• Movie
  • 4 Film Dokumenter Terbaik di Dunia

4 Film Dokumenter Terbaik di Dunia

Wed, 22 June 2016

Apa asiknya film dokumenter jika dibandingkan dengan film yang lain? Jawabannya adalah film dokumenter ini sangat orisinil dan menceritakan kejadian secara langsung. Jika lo pernah nonton film dokumenter berjudul Meru (2015), film dokumenter ini menceritakan tentang 3 pendaki gunung Meru. Cerita awal sampai akhir ini menceritakan tentang ketiga pendaki tersebut. itulah ciri khas dari film dokumenter. Nah sekarang kita akan membahas 4 film dokumenter terbaik yang pernah dibuat. Simak ya Urbaners.

 

Man on Wire (2008)

Pada tahun 2008, sutradara asal Inggris ini membuat film dokumenter biografi berjudul Man on Wire. Film ini menceritakan bagaimana kisah Philippe Petit yang pada tahun 1974 melintasi menara kembar World Trade Center (WTC). Kisah Petit ini memang menakjubkan, setelah berhasil melewati dua menara kembar tersebut, Petit langsung ditangkap karena diduga membuat resah warga Amerika Serikat.

 

Life Itself (2014)

Film dokumenter terbaik selanjutnya adalah berjudul Life Itself yang disutradarai oleh Steve James. Film ini berkisah tentang perjalanan hidup kritikus film bernama Roger Ebert. Film dokumenter ini dibuat berdasarkan memoir yang berjudul sama. Selain itu, film ini dibuat untuk menghormati Roger Ebert yang meninggal di tahun 2013 lalu.

 

The Last Waltz (1978)

Selanjutnya ada dokumenter dari dunia musik. Pada tahun 1976, di Winterland Ballroom San Francisco. The Last Waltz adalah konser sebuah band yang bernama The Band asal Kanada. Grup musik ini melakukan konser perpisahan terakhirnya. Yang menarik, konser ini dihadiri oleh tamu spesial seperti Bob Dylan, Neil Young, Ringo Starr, Bobby Charles dan Eric Clapton. Film dokumenter ini disebut sebagai film tentang konser musik terbaik sepanjang masa.

 

20 Feet from Stardom (2013)

Film yang berjudul 20 Feet from Stardom ini berkisah tentang kisah hidup backing vocals. Para backing vocals ini dinilai sebagai orang ketiga, keempat atau bahkan kesepuluh di dalam sebuah konser musik. Peran mereka sangat vital tetapi mereka seakan nggak dianggap. Film ini menjadi kisah inspiratif bahwa ada seorang backing vocals yang memang tujuan hidupnya untuk mensupport seorang penyanyi terkenal.

Itulah keempat film dokumenter terbaik yang harus lo tonton sekarang juga Urbaners.

 

Source: rottentomatoes.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?