5 Deretan Live Action Anime buat Nemenin Weekend - MLDSPOT
  • Movie
  • 5 Deretan Live Action Anime buat Nemenin Weekend

5 Deretan Live Action Anime buat Nemenin Weekend

Thu, 25 February 2021
Live Action Anime

Kata live action bukanlah hal yang baru lagi – nggak hanya diterapkan pada kartun, tapi kini industri perfilman semakin gencar mengadaptasi anime ke dalam bentuk live action. Bagi para pecinta animasi asal Jepang, hal ini sepertinya terdengar familiar ya.

Sama seperti film lainnya, live action anime – dikemas dalam bentuk visualisasi dengan menggunakan tokoh asli manusia, tetapi alur ceritanya tetap sesuai dengan anime yang ada. Jenis film ini memang cukup menarik perhatian. Sesekali, lo mesti coba nonton anime dalam bentuk live action nih!

Tertarik menghabiskan waktu untuk menonton live action anime? Sepertinya, akhir pekan merupakan waktu yang tepat, bro. Nah, biar lo nggak bingung film apa yang harus dipilih – kali ini MLDSPOT bakal ngasih 5 rekomendasi film live action anime yang bisa lo pilih.

Apa aja kelima rekomendasi tersebut? Yuk, lanjut bahas di bawah ya, bro!

 

Kimi no Todoke

Live Action Anime

Credit image - rs.titlovi.com

Sudah ada sejak tahun 2010 silam, Kimi no Todoke merupakan salah satu live action anime yang jadi favorit banyak pecinta kartun Jepang, lho. Film yang satu ini menceritakan tentang Kuronuma Sawako – ia sering dipanggil Sadako karena penampilannya yang seperti hantu.

Karena penampiannya yang horror, Sawako nggak punya teman – waduh, sedih banget ya! Tapi, akhirnya seorang temannya, Kazehaya Shota yang memilih duduk di sebelahnya saat pemilihan tempat duduk. Buat kelanjutannya – langsung aja tonton live action ini, bro.

 

Isshuukan Friends

Tergolong live action anime baru – Isshuukan Friends atau One Week Friends baru dirilis tahun 2017 lalu nih. Memiliki genre film romance, film ini berkisah mengenai Fujimiya Kaori yang menderita suatu penyakit – setelah dirinya mengalami kecelakaan.

Nggak hanya jadi memiliki suatu penyakit, Kaori juga mengalami amnesia – akibatnya, ia melupakan beberapa memori tertentu. Nah, yang bikin terharu – meski Kaori kehilangan ingatan, tetapi temannya Hase Yuki, tetap kukuh menjadi temannya.

Bahkan, Yuki pun menggunakan jurnal agar Kaori dapat memulihkan kembali ingatannya, termasuk soal pertemanan keduanya.

 

Orange

Live Action Anime

Credit image - foxyturnip.com

Rekomendasi berikutnya, lo bisa menonton live action anime berjudul Orange di akhir pekan nih! Film ini berkisah tentang Takamiya Naho yang menerima surat untuk dirinya sendiri. Uniknya, surat tersebut berasal dari masa depan.

Isi surat yang diterima tersebut – berisi ajakan untuk mencegah terjadinya sebuah penyesalan besar dalam hidup Takamiya, serta sahabat-sahabatnya. Bahkan, dalam surat tersebut tertulis kejadian penting yang akan berpengaruh pada hubungan persahabatan mereka. Menarik kan, bro, alur cerita live action anime yang satu ini?

 

Bleach: The Soul Reaper Agent Arc

Selain Naruto, One Piece, dan Gintama – ada pula anime yang berhasil meraih kesuksesan ketika diadaptasi ke dalam live action, lho. Bleach yang mengusung genre aksi, petualangan, dan supranatural ini berhasil menarik perhatian para pecinta anime, bro!

Ceritanya juga nggak kalah seru dengan anime lainnya, Bleach menceritakan tentang Ichigo Kurosaki yang memiliki kekuatan untuk melihat hantu. Bahkan, ia pun dapat bertarung dengan hantu maupun monster-monster yang ada.

Dari kekuatan supernya tersebut – akhirnya, Kurosaki dapat mengetahui hubungan antara kematian ibunya dengan monster yang ia lawan.

 

Tokyo Ghoul

Live Action Anime

Credit image - kumparan.com

Untuk genre yang lebih dark, kamu direkomendasikan untuk menonton Tokyo Ghoul – live action anime yang punya cerita seru dan menarik, bro! Film ini menceritakan tentang dunia dan ghoul – dikenal sebagai makhluk yang menyerupai manusia, namun memakan daging mentah, termasuk dari hewan.

Di sini, karakter utamanya – Kaneki Ken mengalami kecelakaan akibat ghoul bernama Kimishiro Rize. Dari kecelakaan tersebut, Ken harus menjalani sejumlah operasi. Tetapi, akibat operasi yang dijalani, Ken pun berubah menjadi ghoul.

Sepanjang film, Tokyo Ghoul menyajikan perjalanan Ken yang berusaha memahami antara dunia manusia dan ghoul – dengan bekerja di Anteiku.

Wah, gimana nih? Kelima rekomendasi live action anime di atas memang menarik ya. Nah, kira-kira film mana nih yang mau lo tonton di akhir pekan ini, bro?

 

Featured Image - psycho-drama.com

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium