• Movie
  • X-Men Apocalypse Dengan Setting Mesir Kuno

X-Men Apocalypse Dengan Setting Mesir Kuno

Tue, 08 September 2015

Setelah 15 tahun berperan sebagai sutradara untuk pembuatan film X-Men, Bryan Singer akan melanjutkan kesuksesannya dalam menggarap film adaptasi komik ini dalam film X-Men terbarunya yaitu X-Men: Apocalypse yang direncanakan akan tayang 27 May 2016 mendatang. X-Men Apocalypse adalah sequel langsung dari film sebelumnya, X-Men Days of Future Past. Sebagaimana di komik, film ini akan memiliki villain bernama Apocalypse yang merupakan mutant pertama dari Mesir kuno 5000 tahun yang lalu. Nah, untuk penggambaran suasana Mesir kuno, Singer nggak akan menggunakan efek green screen, melainkan para kru film ini membuat set bertema Mesir kuno dari nol.

Sang sutradara Bryan Singer mempost sebuah foto di akun Instagramnya yang menunjukan set buatannya, yang ternyata sangat besar dan juga sebuah patung Anubis yang ukurannya menyerupai patung asli. Singer mengatakan ia mendapat inspirasi untuk membuat set ini dari salah satu film Indiana Jones yaitu Riders of The Lost Ark. Set ini nantinya akan dipakai sebagai tempat pemakaman sang villain, Apocalypse.

Dalam post-credit X-Men: Days of Future Past, penonton ditunjukan scene dimana Apocalypse muda sedang membuat pyramid dengan kekuatan telekinesisnya, dan dikelilingi sekumpulan orang yang menyembahnya dan menyebut – nyebut namanya: En Sabah Nur. Masyarakat masa itu menganggapnya tuhan karena kekuatannya. Pada tahun 1983, Apocalypse terbangun dari tidurnya yang panjang dan menemukan bahwa bumi menjadi tempat yang penuh kekacauan dan kekerasan akibat ulah umat manusia, kemudian ia mengumpulkan pengikut untuk mengubah dunia menjadi seperti apa yang ia mau: Yang kuat akan selamat dan yang lemah akan tersingkirkan, baik itu manusia maupun mutant.

Hanya para X-Men lah yang dapat menghentikan rencana jahat sang Apocalypse. Gimana penasaran kan nanti filmnya bakal gimana? Tunggu saja setahun lagi.

Source : screenrant.com, ignimgs.com

 

 

X-Men: The Origins
X-Men dibuat oleh Stan Lee pada tahun 1963 yang pada awalnya ingin diberi nama Merry Mutant. Namun karena saat itu belum ada yang mengerti kata “Mutant” maka namanya diganti menjadi X-Men. Karakter – karakter yang terkenal sampai saat ini seperti Wolverine bahkan nggak muncul sampai 10 tahun kemudian.

Wolverine’s First Appearance
Walaupun Wolverine adalah bagian dari X-Men dan juga merupakan karakter utama, namun kemunculan pertamanya bukanlah pada issue komik X-Men, melainkan di The Incredible Hulk tahun 1974. 

Storm
Storm, salah satu jagoan dalam seri X-Men adalah superhero wanita pertama yang merupakan seorang African-American dalam sejarah dunia komik superhero US.

Ini 7 Alasan Menarik Kenapa Lo Harus Nonton Dark di Netflix

Thu, 03 September 2020
Deretan alasan buat lo nonton series Dark

Kalau cuma dibaca dari sinopsisnya saja, mungkin series Dark di Netflix tidak akan mencuri perhatian lo. Secara visual dari poster yang ada, Dark di interpretasi sebagai series yang cenderung bergenre misteri dan mistis.

Tapi percaya atau tidak, ini jauh berbeda dari ekspektasi di atas. Buat lo yang suka dengan series Netflix sebelumnya seperti Stranger Things, Dark adalah salah satu series yang kurang lebih – premisnya mirip dengan series tersebut.

Eits, ini bukan spoiler ya. Alih-alih memberitahukan lo ada apa saja di series Dark ini, di bahasan kali ini lo akan diberitahu kenapa lo mesti nonton series Dark ini. Penasaran? Daripada lo menebak-nebak sendiri, sila simak bahasan kali ini sampai habis ya!

 

Karakter yang ‘Berisi’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: mariviu.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurang lebih – premis yang ada di Dark mirip dengan yang ada di Stranger Things. Disebutkan ada sebuah kota kecil bernama Winden di Jerman dengan kejadian misterius ketika ada pembangunan pembangkit tenaga nuklir.

Kejadian misterius tersebut diiringi oleh sejumlah anak-anak dan remaja yang hilang. Di series Dark ini, kreatornya memberikan masing-masing latar belakang yang berbeda dengan kepribadian yang unik sehingga karakter di series Dark ini terasa lebih ‘berisi’.

 

Benang Merahnya ‘KUSUT’

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: idntimes.com

Masih terkait dengan alasan pertama di atas, karena karakternya unik dan ‘berisi’ maka benang merah setiap series mesti diuraikan secara perlahan sehingga lo akan mendapatkan gambaran besarnya mau ke mana cerita dari Dark ini.

Lo akan dituntut untuk berpikir sedikit lebih kritis di mana di series ini terjadi time travel yang paralel. Makanya, buat lo yang suka nonton series sembari mikir ini ceritanya akan ke mana, Dark jadi rekomendasinya buat lo, nih!

 

Plot Twist Tidak Terduga

Ada yang bakal buat lo terheran-heran atau bahkan terkaget karena plot twist yang terjadi di series yang satu ini. Walau perlahan benang merah yang kusut bisa diurai, namun para penulis naskah Dark yaitu Baran bo Odar dan Jantje Friese sudah menyiapkan plot twist yang di luar dugaan lo.

Makanya, sebaiknya ketika lo mau memulai menonton atau mengikuti series ini, disarankan lo tidak perlu memiliki ekspekstasi apapun walau sudah membaca sinopsisnya. Nikmati kemelut yang ada di series Dark ini.

 

Fiksi-Narasi Untuk Sejarah Manusia

alasan menarik buat nonton series Dark di Netflix

Credit Image: indiewire.com

Series Dark ini sedikit banyaknya menampilkan apa yang terjadi pada tahun 1987, 1954 sampai 1921 dan masih banyak lagi. Sejarah manusia dibalut dengan cerita fiksi yang menarik dan juga narasi yang tidak membosankan.

Perang, wabah, revolusi – jadi salah satu bagian warna dari series Dark ini. Oleh karena itu, dari hal-hal ini juga menjadi rekomendasi buat lo untuk nonton series yang satu ini.

 

Sisi Romance yang Kental

Biar semakin berwarna, ditambah dengan kepribadian masing-masing karakter yang unik – series Dark semakin lengkap dengan cerita-cerita percintaan di beberapa karakter di dalamnya. Namun, ada yang beda di soal percintaan di universe Dark.

Apa perbedaannya? Eits tidak mau spoiler, lebih baik lo nonton series ini secepatnya!

 

Silsilah Keluarga Super Ribet

Biar semakin kusut benang merahnya – hubungan keluarga di universe Dark ini juga ditampilkan seruwet mungkin. Hal ini terkait dengan berbagai momen di mana keluarga menjadi salah satu faktor betapa kusutnya benang merah yang ada.

 

Sinematografi dan Setting yang Oke

Ini sedikit teknis, sih – tapi lo mesti tahu kalau sinematografi dan setting di series Dark ini benar-benar dipikirkan dengan matang sehingga saat dieksekusi, semuanya jadi oke. Bahkan, series ini bisa dibilang setara dengan film sci-fi besutan orang-orang Hollywood.

Itu kenapa ada fakta menarik terkait biaya produksinya mencapai lebih dari 1 milyar. Semua hal yang ada, benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga series ini begitu menarik untuk ditonton.

Nah, bagaimana nih? Dari segala penjelasan yang ada di atas – apakah lo semakin penasaran dengan series Dark ini? Daripada lo penasaran dan malah menebak-nebak sendiri sebenarnya Dark ini seperti apa, langsung saja temukan waktu senggang lo buat nonton series ini!

 

Feature Image – dw.com