• Movie
  • 4 Film Terbaik Karya Nicholas Sparks

4 Film Terbaik Karya Nicholas Sparks

Thu, 25 August 2016

Kalau ada kerajaan untuk cerita drama romantis di dunia, Nicholas Sparks pasti bakal jadi rajanya. Pria asal Amerika satu ini produktif banget dalam menulis novel-novel bertema cinta yang berhasil jadi best seller di mana-mana. Sebelas di antaranya bahkan udah diadaptasi dalam bentuk film. Kalau sama sekali belum pernah coba menonton, lo bisa lihat beberapa rekomendasinya berikut ini.

 

A Walk to Remember (2002)

Cerita tentang pasangan yang salah satunya menderita penyakit kronis mungkin sekarang udah dianggap pasaran, ya. Bisa dibilang bahwa A Walk to Remember menjadi salah satu pelopor jenis cerita tersebut, tuh. Ada seorang pria populer dan bandel bernama Landon (Shane West) yang jatuh cinta dengan Jamie (Mandy Moore), seorang wanita yang digambarkan biasa-biasa aja dan ternyata menderita leukemia. Shane pun berusaha untuk mewujudkan segala mimpi Jamie sebelum ia meninggal.

 

Dear John (2010)

John Tyree (Channing Tatum) adalah seorang tentara Amerika Serikat yang sedang berlibur di Charleston, South Carolina. Di sana, ia bertemu dengan Savannah Curtis (Amanda Seyfried), seorang mahasiswi yang sedang dalam masa libur musim semi. Seiring dengan berjalannya waktu, hubungan John dan Savannah pun semakin dekat. Ketika John harus kembali bertugas, mereka berdua menjalin komunikasi melalui surat-surat yang mereka tulis.

 

Nights in Rodanthe (2008)

Judul satu ini mungkin nggak terlalu populer apabila dibandingkan dengan kedua judul di atas, tapi Nights in Rodanthe merupakan salah satu film adaptasi novel Nicholas Sparks yang terbaik. Nights in Rodanthe berkisah tentang Adrienne (Diane Lane) yang pergi ke Rodanthe, South Carolina, untuk membantu temannya menjaga penginapan miliknya. Selama di sana, satu-satunya tamu yang datang adalah Paul (Richard Gere). Melalui obrolan yang terjalin, mereka pun merasa nyaman dengan satu sama lain.

 

The Notebook (2004)

Sejauh ini, sepertinya belum ada film drama romantis yang bisa mengalahkan The Notebook. Tokoh utamanya adalah Noah (Ryan Gosling) dan Allie (Rachel McAdams). Hubungan mereka terhalang oleh perbedaan status: Allie berasal dari keluarga kaya, sedangkan Noah cenderung pas-pasan. Kisah mereka dinarasikan oleh Noah versi tua, yang rutin membacakannya kepada Allie karena ia terkena penyakit dementia dan nggak ingat kalau Noah adalah suaminya.

Siap-siap aja bawa tisu kalau lo berencana untuk nonton film-film Nicholas Sparks di atas. Nggak cuma cerita yang oke, chemistry di antara para pasangannya pun juga patut diacungi jempol. Tapi, jangan sampai lo mengisap jempol karena iri dengan kisah manis nan romantis mereka ya, Urbaners!

 

 

Sources: en.wikipedia.org,imdb.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?