Film Hollywood yang Gagal di Layar Lebar - MLDSPOT
  • Movie
  • Film Hollywood yang Gagal di Layar Lebar

Film Hollywood yang Gagal di Layar Lebar

Wed, 11 March 2015

Nama besar dan budget yang besar ternyata nggak selalu menjamin film Hollywood akan laris di pasaran. Nggak percaya? Coba saja lihat kegagalan yang dialami oleh film The Lone Ranger di tahun 2013, Urbaners. Johnny Depp dan Jerry Bruckheimer yang dulu pernah bekerja sama membuat film The Pirates of Carribean, yang nggak diduga masuk ke dalam Box Office, menggarap ulang kisah The Lone Ranger. 

The Lone Ranger disutradarai oleh Gore Verbinski, yang juga menyutradarai tiga film pertama The Pirates of Carribean. Film ini diangkat dari cerita radio di tahun 1930-an dan serial televisi di tahun 1950-an, yang mengisahkan tentang John Reid penegak hukum yang mengenakan kedok untuk melawan ketidakadilan di era koboi, dia didampingi oleh rekannya seorang Indian Tonto yang diperankan oleh Johnny Depp.

Kritikus memberikan kritik keras untuk film ini. The Lone Ranger dinilai gagal menemukan warnanya sendiri dan konsepnya mengambang. Pemilihan adegan juga sangat kurang dan nggak setara dengan The Pirates of Carribean. Bahkan, sejumlah media dan kritikus menganggap The Lone Ranger sebagai film terburuk sepanjang sejarah. Karena banyaknya kritik, yang review-nya sebagian besar ditulis tujuh sampai delapan bulan sebelum film tayang, pendapatan film ini pun jauh sekali jika dibandingkan biaya pembuatannya.

The Lone Ranger dibuat dengan biaya USD 250 juta dan sejauh ini Disney telah merugi sebesar USD 160-190, sekitar Rp 1,6-Rp 1,9 triliun jika dirupiahkan. Bahkan pendapatan film John Carter, yang juga dicap sebagai film Hollywood yang gagal, masih lebih besar di Amerika Serikat dibandingkan The Lone Ranger. Untungnya, karena sudah belajar dari pengalaman pahit, Disney nggak nanggung kerugiannya sendiri, berdasarkan kontrak, Jerry Bruckheimer sebagai produser juga ikut nanggung kerugiannya. Disney juga diselamatkan film-filmnya yang berhasil jadi Box Office seperti Iron Man 3 dan Monsters University.

Selamat dari kerugian bukan berarti kegagalan film The Lone Ranger nggak menyebabkan masalah lainnya. Kegagalan film ini diyakini mempengaruhi nilai saham Disney. Budget yang akan dikeluarin buat The Pirates of Carribean kelima yang diproduseri oleh Jerry juga dipangkas. Awalnya, budget yang diajukan USD 250 juta, tapi Disney hanya mau mengeluarkan uang sebesar USD 200 juta saja. Pengurangan budget ini pengaruhnya cukup besar lho, Urbaners, karena Jerry bilang dia khawatir nggak bisa nampilin adegan puncak di The Pirates of Carribean sesuai dengan keinginannya. Ini mungkin bisa jadi pelajaran untuk Disney dan pembuat film lainnya, kalau nama besar dan budget yang ‘wah’ nggak selamanya jadi formula untuk film yang sukses di pasaran. Kalau lo nungguin film apa tahun ini, Urbaners?

 

 

Deretan Film Gagal di 2013
Selain The Lone Ranger, After Earth, RIPD, dan Turbo juga dianggap sebagai film Hollywood yang gagal di tahun 2013

Inspirasi Riasan dan Kostum Johnny Deep
Ternyata inspirasi riasan dan kostum Johnny Deep di film The Lone Ranger berasal dari lukisan Akulah Gagak karya seniman Indian, Kirby Sattler

 

Film Gagal di 2014
Di tahun 2014, masih banyak juga film yang gagal di pasaran, seperti Sabotage, Legends of Oz: Dorothy’s Return, Vampire Academy, dan Bad Words.

 

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium