Pala Nusantara Luncurkan Jam Tangan Vegan Pertama di Dunia

Ngomongin soal kreativitas produk, brand-brand lokal di Indonesia nggak kalah jago dibandingkan brand luar negeri, Bro! Salah satunya adalah Pala Nusantara, brand jam tangan lokal dari Bandung yang berhasil memproduksi jam tangan vegan pertama di dunia. Menjunjung konsep sebagai jam tangan eksotik, produk-produk Pala Nusantara juga sudah menyabet berbagai penghargaan bergengsi, terutama dari sisi desain.

Yuk, kenalan dan ngobrol lebih lanjut dengan founder Pala Nusantara, Ilham Pinastiko!

 

Ingin Tonjolkan Nilai Indonesia

Nama Pala Nusantara mulai melejit tahun 2019 lalu. Namun, perjalanan Ilham memulai dan membesarkan brand ini sudah berlangsung jauh sebelumnya, tepatnya di tahun 2017. Di awal perjalanannya, Ilham masih menjalankan semuanya sendirian dan banyak melakukan riset trial and error. Setahun berselang, ia mulai serius meningkatkan kapasitas produksi semi-industri.

Material kayu dipilih karena kayu adalah salah satu sumber daya alam yang paling berlimpah di Indonesia. “Selama ini, kita kurang menghargai karakter kayu, kita hanya menjadikannya sebagai pintu, laci, mebel, dan sebagainya. Dengan diolah sebagai jam tangan, kami ingin mendorong apresiasi terhadap kayu, membuatnya menjadi lebih bernilai seni tinggi. Selain itu, kayu yang kami pakai pun merupakan kayu hasil budidaya, sehingga ada sertifikat resminya,” kata Ilham memulai percakapan.

Pala Nusantara menggunakan bahan kayu sebagai kekayaan alam asli Indonesia

Pemilihan namanya pun memiliki filosofi unik. Kata “Pala” diambil sebagai salah satu rempah-rempah dari Indonesia Timur yang menjadi incaran banyak negara-negara Barat di jaman dahulu kala. Kata “Nusantara” merujuk pada negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat kaya dan makmur. Dengan nama “Pala Nusantara”, Ilham berharap bisa membawa spirit yang sama untuk mengenalkan nilai-nilai Indonesia ke pasar internasional.

Nggak hanya dari filosofi nama, Pala Nusantara juga menyisipkan ‘secuil’ nilai Indonesia di setiap produknya. Di bagian strap jam tangan, lo bisa melihat simbol kearifan lokal yang menunjukkan cerita kekayaan nusantara. “Untuk semua pembeli, kami juga selalu mengirimkan manual book berisi cerita sejarah tentang setiap simbol yang kami ukir di strap,” ungkap Ilham.

 

Andalkan Jamur untuk Pembuatan Jam Tangan Vegan

Pala Nusantara bekerja sama dengan Mycotech membuat jam tangan berbahan jamur

Salah satu keunggulan Pala Nusantara dibandingkan brand jam tangan lokal yang lain adalah karena tim Research & Development (R&D)-nya yang kuat. Tim R&D ini bertugas untuk selalu berinovasi meningkatkan mutu dan desain dari jam tangan Pala Nusantara. “Produsen lain seringkali fokus di tim pemasaran. Padahal, kehadiran R&D menjadi juru kunci untuk memajukan Pala Nusantara agar bisa menyalip kompetitor dengan memenangkan berbagai penghargaan,” jelas cowok asal Bandung ini.

Saat mengikuti pameran di New York, Agustus 2018 silam, Ilham melihat bahwa konsumen di Amerika dan Eropa mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap dampak lingkungan dan pengurangan material hewani pada produk fashion. Inilah yang menantang Ilham untuk menciptakan produk jam tangan ramah lingkungan tanpa menggunakan material kulit.

Bahan kulit membutuhkan proses peternakan panjang yang menghabiskan berton-ton karbon dan berkubik-kubik air. Selain itu, pewarna yang dipakai juga menjadi racun limbah untuk lingkungan. Oleh karenanya, Ilham mulai mencari peluang kolaborasi dan riset untuk bisa menemukan materi pengganti kulit yang sama-sama memiliki value tinggi.

“Kami akhirnya bertemu dengan perusahaan biotek Mycotech yang tertarik dengan proposal Pala untuk menggunakan jamur sebagai pengganti serupa kulit. Kekuatan jamur dan kulit ini sama, nggak lebih dan nggak kurang. Mereka memiliki durability, kelenturan, dan kenyamanan yang sama,” kata Ilham.

Hasil kolaborasi Pala Nusantara dan Mycotech adalah jam tangan vegan pertama di dunia, yang dinamakan PALAMylea. Untuk membudidayakan jamur yang nantinya diproses menjadi strap, mereka harus mengumpulkan limbah dapur dan limbah kopi. Ilham dan kawan-kawan pun nggak sungkan untuk datang ke kafe dan meminta ampas kopi yang sudah nggak dipakai.

 

Jam Tangan “Jamur” yang Direspon Hangat

Hasil kolaborasi Pala Nusantara dan Mycotech

Pala Nusantara dan Mycotech membutuhkan proses yang panjang sebelum berhasil memproduksi jam tangan PALAMylea yang ramah lingkungan. Mereka menghabiskan total waktu hingga 1,5 tahun sampai bisa mencapai tahap produksi massal. Proses panjang ini dilakukan karena mereka harus melakukan pewarnaan organik dan pembentukan jam tangan yang minim jejak karbon.

“Sebelum melakukan soft launching pada tahun 2019, kami menggalang dana melalui kickstarter dengan target pencapaian sebesar Rp445 juta (USD30 ribu). Nggak disangka, ternyata kita berhasil menembus lebih dari target itu. Kami melihat antusias pasar internasional memang sangat tinggi untuk produk-produk semacam ini,” kata Ilham.

Nggak cuma di pasar internasional, terobosan jam tangan vegan PALAMylea ini juga mendapatkan apresiasi di Indonesia. Terbukti, di tahun 2019, PALAMylea sudah menyabet lima penghargaan di Jawa Barat dan Indonesia karena konsep sustainable yang mereka tonjolkan. Beberapa di antaranya adalah Indonesia Good Design 2019, Juara 4 Blibli Big Start Indonesia, dan ASEPHI Emerging Award 2019.

Jam tangan vegan Pala Nusantara dibuat sendiri (handmade) oleh para pengrajin kulit dan kayu handal yang telah dilatih selama bertahun-tahun. Dengan demikian, ada spirit craftsmanship dan sense of love yang diberikan oleh para pengrajin kepada setiap produk yang dikerjakan. Untuk merawat jam tangan dari material jamur ini, lo hanya perlu mengolesinya dengan hand body setiap 3 hari sekali, untuk menjaga kelembabannya.

 

Kejutan Baru Tahun 2020

Pala Nusantara berkomitmen selalu memperkuat R&D-nya

Ilham mengaku, jam tangan seri PALAMylea bukanlah satu-satunya produk baru yang mereka hadirkan. Ia berkomitmen untuk terus menjalankan R&D dan mengembangkan desain atau material baru yang rencananya akan diluncurkan pada tahun ini. Menyadari kompetisi brand jam tangan lokal yang cukup ketat, Ilham tahu bahwa Pala Nusantara harus terus berinovasi dengan produk-produk unik lainnya.

“Untuk memperluas pasar dan bertahan di tengah wabah Covid-19, kami juga akan mulai masuk ke arah aksesoris fashion. Tapi, cita-cita jangka panjang kami tentu masih sama, yaitu bisa menjadi jam tangan nasional, di mana Pala Nusantara dapat digunakan semua kalangan di Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” tutup Ilham.

Nah, kalau lo penasaran sama berbagai varian jam tangan keren dari brand lokal ini, langsung aja follow Instagram @PalaNusantara ya, Bro!