• Movie
  • Video Game Movie that still Acceptable

Video Game Movie that still Acceptable

Wed, 11 February 2015

Kalau dilihat dari faktanya, setiap kali industri hiburan di Hollywood mencoba untuk mengaadaptasi film ke dalam game atau sebaliknya, hasilnya selalu saja mengecewakan. Lihat saja Street Fighter the Movie yang hasilnya berantakan meskipun memboyong aktor laga kawakan Van Damme.

Tapi beberapa film adaptasi video game yang dibuat setelahnya memberikan harapan ke arah yang lebih baik, dari segi penggarapan, aksi para aktor hingga jalan cerita yang disuguhkan. Memang belum sepenuhnya memuaskan para pecinta film dan game, tapi setidaknya.. still acceptable

 

DOA: Dead or Alive (2006)

Film yang diambil dari sebuah franchise game fighting ternama dengan nama yang serupa. Dari segi action dan cerita mungkin masih banyak mengecewakan, namun siapa yang bisa menolak lekuk tubuh seksi para tokoh perempuan cantik, adegan permainan bola pantai dan pertarungan akrobatik dimana kita bisa melihat dengan jelas bentuk tubuh jagoannya. Yes, that'll do.
 

Prince of Persia: The Sands of Time (2010)

Kisah legendaris yang diangkat dari game klasik di platform PC , tokoh pangeran yang menawan dan dengan akrobatik penuh aksi melompat, menusuk dan memanipulasi kekuatan waktu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Merupakan metafora dari sebuah tindakan yang luar biasa untuk pertentangan manusia modern. Sekalipun banyak kekurangan disana-sini, tapi setidaknya bisa mengobati kerinduan pecinta game klasik ini.
 

Doom (2005)

Perang di dalam perut neraka, senjata besar untuk menghancurkan monster-monster besar dan gergaji mesin! Kata-kata barusan cocok sekali untuk menggambarkan film yang diangkat dari game FPS (first person shooter) klasik ini. Film yang memuaskan dahaga akan aksi-aksi seru, apalagi diperankan oleh Dwayne “The Rock” Johnson yang super gahar!

Itu tadi tiga film adaptasi video game yang masih bisa dinikmati baik oleh pecinta game maupun penggemar film. Semoga petinggi-petinggi Hollywood makin banyak memproduksi film-film adaptasi video game seperti ini untuk memuaskan para movie fans dan para gamer. Asal kualitasnya jangan asal-asalan!

 

Upcoming Video Game Movies
Selain 6 video game movies di atas, ada sekitar 32 lagi yang akan rilis di tahun 2015. Totalnya jadi ada 38 video game movies. Luar biasa!

'Bapak Video Game' Tutup Usia
Industri video game tengah berduka setelah kehilangan Ralph Baer, yang dikenal sebagai 'bapak video game', Ia baru saja meninggal dunia dalam usia 92 tahun.

Asal Mula Nama Mario
Mario pertama kali muncul dalam game Donkey Kong. Pada saat awal kemunculannya Mario belum memiliki nama panggilan, Mario hanya diberi julukan "Jumpman". Nama Mario diberikan karena karakter Mario sangat mirip dengan pimpinan Nintendo Amerika yang berkebangsaan Italia bernama Mario Seagle.

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?