• Movie
  • Mahershala Ali Perankan Legenda Tinju Jack Johnson dalam Serial Unruly

Mahershala Ali Perankan Legenda Tinju Jack Johnson dalam Serial Unruly

Wed, 08 July 2020
Potret Mahershala Ali dengan jaket hijau dan kemeja biru bermotif

Mahershala Ali, aktor yang telah membawa pulang dua Piala Oscar untuk kategori Best Actor in a Supporting Role di film “Green Book” dan “Moonlight”, akan memerankan sosok petinju legendaris Jack Johnson dalam sebuah series spesial yang akan diproduksi oleh HBO. Nggak heran kalau penampilan Ali di series biopik ini bakal ditunggu-tunggu!

 

Mini Seri Enam Episode

Mahershala Ali berpose dengan tuxedo dan Piala Oscar miliknya 

Seri tentang legenda tinju Jack Johnson ini akan digarap dalam mini seri sebanyak enam episode dengan judul “Unruly”. Sebelumnya, Ali juga pernah memerankan Johnson dalam pertunjukan teater The Great White Hope di tahun 2000. Tapi nggak hanya akan berperan sebagai Jack Johnson, Mahershala Ali juga akan menjadi produser bersama Tom Hanks dan Ken Burns.

Kisah petinju dengan julukan Galveston Giant ini ditulis oleh Dominique Morisseau, seorang penulis pertunjukan drama terkenal dari Amerika Serikat. Morisseau menulis seri ini dengan mengacu pada buku garapan Geoffrey C. Ward, “Unforgivable Blackness: The Rise and Fall of Jack Johnson”. Sebelumnya buku ini juga sudah sempat dibuatkan dokumenter dengan judul yang sama oleh sutradara Ken Burns.

 

Sosok Role Mode Bagi Ali

Ali memerankan Jack Johnson dalam The Great White Hope

Dalam salah satu wawancara yang pernah dilakukan oleh Mahershala Ali, ia menyebutkan bahwa Jack Johnson adalah role model dan sosok yang ia panuti untuk mendalami karirnya di industri film. Ali merasa keteguhan hati dan kedisiplinan Johnson patut ia tiru dalam berkarya dan membawakan peran. Itu sebabnya Ali sangat antusias ketika mengetahui kisah hidup Jack Johnson akan diolah ceritanya untuk dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

 

Legenda Petinju Kulit Hitam Pertama

Potret hitam putih Jack Johnson saat sedang pemanasan sebelum bertanding

Jack Johnson adalah legenda tinju kulit hitam pertama di Amerika Serikat (AS). Pria kelahiran 1878 ini menjadi perdebatan di Amerika Serikat karena kala itu AS masih sangat membedakan warna kulit. Apalagi, saat itu Johnson begitu tangguh dan berhasil mengalahkan sebagian besar lawan kulit putihnya.

Johnson memulai karir tinju dari bawah. Saat masih muda, Johnson bekerja serabutan. Ia kemudian mulai masuk turnamen-turnamen tinju kelas bawah. Memasuki usia 24 tahun, Johnson sudah memenangkan sekitar 50 pertarungan dalam turnamen beda ras. Gelar juara tinju profesional baru ia dapat kemudian di tahun 1903 dalam pertarungan sengit selama 20 putaran. Johnson melawan Denver Ed Martin dalam World Colored Heavyweight Championship di Los Angeles. Di masa kejayaannya, Johnson telah berhasil mempertahankan gelar juaranya selama enam tahun berturut-turut.

 

 

Sources: Essence, Cinemags, My Black History

6 Serial Kartun Dewasa Penuh dengan Dark Humour

Thu, 13 August 2020
Seorang pria memegang remote tv sambil memegang semangkuk snack

Siapa bilang kalau kartun hanya bisa ditonton anak kecil? Nyatanya, sekarang ini genre kartun semakin populer di kalangan orang dewasa. Ada yang menyukai kartun tipe anime, ada juga yang menyukai kartun yang penuh dengan dark humour. Nah buat lo penyuka dark humour, ini dia 6 serial kartun dengan penyampaian dark humour paling baik tanpa membuat penonton merasa nggak nyaman.

 

BoJack Horseman

Karakter kuda BoJack Horseman sedang memarahi dua orang wanita dan satu karakter ayam putih

Jangan tertipu dengan konsep karakter manusia dan binatang yang hidup berdampingan. Memang terlihat lucu, tapi lo juga akan mengikuti segala masalah yang timbul dari sifat narsis dan impulsif BoJack, seorang aktor yang sudah nggak terlalu populer. Lewat referensi pop culture serta isu-isu kesehatan mental yang dikemas dalam bentuk komedi, lo bisa tertawa dan merenung dalam waktu bersamaan sambil berpikir “Am I BoJack?”

 

Rick and Morty

Karakter Rick and Morty dalam pusaran hijau sedang menjelajah waktu

Salah satu komedi paling absurd yang pernah ada. Serial kartun ini menceritakan perjalanan waktu yang dilakukan oleh seorang ilmuwan alkoholik dengan cucunya yang naif. Jangan nonton serial kartun ini tanpa konteks, lo nggak akan paham karena banyaknya adegan-adegan imajinatif namun berkesinambungan kalau lo teliti lebih lanjut. Serial kartun ini memang dibuat untuk audiens dewasa karena mengusung komedi seputar existential crisis dan humor-humor jorok.

 

Futurama

Seorang pria dengan seorang wanita bermata satu dan satu robot dalam kartun Futurama

Satu lagi nih serial kartun yang mengangkat konsep perjalanan waktu. Kalau lo suka film sci-fi, bisa dipastikan lo akan menikmati serial kartun “Futurama”. Futurama bercerita tentang seorang pengantar pizza di tahun 2000 yang membeku dan baru bangun di tahun 3000.

Selain harus beradaptasi sebagai manusia “purba” dan bertemu dengan karakter-karakter manusia yang sudah menyerupai alien, lo akan melihat bagaimana manusia-manusia modern ini ternyata tetap saja melakukan kesalahan yang sudah pernah terjadi di tahun 2000. Futurama sukses menggabungkan unsur storytelling dengan komedi sebagai kritik sosial.

 

South Park

Empat karakter utama dari serial kartun South Park mengenakan pakaian dingin di tengah jalanan bersalju

Bertahan selama 20 tahun dan tetap dicintai penontonnya, “South Park” adalah contoh nyata dari serial kartun yang sukses sebagai modern satire. Tetapi, South Park juga seringkali tersandung kontroversi karena humornya yang dianggap terlalu offensive dan nggak cukup sensitif terhadap isu-isu nyata yang terjadi sekarang ini. Take it with a grain of salt, ikuti kisah Cartman, Kyle, Stan, dan Kenny yang suka ngomong kasar namun memiliki opini-opini anti mainstream soal pop culture dan selebriti Hollywood.

 

Family Guy

Griffin sedang di depan garasi

Serial kartun ini dibuat oleh Seth MacFarlane dan sudah beberapa kali mendapat nominasi Emmy Award. “Family Guy” khusus dibuat sebagai sindiran keras untuk orang-orang yang mengharapkan tontonan dengan pesan moral sesuai dengan nilai-nilai kekeluargaan di Amerika Serikat.

Melalui cerita sebuah keluarga disfungsional dengan dua anak remaja yang awkward, satu balita yang jahat dan jenius, dan satu anjing yang bisa berbicara dan bijak, lo bisa melihat komedi slapstick dan humor dewasa. Family Guy akan membawa lo ke perasaan antara lucu dan menjijikkan. 

 

Big Mouth

Seorang murid SMP di serial kartun Big Mouth bersama Hormone Monster miliknya

Setiap orang dewasa punya pengalaman puber yang memalukan, inilah konsep yang diangkat dalam serial kartun “Big Mouth”. Alasan mengapa serial kartun ini nggak cocok ditonton oleh anak kecil adalah karena humor seputar seks yang terlampau dewasa.

Dalam Big Mouth, lo akan melihat sekelompok murid SMP yang memasuki puber dan mulai penasaran dengan seksualitas mereka. Masing-masing memiliki Hormone Monster yang memberikan mereka arahan selama puber, walau sebetulnya arahan itulah yang menjerumuskan remaja-remaja ini ke jurang masalah.

 

 

 

Sources: IGN, Man of Many, Collider