• Movie
  • Film Hit and Run Masuk Nominasi 10 Besar Film Laga Terbaik di Tiongkok

Film Hit and Run Masuk Nominasi 10 Besar Film Laga Terbaik di Tiongkok

Wed, 07 August 2019
Film Hit and Run Masuk Nominasi 10 Besar Film Laga Terbaik di Tiongkok

Film tanah air kembali menorehkan prestasi terbaiknya di kancah internasional. Kali ini film Hit and Run berhasil membuktikannya dengan masuk nominasi 10 besar ajang ‘Jackie Chan International Action Film Week’. Ajang ini sendiri diadakan pertama kali tahun 2015 sebagai penghargaan untuk insan film yang berdedikasi penuh, khususnya di film laga yang penuh risiko.

 

Bersaing dengan ratusan film lainnya

Bersaing dengan ratusan film lainnya

Prestasi Hit and Run dalam mendapatkan nominasi ini bukanlah hal mudah, Urbaners. Film karya anak bangsa ini harus bersaing dengan 152 film laga lainnya dari berbagai penjuru dunia. Nggak tanggung-tanggung, para jurinya pun berasal dari sineas film laga kawakan internasional. Sebut saja Jackie Chan, Paul Haggins, Martin Campbell, Tsui Hark, hingga Prachya Pinkaew. Dengan masuknya Hit and Run, terbukti bahwa film laga Indonesia nggak bisa dipandang sebelah mata dan bahkan sudah diakui dunia.

 

Nggak lepas dari peran Joe Taslim

Nggak lepas dari peran Joe Taslim

Film Hit and Run berkisah tentang sosok Tegar Saputra, yakni polisi selebiritis yang ditugaskan menangkap bandar narkoba bernama Coki. Film besutan sutradara Ody C Harahap ini pun sukses bukan hanya karena tim kreatif yang keren, tapi juga karena akting duel antara Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan.

Joe Taslim yang sudah malang melintang membintangi film laga bertaraf internasional pun dalam film ini juga bertindak sebagai produser kreatif. Selain Joe Taslim, film ini turut pula dibintangi selebritis ternama tanah air lainnya seperti Tatjana Saphira, Chandra Liow, dan Jefri Nichol.

 

Dapat apresiasi dubes

Dapat apresiasi dubes

 
Masuknya film Hit and Run dalam nominasi film laga terbaik di ajang tersebut mendapatkan apresiasi positif dari banyak pihak. Baik dari insan perfilman, selebritis, wakil rakyat, hingga duta besar untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. Menurut beliau, hal tersebut dapat mampu memacu semangat para insan film nasional untuk lebih kreatif dan mampu bersaing di ranah global.

Dubes Djauhari pun sempat memberikan speech di ajang perfilman yang dihelat di Datong, Shanxi, Tiongkok pada 21-27 Juni 2019 lalu. Djauhari yang mengaku nge-fans berat dengan Jackie Chan ini nggak segan-segan dan langsung mengiyakan ketika diminta memberikan pidato. Bahkan dirinya sempat bertemu Jackie Chan saat makan malam. Dari pertemuan itu, Jackie Chan pun merasa senang dengan Indonesia.

 

Semoga hal baik ini terus menjadi pelecut semangat buat lo untuk terus berkreasi dalam dunia film ya, Urbaners!

 

 

Source: Grid.id, padek.co, antaranews.com

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire