Jakarta Dog Lovers, Berbagi Rasa Sayang dengan Anjing Peliharaan

Urbaners, kata apa yang menurut lo paling tepat untuk mendeskripsikan anjing? Hewan yang menggemaskan atau justru menyeramkan? Kalau lo suka bermain-main dengan hewan satu ini, maka lo adalah kandidat tepat yang sedang dicari oleh Jakarta Dog Lovers (JDL). Ya, komunitas Jakarta Dog Lovers bakal senang banget bertemu sama temen baru kayak lo. Bahkan, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan seru mereka, yang tentunya diramaikan oleh berbagai ras anjing yang lucu.

Di sisi lain, Jakarta Dog Lovers juga tetap terbuka jika lo masih ragu-ragu untuk bermain dengan anjing. Justru itu adalah salah satu tujuan utama kenapa komunitas ini dibentuk. Mereka berharap dapat membantu menghilangkan stigma negatif yang melekat pada anjing. Selain itu, Jakarta Dog Lovers juga memiliki beragam kegiatan lain yang nggak kalah menarik dan menginspirasi. Yuk kenalan lebih lanjut, Urbaners!

 

Lahir untuk Memasyarakatkan Anjing

Kegiatan Jakarta Dog Lovers saat berkunjung ke penampungan anjing

Jakarta Dog Lovers sadar bahwa di Indonesia, nggak semua masyarakat terbuka dengan keberadaan anjing. Adanya batasan dalam adat istiadat dan agama membuat kehadiran hewan domestik ini nggak selalu bisa diterima dengan baik. Inilah yang jadi alasan bagi Steffhen Markus, Sandy Halid, Yovist Taufan, dan Walder Torusan untuk menciptakan komunitas ramah anjing. Jakarta Dog Lovers pun akhirnya dibentuk sejak 2 Januari 2016 atas adanya kesamaan visi dari para founder tersebut.

“Jakarta Dog Lovers didirikan berdasarkan kesamaan cita-cita dalam memasyarakatkan anjing di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Tujuan utama kami adalah menciptakan kesejahteraan satwa, khususnya satwa domestik jenis anjing,” jelas Ketua Harian Jakarta Dog Lovers, Walder Torusan.

Kesibukan yang dimiliki Jakarta Dog Lovers pun nggak jauh-jauh dari proses edukasi sampai motivasi kepada pemilik anjing untuk terus mensosialisasikan gerakan peduli dan sayangi satwa. Sejumlah agenda rutin yang mereka adakan misalnya gathering tiap Sabtu di Taman Kodok, charity berbagi vaksin, penggalangan dana untuk shelter yang membutuhkan, sampai kampanye menyuarakan gerakan moral terhadap anjing.

 

Meningkatkan Rasa Peduli

Kegiatan anggota Jakarta Dog Lovers beserta para anjingnya

Jakarta Dog Lovers getol menyuarakan kampanye berbagi rasa peduli pada anjing. Lewat slogan “Adopt, Don’t Shop”, mereka berharap masyarakat bisa kian berempati dengan mendukung gerakan adopsi. Cara ini dipercaya dapat memberikan kesempatan kedua bagi anjing-anjing yang kurang beruntung di masa lalu. “Karena semua anjing itu sama, yang membedakan adalah bagaimana cara pemilik dalam merawatnya,” pesan Walder.

Meski begitu, Walder menilai bukan berarti setiap orang dapat langsung siap untuk mengadopsi atau memelihara anjing. Aspek penting yang pertama-tama harus dipersiapkan adalah niat dan komitmen dari diri sendiri. Perlu juga dilihat konsekuensi dalam memelihara anjing, baik dalam hal tanggung jawab, keuangan, hingga tempat tinggal. Nggak kalah penting, pastikan keluarga dan lingkungan setuju atas keputusan tersebut. Keseluruhan pola pikir inilah yang coba Jakarta Dog Lovers sebarkan walau mereka tahu ini bukan perkara mudah.

JDL menganggap proses edukasi pada masyarakat ini sebagai tantangan yang harus dihadapi. “Mengedukasi masyarakat umum tentu nggak bisa instan. Perlu waktu yang nggak sebentar juga. Sebagai komunitas, kami akan pelan-pelan berjalan, tapi nggak akan pernah berhenti memberi edukasi sampai kesejahteraan hewan domestik meningkat. Semakin banyak masyarakat umum yang teredukasi seiring berjalannya waktu, kami percaya suatu saat anjing tidak akan lagi dipandang sebelah mata,” harap Walder.

 

Terus Berkembang dan Membuka Diri

Keseruan acara gathering mingguan Jakarta Dog Lovers di Taman Kodok

Meski proses edukasi diakui bukan persoalan enteng, hal itu nggak mempengaruhi respon yang diberikan masyarakat pada komunitas ini. Sejak resmi hadir, Jakarta Dog Lovers mendapat sambutan positif dari masyarakat sehingga bisa terus menguatkan eksistensinya hingga sekarang. Salah satu triknya adalah mereka memainkan peran yang lebih inklusif dan terbuka, misalnya dengan memberi kesempatan bagi teman-teman di luar Jakarta untuk bergabung.

“Untuk keanggotaan sifatnya terbuka untuk umum. Siapa saja boleh bergabung dan tidak terbatas yang punya anjing saja. Mereka yang nggak punya anjing tapi suka juga bisa gabung, cukup datang aja setiap gathering rutin dan bisa berpartisipasi juga di grup chat internal,” ucap Walder. Selain sebagai anggota, komunitas ini juga sesekali membuka kesempatan untuk lowongan relawan walau hanya dibuka pada saat tertentu saja.

Walder menambahkan, media sosial mempermudah proses Jakarta Dog Lovers untuk berkembang. Biasanya, followers Jakarta Dog Lovers merasa penasaran ketika melihat interaksi anjing dan pemiliknya di media sosial. Dari situ, mereka saling belajar dan berbagai tips dalam merawat anjing, hingga akhirnya mereka berpartisipasi dalam acara mingguan JDL. Dengan bertemu langsung, para pemilik beragam ras anjing tersebut bisa saling berinteraksi, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman pada sesama anggota.

 

Tips dan Pesan dalam Merawat Anjing

Jakarta Dog Lovers menerima siapa saja dan anjing jenis apa pun

Kalau lo mau tahu tips merawat anjing dengan baik, Walder nggak sungkan untuk berbagi langsung di sini. “Merawat anjing nggak jauh beda dengan merawat diri sendiri. Nggak cukup hanya memberi makan saja, ada kebutuhan lain juga yang harus dipenuhi seperti kesehatan, grooming, hingga emosional,” ungkap Walder. Nggak ketinggalan, memiliki komitmen dalam memelihara juga jadi aspek penting agar anjing dapat terawat dengan semestinya.

Jakarta Dog Lovers menilai di Indonesia masih ada isu soal kurangnya kesadaran pemilik anjing dalam merawat hewan peliharaannya. Lebih spesifiknya, Walder mengaitkan persoalan tersebut dengan 5 Prinsip Kesejahteraan Hewan (Five Freedoms) yang menjadi fondasi utamanya. Tips terpenting adalah pastikan anjing lo terbebas dari rasa haus serta lapar, rasa ketidaknyamanan sampai penyiksaan fisik, dan rasa sakit. Pastikan anjing lo mampu mengekspresikan perilaku alamiahnya, untuk menunjukkan dia nggak merasa takut atau tertekan.

Tentunya, tujuan utama JDL adalah agar masyarakat Indonesia bisa mengerti dan melaksanakan lima prinsip tersebut. Mereka pun memiliki harapan lain, seperti ingin punya tempat berkumpul dan pelatihan sendiri yang nantinya diberi nama Jakarta Dog Park, tempat di mana semua pemilik anjing bisa berinteraksi dan melatih hewan kesayangannya. “Kami juga ingin lebih berkontribusi secara nasional dan bersinergi dengan semua pihak demi terciptanya kesejahteraan hewan domestik di Indonesia,” tutup Walder.

Ikuti beragam keseruannya melalui akun Instagram Jakarta Dog Lovers kalau lo tertarik untuk bergabung dengan mereka, ya!