikin seluruh masyarakat Indonesia sadar kalau ada banyak ragam hayati yang wajib dilindungi di sana. Adanya kumbang DiCaprio ini tentu mencuri perhatian dunia terhadap alam nusantara. Kalau bukan lo yang menjaga dan merawat, bisa-bisa Kalimantan bakal diklaim sebagai wilayah bagian dari negara lain.

Source: kompas.com

Melihat dari Dekat Bagaimana Perjuangan eSports Jadi Cabor di Asian Games

Thursday, August 30, 2018 - 15:08

Bayangin nggak game yang biasa lo mainin sehari-hari ternyata ada di Asian Games? Ya, Indonesia menetapkan eSports sebagai cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Asian Games 2018 Urbaners. eSports masuk sebagai pertandingan eksibisi dalam ajang multi event empat tahunan ini. Yuk lihat dari dekat bagaimana perjuangan eSport Jadi cabor di Asian Games!

Paradigma buruk

Perjuangan eSports menjadi salah satu cabor yang dipertandingkan di Asian Games nggak mudah Urbaners. Karena game awalnya dianggap memberikan efek buruk dan bisa menyebabkan kecanduan bagi pelajar. Hal itu membuat pendidikan dan sekolah para pelajar terbengkalai. Namun kali ini di Asian Games paradigma game mulai berubah. Nggak hanya sekadar permainan untuk bersenang-senang tapi juga berpeluang menjadi atlet bila ditekuni secara serius.

Awalnya tidak disebut sebagai olahraga

Masuknya eSports di Asian Games awalnya sempat diragukan banyak pihak karena banyak yang mengklaim bahwa game tidak bisa disebut sebagai olahraga. Padahal sebenarnya eSports membutuhkan kerja sama yang solid baik individu ataupun kerja sama tim. eSports juga layak disebut sebagai salah satu cabang olahraga karena membutuhkan latihan yang terukur, dukungan fasilitas, pelatih, dan lainnya.

Masuk sebagai cabor eksibisi

Eksibisi menjadi awalan penting sebelum eSports menjadi cabor yang resmi di kompetisi olahraga tingkat dunia. Permainan cabor eksibisi berarti pemenangnya tetap mendapatkan medali. Tetapi perhitungan medali yang didapat nggak ditambahkan ke klasemen umum medali secara keseluruhan. Walaupun masih dalam cabor eksibisi, eSports ini bisa menjadi cabor resmi di Asian Games selanjutnya.

Potensi besar

Potensi eSports dinilai cukup besar karena di luar negeri animo eSport dan jumlah penonton sangat besar. Terpilihnya 6 game yaitu PES 2018, Arena of Valor, Hearthstone, Clash Royale, League of Legends, dan StarCraft II adalah bukti bila eSports sama halnya dengan olahraga ketangkasan lain. Selain bisa menghasilkan prestasi, game juga nantinya bisa dijadikan profesi.

Itu dia perjuangan eSports jadi cabor eksibisi di Asian Games. Apakah lo menjadi salah satu pemain dari game di atas?

 

Source: Esportsobserver.com