• Movie
  • Jon Snow Hidup Lagi, Kok Bisa Sih?

Jon Snow Hidup Lagi, Kok Bisa Sih?

Fri, 13 May 2016

Kalau ada satu orang yang nggak bisa lo percaya sepenuhnya, ia adalah George R. R. Martin. Penggemar serial televisi Game of Thrones pasti setuju dengan pernyataan tersebut. Ia emang dikenal sebagai penulis yang sepertinya suka banget membuat karakter-karakternya terbunuh, bahkan karakter utama seperti Jon Snow sekalipun! Menariknya, pada episode kedua Game of Thrones season enam kemarin, lo bisa menarik napas lega karena ternyata Jon Snow hidup kembali!

 

Dibangkitkan dari Kematian

Masih ingat dengan episode terakhir Game of Throne season lima lalu? Yes, Urbaners, Jon Snow was dead! Or was he? Lo pasti masih kebayang gimana tragisnya nasib Jon Snow yang meninggal karena Night’s Watch. Padahal, Night’s Watch merupakan ordo militer yang bertugas menjaga perbatasan Seven Kingdoms dengan daratan lainnya. Jon Snow adalah pemimpin dari Night’s Watch tersebut. Karena kesalahpahaman, dia justru meninggal di tangan pasukannya.

Tenang Urbaners, bukan George R. R. Martin namanya kalau nggak memberikan twist mencengangkan pada ceritanya. Pada episode kedua Game of Thrones season enam lalu, penggemar Jon Snow dikejutkan oleh kembalinya karakter favorit mereka tersebut. Lo harus berterima kasih kepada karakter Melisandra, atau lebih dikenal dengan sebutan The Red Woman, yang menggunakan kekuatan Lord of Light R’hllor untuk membangkitkan Jon Snow dari kematian.

 

Sebelumnya Sudah Muncul Banyak Prediksi

Sebelum Jon Snow, kembalinya seorang karakter dari kematian juga pernah terjadi di Game of Thrones, yakni ketika Thoros of Myr menyelamatkan Beric Dondarrion. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kenapa penggemar Game of Thrones nggak sepenuhnya percaya ketika Jon Snow mati pada episode terakhir season lima lalu. Lagi pula, Jon Snow merupakan karakter utama yang memiliki paling banyak penggemar. Masa iya dia mau dimatikan begitu saja?

Terlebih, pada bulan November 2015 lalu, HBO dan Sky Atlantic meluncurkan poster promo pertama Game of Thrones season enam. Poster tersebut memperlihatkan wajah Jon Snow yang diambil secara close up, terlihat lelah dengan darah yang mengalir dari mata kirinya hingga ke mulut. Para fans pun langsung mengeluarkan spekulasi dan perdebatan mengenai nasib Jon Snow pada season enam ini. Bener kan, dia kembali hidup meskipun sempat membuat lo patah hati.

Bagaimana nggak ketagihan nonton Game of Thrones, Urbaners? Plot twist seperti itu jugalah yang menjadikan Game of Thrones masuk pada daftar serial televisi yang paling dinantikan tahun ini. Ternyata penantian lo nggak sia-sia, kan? Jon Snow is still alive!

 

 

Sources: thedailybeast.com, kapanlagi.com, suara.com, vanityfair.com

Kembali ke Era 60-an, Umbrella Academy Season 2 akan Jadi Tontonan Favorit Lo

Tue, 04 August 2020
Foto poster Umbrella Academy season 2 dengan latar hitam putih, ketujuh karakter mengenakan kacamata hitam

Kehabisan series yang belum lo tonton? Kalau gitu pas banget. “Umbrella Academy” Season 2 baru saja tayang pada akhir Juli 2020 kemarin.  Umbrella Academy menjadi salah satu karya original garapan Netflix yang paling banyak ditonton, bersamaan dengan “Stranger Things” dan “The Witcher”. Sebelum lo mulai sesi binge watching, baca dulu empat poin penting mengenai season terbaru Umbrella Academy.

