• Movie
  • 4 Film Remake yang Patut Buat Ditonton

4 Film Remake yang Patut Buat Ditonton

Wed, 05 October 2016

“Kalau nggak rusak, jangan dibenerin”. Setidaknya itu prinsip yang harus dipegang oleh banyak perusahaan film, terutama Hollywood, yang saat ini sedang gencar membuat film-film remake nggak penting. Sebut saja Jumanji dan Honey, I Shrunk The Kids yang bakal dibuat versi remake-nya dan siap merusak keindahan masa kecil lo. Meski banyak film remake yang “harusnya nggak dibikin”, masih ada juga beberapa film remake yang patut buat ditonton. Apa saja?

 

The Magnificent Seven (2016)

Casting yang cukup menarik, mulai dari Denzel Washington, Chris Pratt, hingga Ethan Hawke, jadi salah satu daya tarik utama dalam film ini. Berkisah tentang perjuangan tujuh orang pemburu hadiah di masa wild wild west yang direkrut untuk melindungi sebuah kota kecil dari preman-preman industrialis. Film ini merupakan film remake dari film remake. Versi aslinya adalah film Jepang klasik berjudul Seven Samurai dan diubah menjadi versi wild west.

 

Funny Games (2007)

Kalau lo mencari film remake yang benar-benar “totally” remake, Funny Games (2007) jawabannya. Semua detil di film ini sama seperti versi aslinya, yakni film Austria berjudul sama dan dirilis 1997. Mulai dari sutradara, kostum, plot, hingga setting benar-benar sama. Lalu, apa yang membuat filmmaker susah-susah membuatnya lagi? Dua alasan, satu: banyak penonton asal barat yang malas melihat subtitle, dua: penonton barat lebih suka bintang-bintang Hollywood.

 

Evil Dead (2013)

Evil Dead yang asli sebenarnya nggak menakutkan, cuman sedikit absurd. Nah, di versi 2013 ini memang ceritanya masih mengikuti yang lama, tapi kalau lo nyari sisi humor di sini, lo nggak akan mendapatkannya. Ini karena versi film Evil Dead 2013 murni teror serta menghilangkan sentuhan komedi yang ada. Good work!

 

War of the World (2005)

Film remake War of The World (2005) yang dibintangi oleh Tom Cruise ini sangat berbeda dibanding cerita lamanya. Bila di versi lama militer melindungi orang-orang dari serangan alien, di sini nggak ada hal semacam itu, benar-benar murni orang biasa yang berusaha bertahan hidup dari serangan alien. Luar biasa!

 

Jadi, mana film remake yang siap jadi tontonan lo di akhir pekan besok? Apa pun filmnya, yang jelas paling seru kalau lo nonton bareng teman-teman. Dijamin mantap!

 

Source: fashionbeans.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?