• Movie
  • Film Athirah Bikin Jusuf Kalla ‘Gatal’ Komentar

Film Athirah Bikin Jusuf Kalla ‘Gatal’ Komentar

Fri, 07 October 2016

Jika beberapa waktu yang lalu sempat dirilis film Rudy Habibie yang menceritakan kisah hidup mantan presiden B.J. Habibie kala menuntut ilmu di Jerman, saat ini dirilis film Athirah yang menceritakan tentang kehidupan ibunda Jusuf Kalla. Kisah menyentuh yang disajikan dalam film ini bagi Jusuf Kalla benar-benar mengena. Menariknya, meski dapat pujian, Riri Riza, sang sutradara, juga mendapat komentar dari Wapres. Seperti apa?

 

Kisah sang Ibunda

Film Athirah resmi dirilis serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 29 September lalu. Film yang mengadaptasi novel karya Alberthiene Endah ini disutradarai oleh Riri Riza dengan Produser Mira Lesmana. Dibintangi oleh aktor dan aktris kenamaan Indonesia, Cut Mini, Jajang C. Noer, hingga Indah Permatasari, film ini mendapat apresiasi penuh dari para tamu ketika ditayangkan pada saat gala premier Senin (26/9) lalu.

Kehidupan ibunda Jusuf Kalla, Athirah, diceritakan secara gamblang dalam film ini. Diceritakan, hati Athirah mulai dirundung gundah ketika suaminya menikahi perempuan lain. Dalam lingkungan yang memungkinkan hal tersebut terjadi tanpa adanya penolakan dari istri, Athirah berusaha melawan perasaan kalutnya demi mempertahankan keutuhan keluarga. Anak tertua, Ucu (Jusuf Kalla), tidak tahu kepada siapa dirinya harus berpihak. Ibunya adalah seorang yang sangat dicinta karena selalu sabar dan baik hati, sedangkan sang Bapak merupakan sosok yang ia kagumi.

 

Kalla: “yang penting pesannya!”

Siapa sangka, film yang mendapat apresiasi dari para penonton di gala premier-nya ini justru mendapat komentar menarik dari Jusuf Kalla. Riri Riza, sang sutradara, mengaku mendapat sedikit sentilan dari Kalla. Bagi Kalla, penokohan dirinya dalam film ini terlalu pendiam. Padahal, Kalla sendiri mengakui bahwa dirinya adalah seorang yang cerewet. Namun Kalla mengerti bahwa persoalan keluarga yang jadi inti dalam film ini, bukan sekedar biografi tokohnya.

Kalla mengakui, film yang diangkat dari kisah nyata memang tak mungkin bisa sama 100 persen dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun beliau bersyukur film ini masih memberikan pesan yang jelas bagi para penonton. Menurutnya, yang penting adalah pesan dari film, di mana kekecewaan dapat diatasi dengan semangat dan kerja keras.

 

Benarkah yang dibilang oleh Jusuf Kalla? Lalu, akankah film ini berhasil menjadi yang terbaik? Lo buktikan sendiri.

 

Source: bintang.com, tempo.co

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?