 

Fokus pada Perjalanan Waktu

Five (Aiden Gallagher) berlutut di atas reruntuhan bangunan untuk melakukan perjalanan waktu/time travel

Di season 1, Umbrella Academy diakhiri dengan momen Five menyelamatkan para saudaranya dengan kemampuan time travel miliknya. Keluarga Hargreeves tiba di era 60-an, namun mereka terpisah di timeline yang berbeda. Lebih parah lagi, ternyata mereka tiba di Dallas, tepatnya sebelum tragedi pembunuhan John F. Kennedy.

Ketujuh saudara ini, termasuk dengan Ben sebagai hantu yang hanya bisa dilihat oleh Klaus, hidup secara terpisah dan mulai beradaptasi. Sayangnya, Five menyadari kalau ia dan saudara-saudaranya hanya memiliki 10 hari untuk mencegah hari kiamat yang diakibatkan konflik antara Amerika Serikat dan Soviet. Lagi-lagi, kemampuan Five benar-benar diuji dan akan jadi alat bagi the Hargreeves untuk selamat dan kembali di era modern.

 

Mengangkat Topik Sosial

Alison, Vanya, dan Klaus sedang menari di sebuah salon di Dallas, Texas

Seperti yang lo tahu, era 60-an di Amerika Serikat masih dipenuhi dengan isu-isu sosial. Dua di antaranya yang masih dianggap tabu adalah segregasi masyarakat kulit hitam dan seksualitas. Sejak episode pertama, lo akan melihat bagaimana Alison harus berjuang menghadapi trauma akibat pita suaranya yang rusak dan caranya beradaptasi di tengah konflik ras.

Vanya yang tiba di Dallas dengan amnesia bertemu dan akhirnya tinggal bersama Sissy, seorang ibu satu anak, dan suaminya yang menganut paham misoginis. Seiring waktu, hubungan Vanya bersama Sissy dan anaknya semakin dalam.

Perkembangan karakter yang dialami oleh Alison dan Vanya menjadi cerminan akan isu sosial yang hingga kini masih marak di Amerika Serikat. Hal ini membuat karakter Alison dan Vanya semakin relatable dan membuat mereka jadi pribadi yang lebih mampu mengendalikan kemampuan masing-masing.

 

Munculnya Manusia Super Lain

Ketujuh saudara Hargreeves di Umbrella Academy berdiri di dalam elevator

Umbrella Academy dimulai sebagai kisah Reginald Hargreeves yang mengadopsi tujuh bayi dengan kekuatan super yang lahir di tanggal 1 Oktober 1989. Selain tujuh bayi ini, masih ada 36 wanita yang melahirkan di waktu yang sama. Teori mengenai adanya manusia super lain semakin dikuatkan dengan kemunculan seorang karakter.

Penasaran siapa? Daripada kena spoiler, lebih baik lo tonton sendiri. Plot twist ini membuat Umbrella Academy season 2 semakin seru untuk ditonton. Penonton akan dibuat bertanya-tanya dengan kemungkinan baru ini, apakah manusia super lainnya akan bertindak layaknya pahlawan, atau bahkan berhadapan dengan the Hargreeves sebagai penjahat. Kita tunggu saja, Bro!

 

Sedikit Berbeda dari Versi Komik

Gerard Way, penulis komik Umbrella Academy, sebagai panelis dalam acara Netflix

Kisah Alison dan Vanya ternyata sedikit berbeda dari kisah yang tertuang di dalam komik karya Gerard Way. Showrunner Steve Blackman mengungkapkan bahwa rasanya akan aneh bila Umbrella Academy menggunakan Dallas sebagai latar tempat tanpa mengadopsi kondisi sosial yang terjadi di sana pada era 60-an. Walau mengalami sedikit modifikasi, ternyata keputusan ini disambut positif oleh kritikus dan penonton.

Keputusan untuk mengambil jalan yang sedikit berbeda dari komik sepertinya juga akan diterapkan di Umbrella Academy season 3, mengingat volume keempat dari komik ini masih belum dirilis.

 

 

 

 

Sources: Vox, CNET, Cinema Blend