• Movie
  • Star Wars: TFA Pecahkan Rekor pada Weekend Pembukaan

Star Wars: TFA Pecahkan Rekor pada Weekend Pembukaan

Mon, 04 January 2016

Pada tanggal 18 Desember 2015 lalu, bioskop Indonesia sepertinya penuh dengan antrian orang-orang yang ingin menonton film Star Wars: The Force Awakens. Setelah sepuluh tahun menanti, penggemar serial Star Wars akhirnya bisa bernapas lega ketika serial film terbarunya dirilis. Maka dari itu, tidak mengherankan apabila Star Wars: The Force Awakens berhasil memecahkan rekor Box Office sejak minggu pertama perilisannya.

 

Mengungguli Rekor Film Jurassic World

Sejak pertama kali melakukan debut secara worldwide pada tanggal 17 Desember 2015 silam, Star Wars: The Force Awakens telah berhasil mencetak rekor. Film serial ketujuh Star Wars tersebut meraup untung sebesar $238 juta di Amerika Utara pada weekend perilisannya. Jumlah tersebut mengalahkan rekor sebelumnya, yakni $208 juta, yang dipegang oleh film Jurassic World pada bulan Juni lalu.

Tetapi, untuk skala dunia, Jurrasic World masih memegang rekor dengan jumlah pemasukan sebesar $525.5 juta. Keuntungan yang diraup Star Wars: The Force Awakens dari seluruh dunia masih berkutat pada angka $517 juta. Angka pemasukan dari film besutan J.J. Abrams tersebut belum termasuk Tiongkok, mengingat bahwa Star Wars: The Force Awakens baru akan ditayangkan di sana pada tanggal 9 Januari 2016.

 

Pecahkan Banyak Rekor Box Office

Film Star Wars: The Force Awakens ternyata telah memecahkan banyak rekor Box Office. Hanya dalam sehari tayang, film yang dibintangi oleh Harrison Ford tersebut berhasil meraup keuntungan sebanyak $120.5 juta, membuatnya menjadi film pertama sepanjang masa yang mendapatkan keuntungan lebih dari $100 juta dalam sehari. Pemasukan yang diperoleh Star Wars: Force Awakens dalam minggu pertama penayangannya berhasil mengungguli film-film Box Office lainnya.

 

Berencana Merilis Film Selanjutnya

Disney adalah studio film di balik pembuatan film Star Wars: The Force Awakens. Ia membeli hak franchise dengan harga $4.1 miliar dari Lucasfilm pada tahun 2012. Melihat kesuksesan Star Wars: The Force Awakens, Disney pun berencana untuk merilis empat film serial lanjutan Star Wars dalam empat tahun ke depan. Para analis memperkirakan bahwa Disney akan mendapatkan keuntungan lebih dari $25 miliar dari pendapatannya melalui taman bermain, video games, dan mainan.

Bagi lo yang udah menonton Star Wars: The Force Awakens dan pengen tahu kelanjutan ceritanya, lo harus sabar karena kabarnya film Star Wars episode terbaru akan dirilis pada tahun 2017. Sambil menunggu, lo mungkin bisa menonton film-film terdahulunya secara maraton, Urbaners.

 

Source: cnet.com, bintang.com, antaranews.com, entertainment.kompas.com

Dragon's Dogma: Series Anime Adaptasi Game di Netflix

Wed, 22 July 2020
Salah satu tampilan naga di game Dragon's Dogma

Setelah beberapa kali mengadaptasi film dari video game, kali ini Netflix kembali membuat anime series yang berasal dari video game. Di pertengahan Juli lalu, akun Twitter resmi @DragonsDogma mengumumkan bahwa kanal streaming Netflix bakal segera merilis “Dragon’s Dogma” sebagai adaptasi anime series terbarunya.

Series yang direncanakan rilis pada tanggal 17 September 2020 ini akan berfokus pada kisah karakter Ethan yang akan mencari kembali hatinya yang hilang karena dicuri oleh sang naga di dalam cerita.

 

Plot Cerita

Salah satu tampilan naga di teaser series Dragon’s Dogma dari Netflix

Pengumuman pembuatan anime version dari game Dragon’s Dogma sebenarnya sudah pernah disampaikan oleh Netflix dan Capcom di bulan Maret, tahun 2019 lalu. Capcom sebagai studio yang memproduksi game Dragon’s Dogma juga menyampaikan bahwa plot cerita akan diangkat dari seri game Dark Arisen.

Plotnya akan mengkisahkan seorang pria yang mencari sang naga untuk membalas dendam karena hatinya telah dicuri. Menurut mitos, hanya seorang Arisen yang dapat mengalahkan sang naga dan mencegah kiamat terjadi. Sebelum Ethan dapat melawan naga, ia akan ditantang oleh iblis dengan tujuh dosa manusia yang mematikan.

 

Project Kolaborasi

Salah satu karakter di Dragon’s Dogma adaptasi Netflix

Netflix yang sebelumnya pernah sukses mengadaptasi seri Castlevania milik perusahaan game ternama asal Jepang, Konami, ingin mengulang kembali kesuksesan tersebut dengan memproduksi serial adaptasi game lainnya. Antusiasme penonton terhadap seri Castlevania terbilang cukup tinggi. Sampai saat ini, seri Castlevania sudah memasuki season ketiga.

Agar kesuksesan tersebut dapat kembali terulang, Netflix nggak bakal kerja sendirian, Bro. Dalam rilisnya, disebutkan bahwa series Dragon’s Dogma Netflix akan menggandeng studio animasi ternama, salah satunya adalah Sublimation, sebuah studio animasi terkenal di Jepang. Selain Sublimation, Netflix juga akan menggandeng Anima Studio dari Mexico dan David Production yang juga sebuah studio animasi populer di Jepang.

 

Game Sejak Tahun 2012

Salah satu tampilan game Dragon’s Dogma di mana para prajurit terlihat melawan naga

Buat lo yang masih asing dengan game Dragon’s Dogma, game ini sebenarnya sudah cukup lama dirilis, sekitar tahun 2012. Di tahun 2013, Capcom kembali merilis versi extended-nya yang berjudul Dark Arisen. Game yang bisa lo mainkan di PS4, Xbox One, Switch, juga PC ini adalah role playing game (RPG).

 

 

 

Sources: Eurogamer, IGN Southeast Asia, Game Informer