5 Film Horor Terbaik yang Diangkat dari Kisah Nyata - MLDSPOT
  • Movie
  • 5 Film Horor Terbaik yang Diangkat dari Kisah Nyata

5 Film Horor Terbaik yang Diangkat dari Kisah Nyata

Wed, 26 August 2020
Ed dan Lorraine Warren dalam film The Conjuring 2 melihat lukisan Valak

Apakah lo pencinta film horor? Semakin tertantang untuk menonton film yang terinspirasi dari kisah nyata? Kalau iya, ini dia 5 film horor yang diangkat dari kisah nyata yang bisa jadi favorit lo!

 

The Exorcist

dua orang pendeta sedang mengusir roh jahat yang ada di dalam tubuh seorang wanita

Walau pertama kali dirilis di tahun 1973, tetapi film horor ini masih dianggap sebagai salah satu film horor yang paling menyeramkan. Diangkat dari novel berjudul sama, “The Exorcist” diangkat dari kisah nyata oleh sang novelis Peter Blatty.

Cerita bermula ketika seorang remaja berusia 14 tahun bernama Roland Doe mulai menunjukkan tingkah laku aneh dan mengerikan. Roland hampir setiap hari mengidap kejang, berteriak seperti binatang, muncul cakaran pada kulitnya secara misterius, dan lain sebagainya. Selama sebulan penuh, seorang pendeta berusaha mengusir 10 setan yang merasuki Roland.

 

The Conjuring

Lorraine Warren sedang menenangkan seseorang yang diikat dan ditutupi kain putih karena kerasukan roh jahat

Salah satu franchise film horor terlaris sepanjang masa ini juga terinspirasi oleh kisah nyata, tepatnya pengalaman dari Ed dan Lorraine Warren yang bekerja sebagai pengusir makhluk halus. Boleh percaya atau nggak, plot-plot film dalam franchise “The Conjuring” (termasuk juga film “Annabelle”) diambil langsung dari pengakuan Ed dan Lorraine Warren.

Bahkan, mereka juga memiliki sebuah museum di Amerika Serikat yang menampilkan seluruh barang memorabilia yang mereka ambil dari setiap investigasi makhluk halus. Jadi, bisa disimpulkan bahwa setan bernama Bathsheba dan Valak ada di dunia nyata, begitu pula dengan boneka Annabelle yang nggak kalah seram dari yang ada di film.

 

The Amityville Horror

seorang pria dan wanita berpelukan di depan rumah legendaris Amityville di New York

“The Amityville Horror” yang dirilis di tahun 1979 ini mengambil kisah nyata dari sebuah pembunuhan tragis di tahun 1974. Tercatat bahwa seorang pria bernama Ronald DeFeo Jr. mencuri senapan api milik sang ayah dan dengan tega membunuh seluruh anggota keluarganya yang tinggal di sebuah rumah di area Amityville, New York.

Ketika diadaptasi menjadi film, kisah tragis ini diberi bumbu supernatural dengan kehadiran keluarga Lutz yang menempati rumah kosong alias TKP dari kasus pembunuhan tersebut. Keluarga ini kemudian diganggu oleh roh-roh jahat. Meski nggak ada bukti nyata dari kisah supernatural ini, tetapi nggak membuat orang-orang mencap rumah di Amityville tersebut sebagai rumah berhantu.

 

The Strangers

tiga sosok bertopeng memegang pisau dan kapak, karakter dari film The Strangers

Pernah nggak sih lo ketakutan ketika sedang sendirian di rumah lalu ada yang mengetuk pintu? Ini merupakan premis dari film “The Strangers” yang dibuat oleh Bryan Bertino. Bryan terinspirasi oleh pengalaman pribadinya di masa kecil.

Waktu itu, ia dan adiknya sedang sendirian di rumah ketika ada beberapa orang tak dikenal yang mengetuk pintu. Mereka menanyakan nama orang yang nggak Bryan kenal, kemudian pergi. Setelah diusut kembali, ternyata orang-orang tersebut mengetuk pintu untuk mencari tahu apakah rumah tersebut sedang kosong atau tidak dan berencana untuk melakukan pembobolan rumah.

 

The Texas Chainsaw Massacre

karakter Leatherface memegang sebuah gergaji listrik

Penjahat utama dari film ini terinspirasi dari seorang pembunuh berantai bernama Ed Gain. Sesuai dengan nama karakter film “Leatherface”, Ed Gain sendiri telah membunuh begitu banyak korban dan menguliti jasad para wanita untuk dijadikan sebagai kostum wanita.

Diperkirakan bahwa Ed Gain merasa terpukul akan kematian sang ibu, sehingga menyebabkan ia mengidap kelainan ini. Selain “The Texas Chainsaw Massacre”, kisah Ed Gain juga menginspirasi film “Psycho”.

 

 

Sources: Insider, Screen Rant, Cinema Blend.

Sebelum Nonton Yang Baru: Ini 5 Film Pertama Produksi Indonesia Pada Masanya

Mon, 12 April 2021
FIlm Indonesia Terbaru

Sebelum bisa menikmati industri hiburan hingga saat ini, berdekade-dekade ke belakang Indonesia sempat mengalami masa sulit untuk mengembangkan industri ini. Untuk menonton televisi atau sekedar produksi musik, semua butuh perjuangannya sendiri.

Emang sih produksi industri hiburan zaman dulu nggak sekuat sekarang, tapi uniknya film-film masa zaman dulu ini banyak menceritakan soal patriotik, perang kemerdekaan, dan juga percintaan klasik di masa penjajahan. Tentunya, campur tangan kolonial masih ada di sana.

Melihat perkembangan soal film nasional boleh dibilang tumbuh pesat dengan hadirnya sutradara-sutradara besar Indonesia saat ini serta pemain Indonesia yang memiliki karakter yang kuat, akhirnya film Indonesia bisa berdiri secara mandiri dengan kualitas yang bisa dianggap sangat baik.

Penasaran sama film Indonesia yang pertama kali di produksi? Langsung aja simak 5 film pertama yang diproduksi di Indonesia di bawah ini!

Loetoeng Kasaroeng (1926)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Hai Grid

Film pertama yang ada di Indonesia ini bernama Loetoeng Kasaroeng yang dirilis pada tahun 1926. Film yang diangkat dari legenda masyarakat dari Parahyangan, yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film yang diproduksi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda ini saat itu masih masuk ke era film bisu dan hitam putih.

Film yang ditayangkan di bioskop hanya berupa gambar bergerak tanpa ada suara sama sekali ini dirilis pada 1926 oleh NV Java Film Company, dengan dua sutradara asal Belanda – G Kruger dan L Heuveldrop. Meski disutradarai oleh orang Belanda, para pemain film atau aktor dan aktrisnya diambil orang pribumi dan jadi film pertama di Indonesia!

Eulis Atjih (1927)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Pop Bela

Setelah Loetoeng Kasaroeng, Java Film Co. kembali memproduksi film kedua mereka setelah satu tahun berikutnya dengan judul Eulis Atjih. Film yang disutradarai oleh G. Krugers ini merupakan film adaptasi pertama Indonesia yang diangkat dari novel karya Joehana. Pada tahun 1927, film yang dibintangi oleh aktor Indonesia Arsad dan Soekria ini sangat sukses di Hindia Belanda.

Film yang bercerita mengenai seorang pria Indonesia yang meninggalkan istrinya yang bernama Eulis Atjih dan anaknya demi berpesta. Dari sifatnya itu, keluarga mereka jatuh miskin dan membuat Eulis harus ikut bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi sayangnya, saat dibawa ke pasar luar negeri, film ini kurang diminati.

Lily Van Java (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Jadi Berita

Melihat kesuksesan dua film perdana yang diproduksi di Indonesia dengan sutradara asal Belanda, seorang asli Tionghoa di Indonesia bernama Lily Van Java – yang dikenal juga dengan nama Melatie Van Java yang rilis pada tahun 1928.

Lily Van Java awalnya akan diproduksi oleh rumah produksi South Sea Film dengan sutradara asal Amerika, Len Roos. Namun, karena satu dan lain hal, Lily Van Java akhirnya jatuh ke tangan sutradara Nelson Wong. Di bawah naungan rumah produksi Wong's Halimoen Film, Lily Van Java jadi film panjang pertama yang diproduksi – meskipun filmnya nggak terlalu sukses.

Berkisah tentang perjodohan, Lily Van Java bercerita tentang seorang perempuan yang terlahir dari keluarga kaya dan terpaksa meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai demi menikah dengan laki-laki pilihan keluarganya.

Resia Boroboedoer (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – JalanTikus

Resia Boroboedoer atau yang memiliki arti Secret of Borobudur ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Young Pei Fen (Olive Young), yang pergi ke Jawa untuk mencari guci berisikan abu Buddha Gautama peninggalan sang ayah, Young Lun Fah. Guci tersebut berada di Candi Borobudur. Saat mencari guci tersebut, banyak halangan yang dihadapi Young Pei Fen. Termasuk, serangan ilmu hitam dari orang yang membencinya.

Resia Boroboedoer dianggap sebagai film yang buruk karena menampilkan hal yang nggak masuk akal. Penikmat film pada masa itu mempertanyakan – bagaimana caranya seorang Tionghoa yang berbahasa Mandarin bisa tinggal di Sumatra dan tiba-tiba ada di Pulau Jawa untuk mencari guci.

Setangan Berloemoer Darah (1928)

FIlm Indonesia Terbaru

Credit image – Wikipedia

Setangan Berloemoer Darah menjadi film adaptasi novel kedua setelah Eulis Atjih. Film bisu dengan gambar hitam putih ini diproduksi dan disutradari oleh Tan Boen Soan, wartawan Soeara Semarang. Film yang diangkat dari novel karya Tjoe Hong Bok ini menjadi film Indonesia pertama yang menyisipkan adegan laga.

Setangan Berloemoer Darah bercerita tentang pemuda bernama Tan Hian Beng yang berusaha mencari pembunuh ayahnya untuk balas dendam. Dendam yang dibawa dari kecil, membuat Tan Hian Beng menjadi sosok berdarah dingin.

Itulah 5 film pertama di Indonesia yang diproduksi sebelum akhirnya menjadi film Indonesia yang berkembang hingga saat ini. Apakah lo tertarik nonton film bisu, bro?

 

Feature image – Medium