Worst Comic-Book Movies - MLDSPOT
  • Movie
  • Worst Comic-Book Movies

Worst Comic-Book Movies

Wed, 29 July 2015

Siapa sih yang nggak suka melihat aksi superhero di layar lebar? Sejauh ini Hollywood banyak sekali menayangkan film – film superhero yang di adaptasi dari komik, seperti jagoan-jagoan dari Marvel dan DC. Tapi apa jadinya sih kalau film yang kita nantikan nggak sesuai dengan ekspektasi, terutama buat lo yang ngerti banget sama komik aslinya. Ini dia nih film – film superhero adaptasi komik yang kualitasnya nggak sesuai ekspektasi:

  1. Batman Forever (1995)

    Walaupun banyak yang menganggap film Batman terburuk adalah Batman and Robin, tapi sebetulnya nggak juga, at least Batman and Robin masih dianggap film cult. Sutradara Joel Schumacher mengubah kesan dark yang ada di dua film Batman garapan Tim Burton, dan menjadikannya terlihat seperti serial Batman yang tayang pada tahun 60an lalu. Alhasil para kritik menganggap film ini terlalu berisik, terlalu sibuk, dan terlalu membosankan.

     

  2. Spawn (1997)

    Spawn adalah icon comic book yang cukup besar di tahun 90an. Setelah itu seperti biasa Hollywood ingin membuat versi adaptasi dari komik ini lalu muncullah film Spawn, film adaptasi komik yang konon memiliki budget yang besar. Masalahnya, “budget besar” tersebut nggak keliatan sama sekali di film ini. Spawn memiliki acting dan special effect yang terlalu biasa dan “gitu aja”.

     

  3. Daredevil (2003)

    Kalau aja pembuatan film ini dilakukan dengan baik, mungkin kualitasnya bisa menandingi The Dark Knight. Tapi bagaimanapun film ini merupakan film gagal. Banyak penonton yang menganggap film ini mempunyai sisi positif karena kesan dark-nya dan masih setia pada unsur dari komik, tapi mereka menganggap film ini terlalu melodramatic.

     

  4. The Phantom (1996)

    Apa sih yang keren dari pria kurus memakai kostum ketat berwarna jingga dan mempunyai sidekick hewan? Nggak ada intimidasinya sama sekali! The Phantom versi film ini aneh, seperti campuran yang nggak lazim antara Tarzan dan Indiana Jones.  

     

  5. Spider-Man 3 (2007)

    Kaget nggak Spider-Man 3 masuk daftar? Coba perhatiin aja, dibanding dua film sebelumnya, film ke 3 ini terlalu datar, terlalu banyak karakter dan villain, terlalu banyak dialog, terlalu banyak drama romansa. Terlalu banyak, sampai jadinya nggak fokus ke satu tema aja. Film yang seakan malah menjungkir-balikkan kesuksesan film pertamanya.

 

Source : onlinemovies.pro, www.thecomicbookshop.com

First Superhero Movie
Mark of Zorro merupakan film bertema superhero pertama yang pernah tayang. Film ini merupakan silent film yang tayang pada tahun 1920. Walaupun nggak bener – bener “super” tapi Zorror dianggap sebagai sosok pahlawan yang luar biasa.

…For Another 20 Years
Zorro bukan hanya film superhero pertama yang pernah ada, tapi juga adalah satu – satunya film bertema superhero yang ada selama kurang lebih 20 tahun, sampai akhirnya di tahun 1940 muncul beberapa film superhero lainnya.

MCU
Akhir – akhir ini film bertema Superhero sedang sangat berkembang pesat, terutama setelah Marvel Climatic Universe mengeluarkan film – film Marvel secara berseri. Bahkan MCU punya rencana sampai tahun 2020.

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium