Leonard Nimoy Final Quote - MLDSPOT
  • Movie
  • Leonard Nimoy Final Quote

Leonard Nimoy Final Quote

Tue, 05 May 2015

Sebelum kepergiannya, Leonard Nimoy sempat menulis tweet terakhir, "Hidup bagaikan kebun. Momen-momen sempurna bisa terjadi, tapi tak dapat bertahan selamanya, kecuali dalam ingatan."

Nimoy memulai karirnya di awal usia 20 tahun dengan mengajar kelas akting di Hollywood dan main di acara televisi dan film kecil-kecilan hingga 1950an.  Semasa hidupnya tentu lo pasti sangat ingat dengan sosok Nimoy yang melekat dengan karakter Mr. Spock dalam episode Star Trek 'Let That Be Your Last Battlefield'. Yap, tokoh alien Mr. Spock yang Nimoy perankan, merupakan seorang alien setengah manusia yang logis dan nggak memiliki perasaan.

Namun, kepribadian Nimoy sangat jauh berbeda dari Mr. Spock, dia memiliki selera humor yang lucu dan juga puitis. Nimoy ternyata gemar sekali menulis puisi romantis dan telah mempublikasikan beberapa prosa buatannya termasuk Will I Think of You di tahun 1974 dan Warmed by Love pada tahun 1983.

Sebelum bermain film di Star Trek, Nimoy sudah juga pernah bermain sebagai alien di film seri Zombies of the Stratosphere dengan memerankan Narab. Lalu, di tahun 1965, setelah dia melakukan tugas militer dan bekerja serabutan sebagai supir dan pelayan, berkat kegigihannya itulah Nimoy muncul untuk pertama kalinya di Star Trek sebagai Mr. Spock sampai tahun 1969.

Pada film Star Trek, Nimoy berhasil meraih penghargaan dalam nominasi Emmy Awards . Setelah bermain di seri Star Trek, Nimoy juga ikut bergabung dalam film Mission Impossible. Tidak tanggung-tanggung, pada 1987 Nimoy juga mampu mendapatkan penghargaan Hollywood Walk of Fame.

Selama perjalanan karirnya Nimoy tampil dengan kemampuan berperannya di setiap film, TV dan teater yang dia jalankan, tidak hanya itu saja, Nimoy juga sempat menyutradarai film-film sukses, menulis buku, kegemarannya pada fotografi juga membuatnya menerbitkan foto-foto untuk di pamerkan.

Segala hal di dunia entertainment sudah Nimoy lakukan, hidup yang dia jalankan tidak semudah yang lo bayangkan Urbaners, semua yang Nimoy perjuangkan dan lakuin itu karena kemampuan dan semua orang bisa menemukan kemampuan dan kesempurnaan itu. Good bye Mr.Spock!

 

 

Original Star Trek
Film seri Star Trek pertama yang lebih dikenal sekarang sebagai Star Trek: The Original Series pertama ditayangkan di Amerika pada tahun 1966. Menceritakan tentang petualangan pesawat ruang angkasa dengan awak diantaranya kapten James T. Kirk  dan commander Spock yang berasal dari planet Vulcan.

Into Darkness
Serial legendaris ini juga pernah diangkat ke layar lebar dengan judul Star Trek Into Darkness. Film ini dirilis tahun 2013 dan disutradarai oeh J.J Abrams. Meski dibuat dari serial terkenal, tapi film ini nggak begitu sukses di Hollywood.

Legendary Ship
Enterprise atau USS Enterprise adalah nama luar angkasa dalam film-film seri dan layar lebar Star Trek yang dibuat oleh Gene Roddenberry. Sampai saat ini ada delapan pesawat luar angkasa dengan nama Enterprise yang berbeda.

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium