• Movie
  • Tribute to Past Action Heroes

Tribute to Past Action Heroes

Fri, 27 March 2015

Para action heroes era ’80 dan ’90-an memiliki kesan yang nggak terlupakan. Serangkaian film yang fokus pada kemampuan bela diri mereka, membuat masing-masing action heroes memiliki ciri khas yang belom bisa tergantikan sampai sekarang. Hal ini yang membuat para penggemar action movies nggak pernah berpaling dari past action heroes tersebut.

Dan di antara sekian banyak penggemar past action heroes di dunia, Davide Mazzuchin dan Goi Matteo tampaknya menjadi dua orang penggemar paling kreatif. Keduanya sepakat berkolaborasi untuk menciptakan karya seni digital yang didedikasikan kepada lima pahlawan action legendaris yang pernah dihidupkan oleh Chuck Norris, Jean-Claude Van Damme, Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, dan Steven Seagal.

Mazzuchin dan Matteo membuat animated illustrations yang menggambarkan kelima bintang film action tersebut. Animated illustrations hasil karya mereka memang terlihat simple, namun kental akan “aura” dari para pahlawan yang sempat “hidup” di layar lebar sekitar dua dekade lalu. Sesuai dengan temanya, rangkaian hasil karya seni itu diberi nama “Past Action Heroes”. Tujuan dari proyek ini adalah merepresentasikan action heroes terbaik di era ’80 dan ’90-an, lengkap dengan epic moments dan unforgettable tricks-nya. Mereka sendiri mengaku kalau kelima seri animated illustrations ini merupakan bentuk penghormatan untuk aktor film action yang paling mengesankan dari masa lalu.

Mazzuchin dan Matteo dikenal sebagai graphic designer dan illustrator berkebangsaan Italia. Mazzuchin memiliki spesialisasi dalam hal character design, digital art, dan ilustrasi “super detail”. Dia pernah bekerja sebagai Graphic Junior di Boscolo Design Partners, Art Director serta Graphic Designer di Rebus, dan saat ini, dia bekerja sebagai Graphic Web Designer di Orange.

Nggak jauh berbeda, Matteo menyebut dirinya dengan ungkapan “turbo velociraptor designer”. Fokus bidangnya adalah graphic design, motion graphics, dan illustration. Dia sempat bekerja sebagai Graphic Designer Junior di Tipografia Sartor, Graphic Designer dan Retoucher di Effige, dan Video Editor di Combocut Film. Berbekalkan pengalaman dan bakat seni, nggak heran kalau animated illustration mereka cukup menggebrak di dunia maya.

Mengenai proyek “Past Action Heroes” ini, mereka berkata, “Do you remember the Jean-Claude Van Damme’s epic split? Can’t you forget the Chuck Norris’s round house kick? Do you like the Sylvester Stallone’s Screams? Well, this is the project for you.”

 

 

 

Latar Belakang Pendidikan Seni
Baik Mazzuchin maupun Matteo, keduanya sama-sama memiliki latar belakang pendidikan seni. Mazzuchin pernah mengasah bakat di Instituto Statale d’Arte “G. Sello”, Academy of Fine Arts of Venice, dan CSG LAB. Sementara Matteo sempat mendalami seni di .LAB dan Cfp Bauer.

 

Benar-Benar Bisa Bela Diri
Walau hanya memainkan peran dalam film action, namun banyak aktor laga yang benar-benar mahir melakukan seni bela diri. Contohnya, Van Damme dan Norris yang ahli dalam bidang martial arts, sementara Seagal yang udah sah memiliki 7th-dan black belt dalam seni bela diri Aikido.

 

Action Stars Today
Era 2000-an juga memiliki sebaris action stars. Beberapa di antaranya ada Jason Statham, Dwayne Johnson, Scott Adkins, Matt Damon, Tony Jaa, Vin Diesel, dan lain-lain. Nggak ketinggalan aktris cantik Milla Jovovich, Michelle Rodriguez, Angelina Jolie, dan Jessica Biel.

 

Ini 7 Alasan Menarik Kenapa Lo Harus Nonton Dark di Netflix

Thu, 03 September 2020
Deretan alasan buat lo nonton series Dark

Kalau cuma dibaca dari sinopsisnya saja, mungkin series Dark di Netflix tidak akan mencuri perhatian lo. Secara visual dari poster yang ada, Dark di interpretasi sebagai series yang cenderung bergenre misteri dan mistis.

Tapi percaya atau tidak, ini jauh berbeda dari ekspektasi di atas. Buat lo yang suka dengan series Netflix sebelumnya seperti Stranger Things, Dark adalah salah satu series yang kurang lebih – premisnya mirip dengan series tersebut.

Eits, ini bukan spoiler ya. Alih-alih memberitahukan lo ada apa saja di series Dark ini, di bahasan kali ini lo akan diberitahu kenapa lo mesti nonton series Dark ini. Penasaran? Daripada lo menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Karakter yang ‘Berisi’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: mariviu.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurang lebih – premis yang ada di Dark mirip dengan yang ada di Stranger Things. Disebutkan ada sebuah kota kecil bernama Winden di Jerman dengan kejadian misterius ketika ada pembangunan pembangkit tenaga nuklir.

Kejadian misterius tersebut diiringi oleh sejumlah anak-anak dan remaja yang hilang. Di series Dark ini, kreatornya memberikan masing-masing latar belakang yang berbeda dengan kepribadian yang unik sehingga karakter di series Dark ini terasa lebih ‘berisi’.

 

Benang Merahnya ‘KUSUT’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: idntimes.com

Masih terkait dengan alasan pertama di atas, karena karakternya unik dan ‘berisi’ maka benang merah setiap series mesti diuraikan secara perlahan sehingga lo akan mendapatkan gambaran besarnya mau ke mana cerita dari Dark ini.

Lo akan dituntut untuk berpikir sedikit lebih kritis di mana di series ini terjadi time travel yang paralel. Makanya, buat lo yang suka nonton series sembari mikir ini ceritanya akan ke mana, Dark jadi rekomendasinya buat lo, nih!

 

Plot Twist Tidak Terduga

Ada yang bakal buat lo terheran-heran atau bahkan terkaget karena plot twist yang terjadi di series yang satu ini. Walau perlahan benang merah yang kusut bisa diurai, namun para penulis naskah Dark yaitu Baran bo Odar dan Jantje Friese sudah menyiapkan plot twist yang di luar dugaan lo.

Makanya, sebaiknya ketika lo mau memulai menonton atau mengikuti series ini, disarankan lo tidak perlu memiliki ekspekstasi apapun walau sudah membaca sinopsisnya. Nikmati kemelut yang ada di series Dark ini.

 

Fiksi-Narasi Untuk Sejarah Manusia

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: indiewire.com

Series Dark ini sedikit banyaknya menampilkan apa yang terjadi pada tahun 1987, 1954 sampai 1921 dan masih banyak lagi. Sejarah manusia dibalut dengan cerita fiksi yang menarik dan juga narasi yang tidak membosankan.

Perang, wabah, revolusi – jadi salah satu bagian warna dari series Dark ini. Oleh karena itu, dari hal-hal ini juga menjadi rekomendasi buat lo untuk nonton series yang satu ini.

 

Sisi Romance yang Kental

Biar semakin berwarna, ditambah dengan kepribadian masing-masing karakter yang unik – series Dark semakin lengkap dengan cerita-cerita percintaan di beberapa karakter di dalamnya. Namun, ada yang beda di soal percintaan di universe Dark.

Apa perbedaannya? Eits tidak mau spoiler, lebih baik lo nonton series ini secepatnya!

 

Silsilah Keluarga Super Ribet

Biar semakin kusut benang merahnya – hubungan keluarga di universe Dark ini juga ditampilkan seruwet mungkin. Hal ini terkait dengan berbagai momen di mana keluarga menjadi salah satu faktor betapa kusutnya benang merah yang ada.

 

Sinematografi dan Setting yang Oke

Ini sedikit teknis, sih – tapi lo mesti tahu kalau sinematografi dan setting di series Dark ini benar-benar dipikirkan dengan matang sehingga saat dieksekusi, semuanya jadi oke. Bahkan, series ini bisa dibilang setara dengan film sci-fi besutan orang-orang Hollywood.

Itu kenapa ada fakta menarik terkait biaya produksinya mencapai lebih dari 1 milyar. Semua hal yang ada, benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga series ini begitu menarik untuk ditonton.

Nah, bagaimana nih? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo semakin penasaran dengan series Dark ini? Daripada lo penasaran dan malah menebak-nebak sendiri sebenarnya Dark ini seperti apa, langsung saja temukan waktu senggang lo buat nonton series ini!

 

Feature Image – dw.com