• Movie
  • Fantastic Beast Raih Keuntungan Lebih Dari 500 Juta Dolar

Fantastic Beast Raih Keuntungan Lebih Dari 500 Juta Dolar

Fri, 16 December 2016

JK Rowling akhirnya turun tangan, setelah di 8 film Harry Potter, JK Rowling hanya memasarkan ide, di film Fantastic Beast And Where To Find Them dirinya menulis skenario langsung. Fantastic Beast memang sedikit menjadi dahaga para fandom Harry Potter, yang terakhir keluar pada tahun 2011. Benar saja Urbaners, baru saja keluar di pertengahan November kemairn, Fantastic Beast ini mendapatkan keuntungan mencapai lebih dari 500 juta dolar.

 

Satu buku jadi 5 film

Ketika JK Rowling menulis skenario film Fantastic Beast dari novel yang berjudul sama, JK Rowling ternyata melihat adanya potensi besar dari film ini. Nggak tanggung-tanggung nih Urbaners, Rowling menulis 5 skenario untuk 5 film Fantastic Beast. Sebagai pecinta film, melihat sebuah film yang mempunyai sequel, tentu akan membuat penasaran.

Setelah diputar pada pertengahan November kemarin, Fantastic Beast ini mendapatkan keuntungan mencapai 600 juta dolar. Biasanya sebuah film ketika diputar di Amerika Serikat, sudah bisa mendapatkan keuntungan mencapai 100 juta dolar. Tetapi Fantastic Beast ini harus berterima kasih kepada para penonton luar negeri. Total pendapatan dari luar negeri ini mencapai 400 juta dolar lebih.

 

Rogue One nggak akan main di Tiongkok

Kenapa kok tiba-tiba membahas Rogue One? Ternyata kesuksean Fantastic Beast ini bergantung kepada Rogue One. Film Star Wars ini ternyata akan muncul pada tanggal 14 Desember 2016 mendatang, Jadi ketika Rogue One muncul, pasti Fantastic Beast akan tergusur di bioskop. Tetapi itu nggak akan terjadi di Tiongkok, karena Rogue One baru akan ditayangkan di Tiongkok pada pertengahan tahun depan.

Itu berarti keuntungan Fantastic Beast ini bisa mencapai 700 juta dolar di tahun 2016 ini. Tetapi Urbaners, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Civil War yang mendapatkan total keuntungan 1,1 miliar dolar.

 

Source: deadline.com

Cerita Baru The Raid Akan Diberi Judul baru

Thursday, February 20, 2020 - 14:05
Adegan dalam film The Raid yang memperlihatkan seni bela diri silat

Sebagian besar pencinta film sudah pasti tahu dengan The Raid. Kesuksesannya menembus pasar film global membuatnya diproduksi dengan sekuel yang mempromosikan seni bela diri Indonesia: pencak silat. Yang terbaru, The Raid akan dibuat dengan sentuhan Hollywood, tapi dengan judul berbeda. Selain judul yang berbeda, judul terbaru berdiri sendiri tanpa mendapat pengaruh dari fim sebelumnya.

Bukan Lagi Remake

Frank Grillo, sutradara baru The Raid yang mengubah judul film menjadi Zeno

Pada 2017 lalu, Frank Grillo dan Joe Carnahan melontarkan sebuah pernyataan yang menggembirakan banyak fans, yaitu akan memproduksi remake dari film The Raid. Namun, seiring berjalannya waktu, kabar itu hilang dengan sendirinya. Tapi pada April 2019, muncul sebuah update bahwa judul baru bukan merupakan remake dari film sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara, Grillo dan Carnahan memberikan statement, mereka telah ‘berpisah’ dari XYZ film, yang sebelumnya mempunyai hak cipta dari The Raid. Dengan begitu, cerita dan penokohannya akan berbeda dengan film sebelumnya. Begitu juga aktor dan aktris yang akan terlibat dalam proyek baru.

Berjudul Zeno

Nggak lagi mengusung nama The Raid, Grillo dan Carnahan mengumumkan bahwa film terbaru mereka akan berjudul Zeno, yang juga merupakan tokoh utama pada film. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dan perbincangan dengan sejumlah aktor ternama untuk membintangi film ini.

Zeno akan memiliki jalan cerita yang berbeda dengan The Raid. Pada garapan Gareth Evans 2011 silam, dikisahkan pasukan polisi menyerbu sebuah gedung di Jakarta dengan tujuan utama menaklukkan komplotan bandit. Aktor-aktor kenamaan Indonesia terlibat di dalamnya, seperti Iko Uwais dan Donny Alamsyah. Namun, pada versi Carnahan, polisi akan menangkap penjahat, tapi nggak di gedung seperti yang diceritakan The Raid.

Alasan dibuatnya Zeno

Zeno, meskipun diceritakan dengan karakter dan alur yang berbeda, tapi tetap memiliki premis yang relatif sama dengan sekuel The Raid sebelumnya. Sebelum diberi judul berbeda, Grillo mengaku sangat tertarik untuk membuat kelanjutan cerita dari The Raid, tapi dengan versi Hollywood.

Ketertarikan Grillo dalam membuat Zeno salah satunya karena memiliki kedekatan dengan Iko Uwais. Mereka pernah menjalani proses syuting bersama untuk Beyond Skyline di Batam. Grillo juga mengagumi Iko lewat film action-nya. Keputusan Grillo dalam membuat sekuel The Raid, sebelum diubah judul menjadi Zeno, diumumkan lewat akun Twitter-nya. Pada tweet-nya, Grillo menyatakan sudah mengantongi persetujuan dari Gareth Evans, sutradara sebelumnya.

Ketenaran The Raid

 

Lahirnya Zeno nggak luput dari kesuksesan The Raid, film Indonesia yang pertama kali dapat tayang di Toronto International Film Festival. Bisa dibilang, The Raid adalah film action pertama asal Indonesia yang bisa menembus pasar mancanegara. Antusiasme dan euforia yang tercipta benar-benar menyebar di banyak tempat.

Di Festival film Toronto, The Raid mendulang banyak pujian dari para kritikus film. Nggak hanya itu, The Raid juga berhasil menggondol penghargaan The Cardillac People’s Choice Midnight Madness Award di ajang yang sama. Nggak sampai di situ, The Raid juga diputar di beberapa festival serupa seperti Festival Film Sundance Amerika, Festival Film Internasional Dublin Jameson Irlandia, dan Festival Film Busan.

Kesuksesan The Raid itu lah yang membuat Grillo tertarik untuk membuat adaptasinya, meski dengan judul yang berbeda. Jadi, sudah siap untuk nonton Zeno?