• Movie
  • Film Komedi Indonesia yang Tayang di 4 Negara

Film Komedi Indonesia yang Tayang di 4 Negara

Wed, 01 June 2016

Lo sadar nggak sih, kalau industri film Indonesia didominasi oleh tema percintaan? Bukannya hal tersebut nggak baik, tapi sebagai penikmat film, lo pasti menginginkan jenis film baru yang bisa membawa angin segar, kan? Nah, baru-baru ini, ada film komedi Indonesia berjudul My Stupid Boss yang tayang di layar lebar. Menariknya, film satu ini sama sekali nggak dibintangi oleh aktor maupun aktris komedi.

 

Adaptasi dari Novel Berkisah Nyata

Film My Stupid Boss merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya seorang penulis bernama pena chaos@work. Seluruh cerita yang ditulisnya dalam buku tersebut merupakan kisah nyata ketika ia bekerja di Malaysia. Chaos@work menulis kisah-kisahnya dalam fragmen-fragmen kejadian tanpa alur, namun Upi selaku sutradara berhasil meramu kisah-kisah tersebut menjadi skenario film yang utuh. Prosesnya memakan waktu sekitar enam bulan.

Pada versi film, diceritakan seorang pria Indonesia dengan panggilan Bossman, yang memimpin sebuah perusahaan di Malaysia. Ia dikenal sebagai bos yang konyol dan suka bertindak semena-mena. Suatu hari, ada pegawai wanita baru bernama Diana yang bekerja di perusahaan tersebut karena ingin lepas dari rutinitas ibu rumah tangga. Sayangnya, Diana justru harus melatih kesabarannya dalam menghadapi kelakukan bos barunya tersebut.

 

Dibintangi Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari

Nah, unsur komedi dari film My Stupid Boss sering kali berasal dari kelakukan Bossman, yang diperankan oleh Reza Rahadian. Demi mendalami perannya, Reza bahkan rela menaikkan berat badan hingga tujuh kilogram. Sedangkan, karakter Diana diperankan oleh Bunga Citra Lestari (BCL). Pada salah satu wawancara, BCL mengaku nervous memainkan peran tersebut karena harus melepaskan kesan mesra yang melekat antara dirinya dan Reza ketika bermain sebagai suami dan istri pada film Habibie & Ainun.

 

Bersaing dengan Film X-Men: Apocalyse

Meskipun jadwal perilisannya bersamaan dengan film Hollywood berjudul X-Men: Apocalypse, My Stupid Boss tetap berhasil menjaring banyak penonton. Dari yang semula cuma tayang melalui 100 layar pada hari pertama rilis, pihak Cinema 21 menambah jumlahnya menjadi 194 layar pada hari kedua dan 245 layar pada hari ketiga. Pada hari kelima penayangannya, jumlah penonton film My Stupid Boss bahkan telah berhasil mencapai angka 771 ribu.

Selain Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, film My Stupid Boss juga dibintangi oleh beberapa artis Malaysia, seperti Chew Kinwah, Bront Palarae, Atikah Suhaime, dan Iskandar Zulkarnaen. Film ini ditayangkan pula di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam secara serentak pada tanggal 19 Mei 2016 lalu.

 

 

Sources: entertainment.kompas.com, bintang.com, tempo.co

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?